I’m a Muggle…and You?

Awal perkenalan gue dengan dunia sihir adalah ketika gue kelas 1 SMA. Gue terlahir muggle, orangtua gue pure-muggle. Entah bagaimana, suatu malam gue lagi telpon-telponan sama teman sekolah (iya, jaman ketika telpon dari rumah dan tagihan dibayar orangtua kita). Teman gue,sebut saja Al.

Dia tahu gue suka baca dan nonton, trus dia bilang “Lo harus nonton Harry Potter tuh, keren, lo pasti suka ceritanya.” Tanggapan gue hanya “gak ah, cerita anak-anak gitu.” Ya, gue berasa udah gede, padahal masih abege bau bantal-kebanyakan-iler.

Gue emang telat banget, bukunya udah ada duluan, tapi ngerasa gengsi untuk membacanya, dengan alasan cover depannya kayak buku cerita anak-anak. Cih….tuh, makanya jadi orang jangan gengsi segala deh, akhirannya kayak gue gini, malah tergila-gila sama keseluruhan novelnya.

Akhirnya dengan niat dan tekad, gue mengajak keluarga gue nonton di Puri21. Puri Indah Mall adalah salah satu area muggle yang paling gue cintai, jauh diatas Mall elite sebangsa Plaza Senayan, Plaza Indonesia, dan lainnya. Gue tumbuh dan berkembang di lingkungan sekolah dan kawan-kawan daerah Puri Indah, maka tidak heran kalau gue menganggap Puri Mall termasuk di dalamnya. Jadilah malam minggu itu gue nonton bersama bokap, nyokap, koko dan pacarnya, kami kencan berlima. haha…

Dan tanpa diduga-duga, begitu gue duduk, tak lama film dimulai dengan suara dentingan khusus khas Harry Potter…kalian yang menyukai filmnya, pasti tahu dentingan macam apa yang gue maksud. Gue langsung merinding loh denger musiknya, kerennn mamennnnn, dan gue mikir gini, “i think i’m gonna love this kind of story (padahal filmnya aja belom mulai!)” Eh beneran aja, sepanjang film gue sangat menikmatinya, dan berulang kali berucap dalam hati, “Ini si  pencipta Harry Potter bener-bener sadissss, otaknya jenius gila.” Sepertinya gue memang tidak pernah disuguhi cerita Sihir berbasis anak polos dan humor, karena sihir dalam bayangan gue adalah dunia kelam dan jauh dari anak-anak, jika ada anak-anak dalam cerita sihir pun, biasanya anak-anak tersebut akan dijadikan tumbal atau persembahan. Pokoknya horor. Hahahah…

Makanya ketika J.K.Rowling menyuguhkan cerita sihir dengan begitu dalam jiwa ‘kemanusiaan’nya, gue langsung jatuh cinta. Yup, gue jatuh terjerembab di dunia sihir Rowling awalnya melalui filmnya, bukan dari novelnya. Hehehe… Pecinta buku macam apa gue ini? Kisah keren macam gini gue anggap buku cerita anak-anak yang pada awalnya tidak sudi gue baca. Don’t judge a book by it’s cover.

Pernah juga ga sih kita membayangkan ada olahraga keren bernama Quidditch yang menggunakan sapu terbang ada banyak bola melayang-layang di udara, beberapa pemukul sadis yang berbahaya dan 1 bola emas ukuran bola bekel yang punya sayap dan harus dikejar-kejar oleh seorang seeker? Gue, dengan imajinasi terbatas yang gue miliki, tidak pernah membayangkannya, dan Ibu ini berhasil menggambarkan olahraga ini dengan hampir sempurna, apa namanya kalau bukan jenius??

