5 Days, 4 Nights In Singapore

Tanggal 26-30 Juli yang lalu, gue terbang ke Singapore sama keluarga sang Pacar. Bukan sekedar jalan-jalan,tapi untuk ikut merayakan kelulusan Koko dan Sao2 nya Mice serta menengok bayi mereka yang baru berumur 2 bulan. Mama Papa n Dedenya udah berangkat duluan dari tanggal 23 Juli. Berhubung gue dan pacar harus bekerja dan ada ulangtahun Ama (nenek) gue, jadi kami memutuskan baru pergi tanggal 26nya.

26 Juli 2011

Naik Air Asia, pesawat delay 40 menit… Intinya kita tiba di Changi Airport udah mau jam 10 malam. Ternyata Koko dan Papa Mice udah standby di sana untuk menjemput kita. Setelah urusan imigrasi dan bagasi beres, kita makan dulu di Burger King.*elus-elus perut*

Di Changi terminal I, antrian taksi panjang banget, akhirnya koko bilang kita pindah aja ke terminal II, Ahaaa…di sini ga banyak yang antri taksi, jadi bisa langsung naik ^^ Berhubung waktu udah menunjukkan pukul 00.00, jadinya kita dikenakan biaya tambahan. Kayaknya 30% dari total biaya, Et dah… -__-” Kita menuju Bukit Gombak, tempat tinggal Koko&Sao2, dibekali dengan skill Formula I-nya si uncle driver…ngebut sana sini, pindah jalur sana sini, untung bawa jantung cadangan, akhirnya sampai dirumah lebih cepat dari perkiraan.

Langsung beres-beres dan tidurrrrrr….

27 Juli 2011

Bangunnya kesiangan, jem 9! Koko udah pergi kerja, tapi cuti setengah hari buat nemenin kita 🙂 Jadi pagi itu kita sarapan di pasar. Sarapan yang cukup berat, karena biasanya gue cuma sarapan Havermut atau roti. Hehe…

Oh iya, gue perkenalkan dulu anggota keluarga mereka yang baru, kelinci muda. Namanya Jovielle Chloe Pramana, baru berumur 2 bulan, namanya cantik secantik rupanya ^^ kalau lihat pipinya, akan mengingatkan kita pada Pao-pao. Hehehe… Lucu banget. Pengen gendong, tapi belom berani >.< Semoga Chloe selalu membawa kebahagiaan dan kebanggaan bagi keluarganya. Sadhu Sadhu Sadhu.

Siang harinya, koko pulang kerja, dan dia temenin kita jalan ke Orchard. Jalan sampe sore, ngemil Mr. Bean, late lunch di Food Republic, n lanjut ke Clark Quay udah menjelang malam, nontonin orang naik Reverse Bungee. Seru ya ngeliatnya, tapi ga mau kalo ikutan naik -__-”

Mr Bean ^^

Mr Bean ^^

28 Juli 2011

Hari ini kita ke Ikea Furniture, isinya keperluan interior semua, lihat-lihat siapa tau dapat inspirasi dan ide-ide buat di toko, sekaligus numpang foto prewed. o.O

Kita lunch di restaurant Ikea itu, yang terkenal adalah Chicken Wings dan Swedish Meatballs. Enak banget ya, unik karena meatballs nya itu disertai saos stroberi. Nyammm…

Swedish Meatballs and Chocolate Cake

Swedish Meatballs and Chocolate Cake

Abis dari Ikea kita ke lanjut Vivo, lalu ke Sentosa. Beli tiket buat nonton Songs of the Sea pukul 20.40. Jam nonton masih lama banget, jadinya gue, mice, n dd memutuskan main Luge, sekaligus naik Skyline. Iya, kita harus naik skyline buat nyebrang ke arena permainan Luge ini. Seru juga, dari atas kita bisa melihat pelabuhan dan kapal-kapal, serta pemandangan lainnya, tapi emang banyakan pemandangan rerumputan dan pepohonan sih…hehehe..

