Beliin Bapak Pulsa

Akhir-akhir ini, masyarakat Indonesia dikirimi banyak sms ‘meminta-minta’ dari para fakir pulsa. Gue jamin, dari 10 orang yang memiliki handphone, 9 diantaranya pernah dapat sms yang berbunyi “Sekarang bapak di kantor polisi, jangan telepon ke sini, nanti bapak yang hubungi kamu. tolong beliin bapak pulsa 20rb ke nomor xxxxxx, ini bapak pinjem hape orang.” Yah, kurang lebih isinya mirip-mirip begitulah.

Dalam 1 hari, kalau lagi bernasib baik, hanya dikirimi 1x atau bahkan tidak ada yang kirim, tapi kalau lagi sial, 1 hari saya bisa mendapatkan 3-5x sms nya, Kenapa sial? karena menghabis-habiskan waktu saya untuk membaca pesan singkat tidak bermutu itu.

Yang saya heran, kenapa hari gini masih ada orang yang kirim sms seperti itu, padahal seluruh masyarakat kita sudah tahu penipuan jenis ini, awalnya kemunculan sms macam ini memang banyak yang tertipu, tapi sekarang? setelah berbulan-bulan, saya rasa ga mungkin lah ya masyarakat kita masih percaya pesan singkat macam itu.

Hari ini, saya mendapatkan 2 sms seperti itu, dari nomor yang berbeda. Pesan pertama bilang “Bapak lagi di kantor polisi, tolong isikan pulsa ke nomor xxx, jangan hubungi ke sini.” Ini gila apa ya? Masa iya ‘bapak’ gue kerjaannya ke kantor polisi mulu?!

SMS kedua, isinya mirip, bedanya adalah, dia berperan sebagai ‘anak’, katanya “Ma, bellin dulu pulsa simpati 20ribu di nomor 0813xxxxxxx sekarang, penting!” Busett, sejak kapan gue punya anak? oh, anakku yang hilang kini sudah kembali. hahaha… Orang ini benar-benar kurang kerjaan dan kurang besar kapasitas otaknya.

Saya pernah beberapa kali mencoba telepon ke nomor telepon yang tercantum itu, tapi anehnya semua nomor tidak ada yang aktif, baik nomor pengirimnya, maupun nomor yang ada di dalam sms-nya itu. Pengennya sih maki-maki orang itu, mbok ya menipu pake cara yang elegan dikit, pake cara yang pinteran dikit. Masa cara-cara basi masih juga dipakai?

Saking isengnya, saya pun pernah membalas sms ke sender…

“Mama gue keren tauuu, pakenya nomer pascabayar, n ga suka tuh ganti-ganti nomer hp.”

“Papa, kamu lamaan dikit deh di kantor polisi, minta polisinya penjarain kamu donk,pa.”

Dan ternyata banyak orang lain yang mengalami hal yang sama, dan membalas dengan macam-macam juga, contohnya:

“Jadi, kamu sudah bangkit dari kubur?” —> ternyata, ada yang sudah meninggal.

“Duh, kok setiap hari masuk penjara terus sih pa? tobat donk…” —> Edisi bapak di kantor polisi.

“MAMA, ini Kode vouchernya Rp 500.000,-                                               ▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒
▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒
▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒
▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒
Gosok pake duit logam ya, ma” —–> Edisi dibellin voucher pulsa. Gosok tuh handphone sampe kinclong.

“Nak, nanti mama jemput kamu dulu dari surga ya. Mama beliin pulsa dari provider di surga, atau neraka?” —> Edisi sang fakir pulsa adalah ‘anak’.

“Ma, mama kan penjual pulsa, masa minta aku yang beliin pulsa sih?” —> Edisi si mama punya kios pulsa.

dan sebagainya….

Saya tahu di negara kita tercinta ini, angka pengangguran masih relatif tinggi, tapi setidaknya, gunakanlah waktu untuk berusaha (bukan berusaha menipu), dan mencari pekerjaan halal, daripada melakukan kegiatan yang tidak ada gunanya (mungkin berguna bagi dia, kalau ada yang tertipu). Begitulah negara ini, menipu dengan cara seperti itu pun menjadi sebuah trend. Kalau tinggal di Indonesia, pake nomor Indonesia, tapi belum pernah dapat sms macam ini, artinya belum gaolll…hahaha… saking maraknya hal ini terjadi. Sungguh memalukan.

Bukankah setiap kita beli nomor baru, otomatis harus registrasi identitas dulu? Namun tampaknya hal tersebut tidak terlalu diindahkan dalam masyarakat ini, karena orang-orang yang bertujuan tidak baik, bisa mengisi data palsu, dan nomor baru tetap dapat digunakan. Hal ini tentunya sama sekali tidak membantu untuk mengusut siapa penipu-penipu itu. Lagian, ga ada yang kerajinan juga mencari tahu siapa mereka, kecuali polisi-polisi mau mengusutnya. Pertanyaannya, apakah penting? signifikankah perngaruhnya bagi masyarakat? Jika tidak, saya rasa hal ini akan dibiarkan sampai akhirnya trend ini hilang dengan sendirinya. Semoga masyarakat kita sudah cukup pintar untuk tidak mengindahkan pesan-pesan seperti itu.

test…

test…

test…

“Ma, beliin aku pulsa donk ke 081xxxxxxx, di kampus tadi lupa isi pulsa. Ini pake hp temen. Jangan telepon, aku lagi di kelas.” —> Saya berbakat jadi penipu pulsa juga ga? hehehe… Ini lebih elit, anaknya kuliah, bukan lagi di Kantor Polisi!!

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in In Her Mind, Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 Responses to Beliin Bapak Pulsa

  1. ceetrul says:

    fasilitas sms gratis di internet jg banyak sekali,..
    mau di bls ky apa ya tetep si qt kemakan, cos mau2nya kita ngrespon?? walo dy g sukses minta pulsa,tp dy dah sukses bikin qt bls smsnya,…huft, klo sy mah sudi amat, diemin deh, hanya Allah yang tahu.hehheheeee 🙄

    • neitneit says:

      Hai hai Cetrul…iya bo, kurang kerjaan bgt kan kalo kita balesin, tapiii geregetan aja gt rasanya, jd pernah sekali g berbuat hal yg ga penting itu. Hahaha… Yaa semoga mereka lekas mendapat pekerjaan yg berguna. 😀

  2. Pingback: Tangkap – (Adili) – Pulangkan | hersimplethoughts

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s