My Bestfriend’s Wedding

Kemarin, Minggu 8 Mei 2011, gue menghadiri pernikahan sahabat baik gue jaman kuliah, si Uprit…sama pacarnya yang cantik, Lynna. Lynna juga satu angkatan dan satu organisasi sama kita. Bestman nya adalah si Gembul, dia merasa menjadi (agak) ganteng hari itu…hahahaa.. Bridesmaid nya si Merlyn sahabat Lynna.

Gue dan beberapa teman kampus menghadiri pemberkatan nikah mereka di Gereja Regina Caeli, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Ini adalah pertama kalinya gue menghadiri pemberkatan nikah di Gereja Katolik, sebelumnya gue pernah menghadiri pemberkatan nikah Koko  gue (di Jakarta) dan Calon Koko Ipar (di Singapore), tapi mereka adat Kristen Protestan, yang berbeda adat kebaktian dengan Katolik. Di Gereja Katolik, waktu kebaktiannya lebih panjang, karena ada banyak tata dan prosesinya. Gue sudah terbiasa, karena SD-SMU di sekolah Katolik, jadi gue kurang lebih tahu urutan kebaktiannya, dan lagu-lagu liturgi, juga doa-doa nya.

Gue selalu terharu dengan yang namanya pemberkatan nikah, karena, itu merupakan pintu gerbang dari kehidupan kita yang lama menuju kehidupan baru yang sakral. Pernikahan. Dari status kita yang Lajang (ada kata-kata lain selain Lajang ga sih? aneh dengernya..), berubah menjadi Suami/Isteri, di hadapan Tuhan. Seperti yang sering kita lihat di kartu undangan (gue ga tau ada di injil yang mana),

“Apa yang sudah dipersatukan oleh Tuhan, tidak boleh diceraikan manusia.”

Ini benar adanya loh, kita nikah di Gereja, atau Vihara, atau Mesjid, atau Pura, atau apapun tradisinya yang menghubungkan komunikasi kita dengan Tuhan, tapi coba kita lihat, emangnya ada orang yang bercerai dihadapan Gereja/Vihara/Mesjid/Pura? Ga ada kan? Hehehe… Makanya, pernikahan dinamakan Janji Suci. Janji untuk setia dan selalu mendukung dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, dalam malang maupun berlimpah, selama-lamanya. Kalau ga berani untuk mengucap janji suci, mending pulang lagi deh, kalo udah siap baru datang lagi, kurang lebih begitu kata Romo nya.

Agak menyeramkan nih Romo nya, baru mulai ceramah langsung memberikan si pengantin pertanyaan-pertanyaan, kayak lagi belajar di kelas, dia kasih pertanyaan “Pertama kali masuk ke ruangan ini untuk dinikahkan secara Katolik, apakah tujuannya?”, ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena menunggu jawaban mereka.

Akhirnya setelah menebak beberapa kali dan masih salah, Lynna berhasil menjawabnya “Salib, Romo”. “Ya, ketika kalian masuk ke ruangan ini untuk dinikahkan, maka kalian akan memikul Salib kalian, salib dalam rumah tangga, seperti Tuhan dengan cinta nya yang besar terhadap manusia, rela memikul salibnya dan dipaku tangan dan kakinya, kepalanya dipasang mahkota berduri, itu demi menebus dosa manusia.”

Pemberkatan ini selesai dalam waktu 1,5 jam. Setelahnya, kami semua berkumpul di halaman bawah Gereja untuk melepas balon-balon. Warna balonnya cantik, pink-ungu gitu…aku sukaaa :p  Kita semua masing-masing ambil 1 balon, dan balon yang banyak dipegang sama pengantin, setelah mereka kissing kita langsung melepas balon-balon itu, Katanya sih ada lepas burung Merpati juga, tapi gue tidak melihat burung-burung nya.

Matahari kemarin terikkk banget. Untungnya cuaca mendukung, sampai malam tidak turun hujan.

Pulang dari Gereja, gue, si Acok, Hna, dan Ita, memutuskan lunch bersama di restoran Zenbu-Pluit/MuaraKarang gitu deh. Makan berempat, pesen Chicken Mozaru butter curry rice, Pork Katsu, Beef-Chasiu Ramen, dan Seafood yogu udon. Makannya bagi-bagi, biar bisa nyobain segala rasa. Kenyanggg…

Chicken Mozaru

Chicken Mozaru - Nasi Curry ditutup dengan Mozzarella, lalu dipanggan. Rasanya? Maknyusss...

Selesai makan, udah jam 3 sore. kami para wanita bergegas ke salon dekat rumah, untuk cuci blow…Ya, tentunya buat pesta malam nanti di Balai Samudra, Kelapa Gading. Jam 6, kita semua udah kumpul di rumah gue, lalu kita berenam naik 1 mobil, dan berangkat ke TKP (Tempat Kejadian Pesta).

Sang pengantin pria tidak mengenakan Jas Hitam, maupun Putih, tapi dia mengenakan Jas berwarna Abu-abu, sangat cocok dipakai sama dia. Pengantin wanita terlihat sangat cantik dan anggun, gue suka gaunnya, dan buntutnya tidak terlalu panjang.

Dekornya kemarin gue akui sangat bagus, dengan model meja kaki kambing, klasik modern warna putih, kombinasi dengan warna pink-biru gelap-maroon-krem, menghasilkan perpaduan warna yang cantik dan elegan. Foto-foto prewed mereka yang melimpah ruah, baik di luar ruangan maupun dalam ruangan pesta. Dan dengan 1000 undangan yang disebar, kapasitas ruangan sangat memadai dan tidak terkesan sempit.

Untuk urusan makanan, mereka menggunakan jasa catering yang cukup terkenal, memang makanannya enak-enak 🙂 nyammm…

Acara pernikahan, selalu menjadi ajang reuni bagi sebagian besar tamu yang hadir. Seperti kemarin, benar-benar rasanya kayak reuni Imakta angkatan jadul. hahaha… kita-kita termasuk angkatan jaman duluuu, sekarang aja ketemuan udah pada bawa anak. Namun, narsis tetap menjadi identitas kaum Imakta, kita foto-foto sampe no free memory, yang udah pamit mau pulang aja masih tetep ikutan foto-foto. Ampun bangg… Gak di panggung, gak di bawah panggung, foto tetap jadi kegemaran kami.

Happy Wedding, dear Fritz and Lyn…May God Bless your new little family.

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News. Bookmark the permalink.

9 Responses to My Bestfriend’s Wedding

  1. lynna says:

    Nice story tien.. Bacanya sambil senyum2 nh.. Ahahaa.. Ternyata abs dr greja pada kelaperan ya,, kue nya ga nendang ya tien.. Thank u ya tien.. Ditunggu nh giliran lo nya..

  2. gembul says:

    protes ni krn ada penggunaan kata “agak” hahaha aslinya kan emank uda gan*eng =))

    • neitneit says:

      wkwkwkkw masih mending gue bilang ‘agak’ daripada ‘kagak’ :))

      • Fritzio says:

        Wuahahaa…. Emang gembul ga terlalu bersyukur….:p
        Tp napa cuman penganten ce aja yg lo bilang cantik ya?penganten cowonya ga dikomentarin ganteng?
        Iya tien…pasti bisa cepet nyusul d…mice kan baik orgnya..jadiannya juga udah selama gw kan,tinggal tunggu waktu aja….jangan mao diselip ama gembul ya!!dia udah gatel tuh…. =D

      • neitneit says:

        @Uprit: Hahahaha… kalo cowo didandanin ya gitu2 aja hasilnya, kalo cewe didandanin kan jadi cantik pritt :p gpp lah kalo gembul udah gatel duluan gua kasih dah duluan… hahahaha… demi gembul apa sih yg kagakkk wkwkwkw…

  3. gembul says:

    apa maksud lu org g ga bersyukur, g bersyukur kok atas kegan*engan g hahahaha
    hmm g gatel? gpp nanti g minta digarukin dulu d =)) btw intinya kpn tienz????? =)

  4. awey says:

    brgkali ada yg mau melepaskan merpati utk pemberkatan nikahnya… nirell doves – 081809159858

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s