Heavy Rain Versus An American Rhapsody

Minggu, 17 April 2010

Si Hujan dan Anak-anak Itik Imut (gue, dan teman-teman)

2 minggu yang lalu gue sepakat sama temen SMA gue, si dr.Miki buat nonton Konser An American Rhapsody (by Avip Priatna Orchestra, the Resonanz Music Studio, Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers) di Hotel Indonesia Kempinski. Kita beli tiket yang standar aja, kelas Bronze cukup lah. Kita rencana nonton ber 5, sama temennya temen gue ini. Tanggal 15 April tiket pun sudah sampai ditangan gue, senangnya beli tiket di sini bisa dianter sampe ke rumah, jadi gue ga perlu repot ambil ke kantor mereka. Senang…

Jadilah sore tadi kita janjian buat dinner bareng di GI. Gue sampe GI jam 6.30, di perjalanan awan udah gelappp banget. Udah sore menjelang malam sih, wajar kalo gelap. Eh tapi ternyata gelapnya itu menandakan mau turun ujan (badai) catet! Gue sampe di GI tepat ketika hujan turun langsung deras ga pake basa-basi, ga pake acara gerimisan dulu. Parkiran GI kan cukup terbuka, maksudnya lubang udara sangatlah besar, jadi ketika g turun dari mobil, anginnya hampir nerbangin rok gue, untung rok gue bukan model yang lebar cinderela..huehehe… Tapi, hujan angin yang kena di badan gue ga ada apa-apanya yang dialamin si dr.miki. Gue udah was-was aja takut dia ga bisa turun dari halte busway, ternyata dia bawa payung, tapi dengan keadaan hujan (yang lebih banyak anginnya) begitu, gue ga yakin payungnya bisa banyak membantu. Dan bener aja, begitu sampe di Food Lovers GI (tempet kita janjian), dia terlihat sangat capeee dan basah dibeberapa bagian bajunya (untung dia pake jaket jeans, jadi baju nya ga parah-parah amat), dan gue menyarankan kalian membaca kisah tragisnya di sini.

Gue janjian sama dr.miki ini di Poke Sushi, n berhubung gue n pacar udah laper banget jadi kita pesen makanan dulu (lumayan loh, pake BCA diskon 50% —> eaaa ini bukan blog berbayar,lagi!). Kita pesen Half-baked Dynamite (i heart the most!), Dragon Roll (entah kenapa unaginya kok banyak duri), dan Tampura Udon (tempuranya enak, tapiiii banyak banget oi tempuranya –> udang 2, ubi 4, terong 1, bombay 1),dan  gue jadi ngerasa kayak makan gorengan di kampus yang pake cabe rawit. Banyak banget, ga abis cuyy.  Haha. Temen gue pesen mie goreng atau udon goreng, ya tampaknya sih enakkk, wangi soalnya. Setelah kita bertiga selesai makan, kita nyamperin temennya si Dr.Miki, temennya ini dateng sama pacarnya.

terdiri dari olesan saus mayonaise yang banyak dan scalop yummie!

Half Baked Dynamite, dibalur dengan sentuhan mayonaise yang mengencerkan air liur anda, dan taburan scalop di atasnya.

Gue ga pernah merestui ketika Hotel dan Mall menyatukan diri mereka, karena begini lah jadinya….

Okay, jadi kita berlima udah isi perut sampe pol-polan. Acara dimulai jam 19.30, dan kita baru selesai makan jem 19.30 pula, sekarang saatnya menuju ke Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, semoga acara belum dimulai. Jadi kita berjalan agak cepet, dari West mall kita menuju ke East Mall, kalo kita liat dari tanda penunjuk parah sih begitu.

Yess,akhirnya sampe di lobby hotel kempinski. Ke WC dulu pula. But, wait! Kok ini lobby sepi amat ya, katanya ada konser… Nah jadilah kita nanya sama petugas hotel, dia tanya kita mau ke Ballroom hotel, atau Grand Ballroom, gue liat tiketnya, “Grand Ballroom, mbak.” Oh, Grand Ballroom jauh sekali dari sini. Jrengggg….apa deh ini yah, kita udah telat woiii… Jadi tuh ternyata Grand Ballroom Kempinski ini terletak di West mall, bukan East Mall.  Jadi apalah arti sebuah penunjuk arah kalau ternyata kita masih nyasar. Kenapa coba Grand Ballroom harus dipisah-pisah sama Hotel nya itu sendiri? Gue, sebagai orang awam terhadap Mall Grand Indonesia, memang ga paham deh seluk beluk mall yang katanya ‘Grand’ ini. Akhirnya dengan rasa bete, cape, emosi, akhirnya mulai merasa agak tenang ketika udah naik ke lift yang BENAR untuk menuju ke grand ballroom, ga cuma kita doank yang telat, masih penuh tuh liftnya buat naik ke lantai 11. Okay, tiba sudah di lantai 11 Grand Ballroom (agak aneh memang, yang gua tau biasanya yang namanya Grand Ballroom adalah di lantai dasar sebuah Hotel, bukan di lantai tinggi pencakar langit!).