Quidditch Set

Quidditch Set

Besoknya, gue langsung ke Gramedia, beli buku pertamanya (yang udah dibikin film – Harry Potter and The Sorcerer’s Stone), karena gue yakin cerita di film pasti tidak selengkap cerita di novel itu sendiri. Dan gue akui, baca novelnya lebih membuat imajinasi gue menggambarkan setiap lokasi, ekspresi, dan tokohnya menjadi lebih bebas dan liar..Hahaha…

Sejak saat itu, gue rutin mengikuti perkembangan kapan novel lanjutannya akan diterbitkan. Dan hingga saat ini, gue lengkap mengkoleksi semuanya. Sejak buku ke-4 gue membeli melalui pre-order, biasanya ada diskon 10% atau 15%, makin tahun makin mahal deh. Buku yang pertama sampai buku keenam gue cukup beli yang softcover saja. Nah, di buku yang ketujuh alias Harry Potter and The Deathly Hallows, secara buku terakhir dan tidak akan ada lanjutannya, maka gue rela deh beli yang Hardcover. Setelah melengkapi semua serinya, gue pun berpikir, mungkin buku-buku ini nantinya bisa gue wariskan buat anak cucu…hahaha… Woiii serius, ini fenomena taukkk, puluhan tahun kemudian kita tidak tahu akan ada jenis cerita seperti apa lagi, apakah ada yang semenarik ini bahkan lebih?

Dan kini, sudah lebih dari 10 tahun sejak pertama kali Rowling dan ciptaannya menginjakkan kakinya di Indonesia, mengapa di saat film ke-7.2 (Harry Potter and The Deathly Hallows part.II) akan rilis malah terjadi masalah di dalam negara muggle ini?? Masalahnya yaitu para importir film, selama puluhan tahun tidak menjalankan kewajiban perpajakannya seperti yang telah diatur, dan beberapa bulan terakhir ini terjadi pemblokiran besar-besaran, film-film keren bikinan Hollywood tidak lagi hadir di tanah air, sebelum tunggakan pajak tersebut dibereskan. Dan kini, mereka bilang film-film hollywood akan segera masuk Indonesia, mereka bilang masalah tunggakan pajak sudah beres, mereka bilang Harry Potter akan mampir di Indonesia, tapi mana? Sampai detik ini kabar yang ada adalah simpang siur, tidak ada kepastian, malah gue yakin kalau tidak akan diputer sama sekali. Bukan hanya Harry Potter yang gue tunggu-tunggu, tapi juga Kungfu Panda2, X-Men, Pirates of the Caribbean, dan lainnya… Jadi, kita, masyarakat harus menuntut hal ini pada siapa? Saya-sungguh-seballllll. Harry, nampaknya musuhmu tidak hanya si Voldemort, tapi juga sesuatu-di-negara-ini. *Sigh*

It All Ends

It All Ends

KungFu Panda 2

KungFu Panda 2

Baiklah, mari lupakan masalah masuk atau tidaknya film ini di Indonesia, gue mau membahas dunia sihir saja lah….

Me and Magical World

Muggle adalah…istilah yang diciptakan oleh Rowling untuk para manusia non-penyihir, dan tidak punya keturunan dan darah penyihir. Kerennya lagi, istilah Muggle kini sudah ada di kamus international, artinya “Seseorang yang tidak memiliki keahlian tertentu.”

“Kata ‘Muggle’ telah ditambahkan ke dalam Kamus Inggris Oxford pada 2003 untuk menyebut seseorang yang tidak menguasai suatu keahlian. Kata tersebut biasa digunakan oleh sekelompok pakar untuk menyebut orang-orang di luar kelompok mereka.” Wikipedia

Penulis Favorit Gue : J.K Rowling.

Tokoh Fiksi : H(eltien)arry Potter.

Film Terkeren Sepanjang Masa : Harry Potter 1-7

Novel Terkeren Sepanjang Masa : Harry Potter 1-7

Sekolah dan Asrama Paling Cute : Hogwarts — Dengan Tangga Copot Pasangnya, dan dengan Password di pintu si nyonya gendut untuk Griffindoers…

Guru Paling Keren : Albus Dumbledore — Kacamata bulan sabitnya semakin menambah wibawanya. Sayang harus meninggal hanya dengan 2 kata “Avada Kedavra

Guru Paling Bikin Ngelus Dada : Gilderoy Lockhart— NTT (Narsis Tingkat Tinggi).

Guru Paling Misterius : Severus Snape. — Siapa menyangka bahwa cintanya pada Lily Potter membuat dia begitu melindungi Harry, dengan caranya sendiri.

