Surga (Memang) Di Bawah Telapak Kaki Ibu

Welcome to the real world, dear Aldrich Athaya Darmawan, new member of Darmawan and Hendrata family…

Oh bukan,bukan, Baby Al isn’t my son. He is my nephew, my brother’s son. Hahaha…
Baby Al adalah kelinci keempat dikeluarga gue, setelah Engkong, ii, ade spupu, n sekarang keponakan gue. Yak,setiap generasi kami punya kelinci. Hebat.

Penantian kami selama 9 bulan,lunas seketika, begitu melihat foto Baby Al di family group BBM. Ya iyalah, gue ngantor, jadi ga ikut harap-harap cemas di ruang tunggu rumah sakit, gue harap-harap cemas di kantor (dan mudah-mudahan kerjaan gue ga banyak salah gara-gara kecemasan itu), dan luar biasa lega setelah menerima fotonya. Syukur yang berlipatganda 🙂

Sore setelah pulang kantor, gue langsung meluncur ke RS yang kebetulan dekat sama kantor (daerah pluit dan sekitarnya), bercipika cipiki sama koko n sao2, dannn mana si baby, mana Al? ohh itu dia, di ranjang baby!! Mukanya masih merah, kerjaannya tidur doank, ya iya, lu kira bayi bisa ngapain lagi selain tidur nangis dan minumsusu, berharap angkat tangan dan bilang “hai Diko, akhirnya kite berjumpa.” (bisa pingsan tiba-tiba loh gue)? Kalo diliat-liat, baby Al jelas banget campurannya, bagian hidung ke atas mirip papanya, bagian mulut dan dagu mirip mamanya. Yah,tapi muka bayi itu berubah-ubah terus setiap minggu. Hari ini kita ketemu mukanya begini, besok-besok ketemu mukanya udah beda lagi…bener deh.

Surga (memang) di bawah telapak kaki ibu.
Ini benar adanya, apalagi kalau kita tahu bagaimana kronologis mama kita melahirkan di TeKaPe (Tempat Kejadian Pelahiran), dari saat perut mules-mules parah, pecah ketuban, pembukaan (UUD’45) 1-10, bagimana ngedennn nya mama menahan sakit, dengan keringatnya yang segede-gede butir jagung saking tegangnya, bagaimana sakitnya mama demi memberikan jalan lahir bagi kita, dan bagaimana perjuangannya ketika kepala kita sudah keluar, bagian bahu, dan setelah itu badan mungil sampai kaki, dan akhirnya benar-benar bertatap muka dengan mama. Itu adalah hal paling luar biasa di dalam hubungan kita dengan orangtua. Bayangkan, mama mempertaruhkan nyawanya demi sang anak. Mungkin ini pernyataan klise, udah banyak kata-kata begini. Tapi, kalau kita sudah pernah merasakan atau setidaknya melihat video proses melahirkan, kita akan memahami bahwa kalimat itu sungguh dalam artinya. Sedalam, Surga Di Bawah Telapak Kaki Ibu. Jadi,segalak apapun mama kita, sekesal apapun kita karena larangan-larangannya, sertakan mereka dalam setiap doa kita. Karena kita ga bisa membalas budi kepada mereka, yang bisa membalas hanya Tuhan, dan Karma baik yang kita tanam untuk mereka.

Hari ibu kapan sih? 22 Desember kan? Iya.
Selain ini kapan lagi? Tanggal kelahiran kita. Ingat perjuangan mama saat memberikan kita jalan lahir? Itulah Hari Ibu yang sesungguhnya, ibu adalah pejuang yang nyata bagi kita.

Oh Baby Al, welcome to the world. Enjoy your life… Love your parents, your grandparents, also your uncles and aunts… Please remember that your Mother’s Day is March 31st, besides Dec 22.

Baby Al

Baby Al

Love,

Ur Sweetest Aunt..

Signature: Ditulis secara sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun :))

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s