Begitu kita sampai, langsung diperbolehkan masuk ke pintu akses kursi Bronze. Kursi kita kodenya adalah CB5, CB6, CB7, CB8, CB9. Kalo sesuai sama di denah awal, harusnya kita duduk berderet. Tapii begitu sampe di dalam, kata petugasnya, kursi CB5 ada di depan, dan sisanya ada di belakang. Oh Sh*t!! Apaan lagi nih?! Kita udah cukup emosi dengan diputer-puter dalam mall, dan sekarang di dalam tempat konser pun kita harus diresein lagi gara-gara kursi kita bisa terpisah gitu?! Busetttt… Jadi menurut lo, ini salah gue? salah temen-temen gue? *obsesi AADC* Kita protes lah, sebagai pembeli kita ga mau tau donk, posisi yang kita tau pokoknya adalah berderet. Petugasnya udah pusink juga nampaknya, akhirnya ada 1 bapak-bapak yang mengalah (kursi CB10), dia pindah entah kemana (gue pikir, itu bapak2 juga pindah karena emang bukan kursi dia, karena pas gue beli tiket, kursi CB10 available alias ga ada yang beli, but anyway, thanks Pak). Oh baiklah, jadi sekarang kita udah bisa duduk dengan tenang.

The Show!

An American Rhapsody

An American Rhapsody

Kita ketinggalan 3-4 setengah lagu. Ini adalah Performace List mereka, maaf cuma gue foto males ketik panjang-panjang :

Program

Program

Gue menyukai lagu Rhapsody in Blue, lagu terpanjang di acara ini (15 menitan mah ada), namun gue terlalu membandingkannya sama permainannya Ms. Kazuha Nakahara (Japan) yang bulan Januari lalu menampilkannya di Konser Cantabile! milik mas Addie MS (Twilite Orchestra). Permainan Glenn Bagus sangat bagus menurut gue, namun agak sedikit tegang, jadi feel ‘fun’ kurang dapet. Overall, gue suka permainan Glenn Bagus ini sampai akhir acara. Avip Priatna yang berbadan mungil (terlihat dari jauh sih gitu), membawakan orchestranya dengan indah dan profesional.

Lagu-lagu yang mereka mainkan semua adalah Karya komposer-komposer Amerika, seperti Gershwin, Leonard Bernstein, Aaron Copland, dan lainnya. Hampir semua lagu yang mereka bawakan selepas coffee break adalah beraliran Pop Jazz, padahal gue mengharapkan sentuhan klasik yang lebih banyak, tapi gapapa, kan memang ini tujuan gue nonton American Rhapsody, adalah buat lebih mengenal jenis musik mereka.

Ada beberapa lagu yang udah familiar di telinga gue, seperti Rhapsody in Blue, New York New York, Copacabana, dan JavaJive. Gue sangat terpesona sama suara singernya, terutama Farman Purnama, i really heart his voice…vibratenya pas, tenornya pas, pokoknya semuanya pas. Love it love it. Hihihi… Ada tiga penyanyi lainnya yang juga mantap, yaitu Lea Simanjuntak (pasti kalian tahu), Fitri Muliati, dan Teddy Panelewen. Mereka masing masing membawakan beberapa lagu. Ketika di lagu Copacabana mereka menyertakan dancers, yang menurut gue terlalu lebay, terlalu banyak, dan agak annoying, ketika mereka menggambarkan sang penyanyi club yang menjadi gila, si dancer wanita benar-benar menguraikan rambutnya yang panjang itu bak Ki Joko Bodo. Rambutnya digelar megar heboh, diputar-putar, gua yang nonton jujur jadi pusink liat kelakuannya. Jadi Cuma bisa ketawa sama si pacar dan teman-teman. Mereka sungguh ‘menjiwai’ peran masing-masing.

Di lagu Let’s Jam, mereka kembali menampilkan dancers, tapiiii kali ini semuanya adalah Pria. Dari yang awalnya muncul hanya 4 orang, tau-tau nambah jadi ber 8 (atau bahkan 12?). Wow… Kami menamai mereka Sm*sh yang bermutasi menjadi Super Junior. Huahahaha…. Ini mungkin biar penonton lebih terhibur. Okay, jujur gue terhibur, karena sepanjang lagu ini sampai selesai, gue ga bisa berhenti ketawa…terutama gaya ‘bye-bye’nya. -__-“sungguh ter…la…lu…

Concert ini mereka tutup dengan lagu dari semua singers “If You Believe In Music”. Semua penonton bertepuk tangah panjang, sebagai tanda “we want more, we want more” anddddd the conductor back again to the stage, yes yes yes.. Ada Encore nya. Mereka menyanyikan kembali New York New York, kali ini dancer yang ditampilkan oke punya, gue suka deh gaya Moulin Rouge begini, bukan gaya sm*sh or Super Junior jejadian.