Bahasa Paling Susah : Parseltongue

Tempet Janjian Sebelom ke Sekolah : King’s Cross Station – Platform 3/4 — Silakan tembus menembus tembok, siap-siap benjol kalau kita bukan penghuni Hogwarts.

Mantra Paling Maut : Avada Kedavra — Mampu membunuh tanpa susah payah menyiksa, ini termasuk golongan sihir gelap. Jangan digunakan…sekalipun untuk musuhmu.

Mantra Paling Canggih : Expecto Patronum –> mampu mengusir dementor-dementor menyebalkan yang suka-mengambil-kebahagiaan-oranglain. Dementor adalah makhluk paling iri hati sedunia, menurut gue. Ya iyalah, wong kebahagiaan orang aja mau direbut. haha.. Patronus gue adalah “Burung Garuda”…eaaaa sempet-sempetnya nasionalis :p

Kendaraan Paling Berjiwa : Ford Anglia milik Arthur Weasley, bokapnya Ron & Ginny Weasley, alias mertuanya Harry Potter — Pergi kalau ngambek, kembali saat diperlukan.

Hewan Paling Cute : Phoneix-nya Albus Dumbledore.

Hewan Yang Gak Banget : Basilisk – Ular raksasa yang akan membekukan setiap makhluk yang menatap matanya melalui perantara/media, dan yang mampu menewaskan setiap makhluk yang menatap matanya secara langsung.

Makhluk Paling Rese tapi juga baik : House Elf

Hantu Paling Baik : Nearly-Headless-Nick — seriusan, kepalanya ampir copot cingg…

Hantu Paling Genit : Moaning Myrtle — si darah campuran yang tewas gara-gara bertatapan mesra dengan basilisk.

Horcrux Paling Sulit Dihancurkan : Harry — Ya, si Voldemort tidak menyangka bahwa jiwanya tersimpan dalam diri Harry tepat pada saat dia ingin membunuh anak ini ketika bayi, yang mana, malah tercipta bekas luka berbentuk petir, maka dia disebut boy-who-lived.

Pelajaran Paling Seru : Pelajaran sekaligus Olahraga Quidditch! Keren banget nih. Sekarang ada loh Muggle Quidditch…entah gimana maininnya.

Saat-Saat Paling Menyebalkan : Saat ini, ketika Potter dan rombongannya tidak ada kejelasan akan diputar di Indonesia atau tidak. *teteppp*

Masa remaja gue dipenuhi oleh berbagai macam hal, salah satunya adalah cerita Harry Potter ini, dan gue, sangat menikmatinya.

Bye bye Potter and Friends

He-who-must-not-be-named

He-who-must-not-be-named - Tom Marvolo Riddle - Lord Voldemort

“Come on, Tom. Let’s finish this, the way we started it. Together.”

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in In Her Mind, Uncategorized. Bookmark the permalink.

5 Responses to I’m a Muggle…and You?

  1. Grace says:

    Selamat tinggal Harry Potter, huhuhuhuhuhuhuuuuu……….TT___TT. Gua pribadi merasa sangat sangat SANGAT kehilangan waktu novelnya tamat. Satu-satunya pelipur lara hanya filmnya. Dan sekarang film penghabisannya aja ga bisa tayang di Indonesia yang “tercinta” ini. Sungguh memilukan…..

  2. neitneit says:

    Iyaaaaa gue juga sebel banget…banyak film2 yg gw pengen bgt ntn malah ga bakal masuk.

  3. Stephanie says:

    Guru Paling Misterius : Severus Snape. — Siapa menyangka bahwa cintanya pada Lily Potter membuat dia begitu melindungi Harry, dengan caranya sendiri.

    wow is this the end of story tien? haha soale gw blm bc bukunya :p

    Kendaraan Paling Berjiwa : Ford Anglia milik Arthur Weasley, bokapnya Ron & Ginny Weasley, alias mertuanya Harry Potter

    Harry akhirnya ama Ginny yah? haha.. aw aw

  4. Pingback: [INTERMEZZO] PART I, II, III | hersimplethoughts

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s