Karena, Mereka Senang Yang Ijo-Ijo

Mobil gue melaju penuh semangat di jalur transjakarta (Busway) di jalan S.Parman, kebetulan kemarin adalah hari libur, peringatan Jumat Agung, jalanan ga terlalu ramai tapi juga ga sepi, seperti biasa, mobil gue melenggang penuh percaya diri di jalur tersebut, jalur yang setiap hari dijaga oleh polisi, dan polisi-polisi itu setiap hari selalu mengijinkan kami melewati jalur itu. Entah kenapa kemaren polisi tidak terlihat dimanapun juga, mungkin karena hari libur jadi mereka ikutan libur.

Tapi teryata gue salah. Karena mereka ga libur dan tetap menjaga lalu lintas. Tapi sial nya, seperti yang kita semua tau, mereka terkesan ‘menjebak’. Mobil gue, adalah salah satu mobil yang tidak beruntung itu, salah satu mobil yang masuk ke dalam perangkap mereka. Kena deh!! Mobil gue distop, dan berikut obrolan asik gue sama si pak pol yang berkumis dan kurus ini :

Pak pol : “Ibu ini, kok lewat jalur busway? Ga boleh, ibu”

Gue : “Maaf pak, abisnya ga liat ada polisi πŸ™‚ Lagian, kok biasa nya boleh,pak?”

Pak pol: “Kalau ga disuruh ya jangan lewat, ibu.”

Gue : “yah, kalo gitu, kenapa bapak ga jaga di belakang dari tadi?! hehehee..” (sambil buka dompet siapin selembar ijo-ijo)

Dan, apa jawabannya saudara-saudara? : “Ya gak donk. (sambil terima si ijo-ijo)”, bilang lagi “lain kali jangan lewat jalur busway kalo ga disuruh ya,ibu. Hati-hati di jalan.”

Hahahahaha Kurang asem! sengaja banget dah, kalo emang ga boleh masuk ya jaga di belakang donk, masa jaga di depan. Ini udah rahasia umum, semua orang juga tau bagaimana taktik mereka. Hati-hati berkendara ya kawan, awas banyak ‘ranjau’ hehehe..

Pelajarannya: Kalo tidak melihat ada yang jaga, dan itu hari libur, jangan lewat jalur busway karena mereka memiliki ilmu Ninja yang bisa nongol dimana saja… πŸ˜€

Damai itu Indah Rp 20.000 —> Pernah lihat profile picture yang tulisannya begini? oh so true, baby πŸ™‚

Yang kocak gini, gue sempet cerita ini ke temen gue yang tinggal di Aussie, dan dia bilang “hah kok bisa ketangkep? trus kudu bayar brapa?”, gua bilang “biasanya disini sih Rp20.000 kalo mobil biasa”, apa jawaban temen gue…?

“Hah??? Cuman segitu??” cape de….

-______-“

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News. Bookmark the permalink.

3 Responses to Karena, Mereka Senang Yang Ijo-Ijo

  1. Wkwkwkwkwkwkwkwkwk…………tentuuuuu! Selalu senang dengan yang ijo-ijo, motivator utama polisi indonesia dalam menegakkan peraturan. Selama ijo-ijo berkibar, peraturan berjalan, dan keadilan ditegakkan, hahahahaha……..Tapi kalo di luar negeri emank mahal sih dendanya kalo melanggar peraturan (lalu lintas, hukum, apa aja deh). Tapi itu kan emank sesuai peraturan, jadi ya duitnya juga lari ke kas negara. Kalo di sini kan ngga, makanya yaahh….mintanya juga segitu aja, biar duitnya gampang masuk kantong pribadi πŸ™‚

    • neitneit says:

      iyaaa beginilah negara kita. kalo mau ditilang, kita pasti mikirnya “duh ribet mesti ke pengadilan, ngantri2 lagi, udalah bayar ditempat aja,,,” betul?
      G lebih rela duit gue buat negara (walaupun gue sanksi kemana larinya duit itu nanti), begini: jadi setiap polisi dibekali mesin EDC portable, yang kayak punya nya PHD (Pizza Hut Delivery), jadi kalo kita ditilang, kena denda, yg punya kartu tinggal gesek deh, duit masuk ke kas negara. yang ga punya kartu buat gesek baru manual ke pengadilan. hehe… Tapi ini semua kembali lagi ke SDM masyarakat dan polisi itu sendiri. πŸ˜€

  2. Pingback: Meet the Police Again and Again… | Another Side of Me…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s