Selamat Ulang Tahun, Ibu Kartini

Setiap tahun, sejak dikeluarkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964 yang menetapkan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini, bangsa kita selalu memperingatinya. Ibu Kartini, seorang pahlawan muda yang berjuang demi emansipasi wanita khususnya wanita Jawa pada saat itu, harus menghentikan perjuangannya pada umur 25 tahun, setelah beberapa hari melahirkan anak pertamanya. (21 April 1879 – 17 September 1904).

Raden Ajeng Kartini

Raden Ajeng Kartini

Surat-surat yang pernah ia tulis, baru dikumpulkan setelah beliau wafat oleh Mr. J.H.Abendanon, terdiri dari tulisan-tulisannya untuk koran harian, dan surat ke teman-teman Belandanya, maka lahirlah buku Habis Gelap Terbitlah Terang (Dari Gelap Menuju Terang), yang juga diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda.

…Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu…” Kartini mempertanyakan tentang agama yang dijadikan pembenaran bagi kaum laki-laki untuk berpoligami.

Sudah lebih dari 1 abad yang lalu, Ibu Kartini memperjuangkan hak wanita Indonesia agar memiliki kedudukan yang sama di masyarakat kita, tentu saja, sekarang para wanita bebas mendapatkan pendidikan yang tinggi, berhak untuk berpendapat, hak untuk berpolitik, menikah tanpa dijodohkan, intinya tidak hidup sebatas pagar rumah.

Namun apakah benar begitu? Benarkah sekarang wanita Indonesia sudah beremansipasi?  Menurut saya, pemikiran wanita Indonesia kini relatif sangat maju, tapi belum seutuhnya bebas, karena masih ada sebagian masyarakat yang tidak menghargai wanita. Kenapa begitu? Sebagai contoh, masih banyak lelaki yang hidup berpoligami, melakukan KDRT, dan kerapkali wanita menjadi objek penderita dari sebuah tingkah laku bodoh lelaki hidung belang yang sering kita dengar di berbagai media dan surat kabar, entah pelecehan seksual di kendaraan umum, pelecehan melalui kata-kata, maupun pelecehan melalui media hiburan, seperti beberapa film-film bioskop produksi dalam negeri yang bertemakan Horor-Mesum, seringkali yang dijadikan objeknya adalah wanita. Yang menyedihkannya, para wanita pemerannya pun bersedia berperan di film tersebut. Apakah itu yang namanya emansipasi? Saya tidak setuju dalam hal ini.

Namun itu hanya sebagian kecil, sebagai wanita Indonesia saya bersyukur bahwa saya telah memperoleh pendidikan hingga sarjana, bahkan teman-teman wanita saya ada yang menempuh jenjang s2, jadi pengusaha, dosen, manager, dan sebagainya. Ini membuktikan bahwa perjuangan Ibu Kartini sungguh berhasil. Bahwa wanita tidak hanya berada di balik pagar rumah, bahwa wanita, bisa sama kedudukannya dengan pria di dalam pendidikan, pekerjaan, bahkan politik, ini adalah Hak. Wanita, adalah makhluk super, dimana mereka mampu melahirkan dan mengasuh anak, mengurus rumah tangga, bahkan bekerja dan berpenghasilan.

Anak-anak sekolah (biasanya TK dan SD), setiap tahunnya mengadakan perayaan Hari Kartini, mereka mengenakan kebaya, bersanggul dan dikonde, dan berdandan cantik. Namun, di balik itu semua, semoga mereka mengenang perjuangan Ibu Kartini dan melanjutkan perjuangannya sebagai calon wanita-wanita Indonesia yang hebat.

“Do re mi fa sol mi do, la do si la sol, fa la sol fa mi do, re fa mi re do.fa mi fa la, sol la sol mi do, mi re mi fa sol mi, fa mi fa la, sol fa sol mi do, mi re fa si re do.” ^^

Terima Kasih Ibu Kartini

Tiada hal yang selamanya gelap, karena matahari akan selalu hadir.

Habis Gelap Terbitlah Terang

Habis Gelap Terbitlah Terang

Habis Gelap Terbitlah Terang

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in In Her Mind. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s