You Are Loved

Gue menekan backspace berkali-kali untuk postingan hari ini. Karena gue kehabisan kata-kata untuk menuliskannya di sini (padahal ngetik aja belom). Untuk satu kalimat sekalipun, susah banget. Serius.

Terkadang ada hal-hal yang ga bisa kita bagi dengan orang lain, namun di sisi lain, jika kita terus memendam masalah itu sendiri, rasa menggila bisa seakan muncul. Di saat seperti ini, yang namanya blog, atau buku harian cukup berperan.

Tetapi sejauh apa blog/buku harian membantu meringankan perasaan 3G (Gundah Gulana Galau -_-“) tersebut, ketika yang kita perlukan adalah pelukan, penghapus-airmata, dan mungkin sebuah…saran. Saran tidak selalu diperlukan dalam setiap curhatan, namun pelukan hangat, gue yakin akan sangat menyejukan hati.

Di sinilah peran saudara dan atau sahabat itu. Mereka bisa hanya menjadi pendengar jika kita meminjam kupingnya, bisa juga menjadi penasehat dan penghibur, juga bisa menjadi tempat bersandar jika kita meminjam bahunya.

Gue, sayanggg banget sama lo, karena kita temenan udah lamaa…Meskipun gue ga bisa meringankan kesedihan lo sekarang, kuping ini bersedia dengerin suara lo, punggung dan bahu ini siap buat lo, buat kita saling bersandar, bisa nangis bersama, setelahnya, tertawa bersama. Gue sering mikirin lo akhir-akhir ini. Memang tidak ada yang bisa gue lakukan, hanya…berpikir dan mencoba memahami.

Inget buku yang pernah lo kasih ke gue? Di dalamnya ada banyak cerita, dan salah satunya yang menyimpan makna bahwa “ini pun akan berlalu”, ooo ternyata mereka sedang membahas Waktu. Gue yakin Waktu adalah obat dari segala kepedihan dan kesedihan yang terjadi. Waktu ga pernah berpihak pada lo, gue, mereka, atau siapapun juga, jadi yang kita butuhkan sekarang adalah sabarrr (jangan tanya sampe kapan), terus berdoa, dan tentu saja berusaha… berusaha mendapatkan apa yang kita ‘ingin’kan. Lo tahu apa keinginan lo yang terdalam, so, let’s fight for it. Kalo kata Mingyur Rinpoche,  Let go but dont give up. Kita ga bisa merubah apa yang udah terjadi, tapi kita masih bisa berusaha untuk tetap berbuat hal yang positif (biarpun terkadang malah dianggap negatif bagi yang lain 😦 ). Kenapa gue begitu percaya bahwa waktu adalah jawaban? Karena gue pernah melihatnya secara nyata, meskipun masalahnya sedikit berbeda, tapi segalanya tetap mungkin kok.

“Everything will be Good at the end. If it’s not Good, it’s not the end.”

That’s What Friends Are For

And I never thought I’d feel this way
And as far as I’m concerned
I’m glad I got the chance to say
That I do believe I love you

And if I should ever go away
Well, then close your eyes and try to feel
The way we do today
And then if you can remember

Keep smilin’, keep shinin’
Knowin’ you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Well, you came and opened me
And now there’s so much more I see
And so by the way I thank you

Whoa, and then for the times when we’re apart
Well, then close your eyes and know
These words are comin’ from my heart
And then if you can remember, oh

Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
In good times, in bad times
I’ll be on your side forever more
Oh, that’s what friends are for

______________________________________

You Know, You are Loved…

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News, In Her Mind, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s