Penampilan penutup ini benar-benar menjadi penutup, bahkan tepuk tangan penonton yang panjang pun tidak kembali membuat mereka menambah encore. Kata Dr.Miki, “Mereka yang pulang duluan ga tau cara kerja konser ini.” Hihihi… Tapi menurut gue, mereka yang pulang duluan, mungkin juga karena pengen buru-buru sebelum lift penuh sesak :p

Gue ingin mengkritik keras Sound system mereka. Ga tau ini kesalahan dari pihak siapa atau apa  ya, speaker di samping kiri kita, dari yang suaranya kecil aja, tiba-tiba bisa gede mendadak, terjadi feed back yang menyebalkan, suara desiran angin yang terlampau jelas, musik yang kita denger jadi berkurang kualitasnya, ga lama kemudian speakernya bisa kecil pula suaranya. Yah pokoknya beberapa kali terjadi hal kayak gini, ga konsisten, dan untuk standar konser bergengsi (dilihat dari tamu yang hadir) maupun konser biasa, harusnya sound system memegang peranan penting loh! Overall, gue memuji Avip Piatna Orchestra, singers, choir, dan gue menghargai dancers yang sangat ‘menjiwai’ peran mereka, tapi untuk sound system, gue cukup menghargainya, tapi tidak memujinya karena sungguh tidak memuaskan.

Avip Priatna, Sang Conductor

Avip Priatna, Sang Conductor

Late night!!

Acara selesai tepat jam 10 malam, gue bersama teman2 dan pacar foto-foto dulu di depan banner. Kasian ya Cuma foto sama banner, secara Mr Avip Priatna masih di dalam sana. Lalu ga sengaja pula ketemu sama temannya si pacar, yang lagi mau bikin mebel sama koko gue. Jadi ngobrol sebentar sama mereka, dan melanjutkan acara foto-foto bersama banner. Hahaha…

Temennya Dr.Miki yang cantik bersama pacarnya langsung pulang naik taxi ke arah kemaggisan, Dr Miki ikut kita sampe ke TA buat meneruskan perjalanan ke Kosambi baru. Akhirnya gue sampe rumah hampir jam 11 malam, dimana asisten rumah tangga lagi sakit jadi ga bisa buka pintu, akhirnya buka pintu sendiri pula. Pacar kebelet mau nonton tinju Chris John, akhirnya dia nonton dulu sama bokap di ruang tamu, dan gue beberesan cepat-cepat saking ngantuknya. Jam 11.30 si pacar baru pamitan pulang. Besok pagi kerja nampaknya mata kami akan sangat sipit menyipittt…

Can’t wait to see another concert and orchestra… Tapi ga pake Ujan Badai, ga pake Nyasar di dalam gedung, ga pake kursi dipindah-pindah, dan ga pake penari lebay.

Hooamm hoaammm nyam nyam nyamm…

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News, Listen and Enjoy. Bookmark the permalink.

3 Responses to Heavy Rain Versus An American Rhapsody

  1. dr. Miki says:

    Aiaiaiaaa… menderita sekali gue pas nonton ne konser. Mana malemnya hampir masuk angin pula gara2 kehujanan T____T

    Tapi sign system di GI parah mampus, dan emang gue benci banget namanya hotel disatuin ama mall apapun alasannya. Buat mereka yang gampang nyasar kek gue ini, itu sama aja bikin susah!! Itu kali keduanya gue nyasar dari hotel ke mall-nya. Amit2

  2. Konsernya baguusss! Gua terutama suka sama Lea Simanjuntak. Suaranya bening, artikulasinya jelas dan range vokalnya juga luas. Keren d pokoqnya. Cuma memang sound systemnya jelek abiiisssss! Kacau ga karu2an. Lalu ruangannya juga bener-bener ga “grand” sama sekali. Panggung tempat duduknya berderak-derak setiap kali diinjak dan dekorasi ruangannya yang dari gabus, malah bikin keseluruhan ruangan kelihatan murahan. Akses ke grand ballroomnya juga susah.

  3. neitneit says:

    Emg di setiap acara ga ada yg sempurna, tp setidaknya dlm setiap konser sound system kudu diperhatikan paling utama. Kalo dekor2an mah ga tlalu vital, meskipun penting juga. tp disamping penari lebay, dilempar-lempar dlm mall, dan kekacauan lainnya, gue bener2 menikmati konser ini. Jadi lain kali mari kita nonton bersama lagi…hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s