Awalnya gue ragu-ragu naik Luge, tapi karena penasaran akhirnya mau juga (observasi untuk nulis di sini). Jadi ketagihan. Ada sensasi yang menyenangkan mengendarainya, jadi kayak go-cart, seperti naik sepeda tapi tak mengayuh, seperti naik mobil kecil tapi tidak mengegas, intinya ada di tangan. Pegangan ditarik artinya Rem, jika pegangan dikendurkan kedepan Luge akan mulai bergerak, semakin lama semakin kencang sesuai arenanya, ada yang menurun jadi otomatis bergerak lebih kencang. Jangan lupa untuk selalu waspada, karena jika kurang mengatur kecepatan, kita akan kesulitan saat ingin berbelok dan di jalan menurun. ^^

We are Luger

Luge..Luge..Lugers...

Tien in Action

The Yellow Tien in Action

Selesai main Luge, kita makan dulu, dan lagi, gue memesan Chicken Rice. Masih punya banyak waktu sebelum Songs of the Sea dimulai. Akhirnya kita naik bus dan diajak muter-muter. Pintu tempat pertunjukan baru mulai dibuka pukul 8.20, antrian udah lumayan panjang, tapi itu tidak seberapa, di belakang kita ada antrian yang lebih panjang lagi.

Songs of the Sea ini semacam musical fountain, kreativitas yang sangat laur biasa, karena mereka dapat mengupayakan pinggir pantai untuk tempat penonton dan tampilan drama, laut, dan air laut untuk dijadikan objek wisata sedemikian rupa. Kerjasama antara sinar laser, water jets, Pyrotechnics, air laut, dan bambu-bambu, menghasilkan musical fountain yang sangat baik. Di Jakarta juga ada, tapi kita hanya dapat menyaksikannya di dalam gedung Mall Grand Indonesia, dengan versi yang berbeda. Hehehe…

Songs of the Sea

Songs of the Sea

29 Juli 2011

Hari ini adalah hari wisuda Ming2 (Sao2nya Mice), Kokonya udah wisuda dari hari Senin lalu ketika kita belum datang. Mereka adalah salah satu pasangan yang wokeh tenan, diumur ko2 yang baru hampir 29 tahun, sudah berhasil menyelesaikan studi S3 dan meraih gelar PhD (bukan Pizza Hut Delivery ya, tapi Doctor of Philosophy) di bidang Material Engineering , dan sao2 menyelesaikan S2 nya, Master of Communication di bidanganya Communication Studies. Semoga Chloe nanti bisa seperti mamapapanya ya…^^

Kebetulan jadwal wisudanya mendapatkan giliran paling akhir, yaitu jam 6 sore. Jadi, paginya gue n mice jalan duluan, nanti sore baru janjian ketemu langsung di kampus –> Nanyang Technology University (NTU). Kita naik MRT dari Bukit Gombak ke Lorong Chuan, kira-kira butuh waktu 50 menit. Ada sepupu gue yang tinggal di Chuan Park (biasanya kita nginep di sini, tempat yang penuh memory bagi gue dan keluarga besar), dan kebetulan Engkong-Ama juga datang dari Jakarta, jadi gue berkunjung dan Ama masak kwetiau goreng. Asikk… ^^ kita ngobrol-ngobrol sampe siang.

Memories....

Full of Memories....

Dari Chuan Park kami mikir mau jalan kemana, supaya bisa jalan-jalan sekaligus ga terlalu jauh sampai ke kampus nanti sore, akhirnya memutuskan ke Jurong Point. Sempat beli baju, window shopping, dan makan dulu di Din Dai Fung. Akhirnya jam 4.30 kami naik MRT turun di Pioneer, dari sini seharusnya ada shuttle bus yang langsung menuju ke NTU.

Sudah beberapa menit menunggu tidak ada pula bus yang dimaksud, akhirnya kami naik taksi ajalah biar gak telat. Siapa sangka ternyata uncle-nya sangat menyebalkan. Gue udah kasih map untuk ke kampus, tapi dia marah-marah karena ga ada nama jalannya. Meneketehe, di map-nya cuma tertulis Nanyang Avenue, dia masih aja nanya “What avenue??” pake marah-marah segala, kayaknya di situ tidak berlaku istilah “Customer is a King” