Ketika Kami Dipancing Ikan

Kamis, 2 Juni 2011 kemarin adalah hari libur, kenaikan Isa Almasih. Kami, sekumpulan anak muda Jakarta, memutuskan pergi mancing bersama-sama ke suatu tempat pemancingan yang bernama Tanjung Pasir Resort, di daerah Tangerang-Banten.

Berbekal permen karet, opak, pempek, bakcang, dan sedikit keberanian mengambil nyawa ikan-ikan (gue tidak berani dalam hal ini, kasian -_-), maka berangkatlah kami ramai-ramai menuju TKP (Tempat Kejadian Pemancingan).

Kami memerlukan waktu sekitar 1,5 jam untuk tiba di lokasi, melewati bandara kita tercinta, Soekarno-Hatta. Cuaca yang sangattt terik, dan angin-asin membuat gerombolan jerawat gue muncul secara bar-bar dan tidak menyenangkan. Untungnya gue bawa persediaan topi dan air putih, supaya tidak dehidrasi *lebay.com*.

Ketika kami tiba di Tanjung Pasir Resort, langsung disambut oleh banyaknya tambak di kanan-kiri kami, mungkin ini adalah usaha utama mereka *sotoy kah gue?*. Di dalam TJR ini mereka bikin yang namanya ‘Pulau Anggrek’, dan kami harus menyebrang menggunakan kapal kecil dari tempat parkir menuju ke Pulau Anggrek itu, sebenarnya kapal kecil ini sangat tidak perlu, karena jaraknya begitu pendek, ga nyampe 1 menit…hahaha… akan lebih efektif mereka pakai jembatan kayu, atau jembatan gantung, tapi ya kembali lagi ke masalah ke-unik-an tempat itu.

Tanjung Pasir Resort

Tanjung Pasir Resort

Yang naik yang naik yang naik *kenek*

Yang naik yang naik yang naik *kenek*

Coriacea Cruise

Coriacea Cruise

Dan setelah menyebrang, maka petualangan para pemancing ini dimulai, hanya sekitar 7 orang yang memancing, dari 17 orang.

Kita tahu bahwa biasanya memancing itu membosankan kalau tidak ada ikan yang terpancing, namun akan menjadi tidak berseni kalau terlalu banyak ikan yang didapat. Dan inilah yang dialami oleh mereka, hanya mengayunkan kail plus umpan, dalam beberapa menit saja mereka langsung mendapatkan ikan-ikan tersebut, dan hanya membutuhkan waktu 30 menit, maka total ikan yang kami dapatkan adalah 15 ekor. Jangan senang dulu, karena dari sinilah awal ke-galau-an terjadi. Duh bayarnya bisa berapa nih, mahal cuii… bayangkan jika ikan dipatok harga Rp 100.000/kg. Setiap ekor yang ditangkap memiliki berat sekitar 1,5kg-2kg, tinggal anda kalikan saja berapa jumlahnya. hahaha… Belum ditambah dengan setiap tali yang putus ada charge Rp 30.000, dan makanan yang kami pesan, juga ikan yang kami makan ditempat dikenakan ongkos masak Rp 50.000/ikan, ada 2 ikan yang langsung dimasak, ikan masak tim dan masak gulai. Sungguh ter..la..lu liburan kali ini. *tepok jidat* :p

Maka tidak heran judul blog gue kali ini adalah Ketika Kami Dipancing Ikan. Mereka sungguh tahu bagaimana caranya memancing dompet kami. hahaha…

Yang gue bingung adalah, mengapalah ikan berkumpul sangat banyak dan mudah ditangkap kemarin itu? Yah, kalian bisa tebak sendiri lah yaaa… 🙂

Ikan Malang...

Inilah Ikan Malang yang gue maksud...

Jembatan menuju Vannamae Resto

Jembatan menuju Vannamae Resto

Bakar-Bakar Ikan

Bakar-Bakar Ikan

Sumber foto: Sindhiarta Multiply.

Foto di atas adalah tempat untuk bakar ikan, setelah kita melalui jembatan tadi, dan turun, maka kita dapat melihat seorang koki sedang membakar ikan.

Di Tanjung Pasir Resort ini mereka juga ada penginapan, cafe, dan fasilitas olahraga yang diperuntukan para tamu hotel. Pemandangan awan-awan yang cukup eksotis di sore menjelang gelap, matahari terik, dan angin kencang di siang hari adalah identitas tempat ini. Pulang-pulang badan gue teriak minta dimandikan…hehehe…

Yah, demikian lah cerita Kami(s) tanggal 2 Juni 2011, pembantaian ikan, sungguh maaf 😦

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News. Bookmark the permalink.

4 Responses to Ketika Kami Dipancing Ikan

  1. dr. Miki says:

    Waduuuuhhh… set dah, mahal bener mau mancing ikan ajaaaa! Mending mancing langsung di laut tuh, tapi musti stay dari pukul 3 pagi di pantai Ancol. Lebih seru! Sambil nahan dingin kena angin, nungguin ikan terpancing umpan.

    Sepertinya gue ga berani ke pemancingan kek gini dhe… T___T ini namanya pemerasan!!

    • neitneit says:

      hahahha no no no…gue tidak mau mancing ikan, Gue tidak berhak atas setiap nyawa ikan2 itu -__-” *eh tapi gue makan hasil tangkapannya* hehe…
      Pemerasan? wakakakaka….

  2. Muaahhhhaaaallllll!! Pergi liburan mancing ikan aja setara jalan-jalan ke mall nih. Pinter juga ya orang-orang itu bikin usaha. Ya beginilah kalo orang kota mau liburan ala orang desa, harga tetep harga kota bookk!

    • neitneit says:

      iyaaa gila bgt, kyknya apapun diduitin dan ga tanggung2 harganya -__-” denger2 ‘jasa’ bersihin ikan aja 50rb/ekor. Set dah, mendingan bersihin sendiri. Masalahnya knp jg tu ikan numpuk byk bgt di empang. Tau duonkkk kenapa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s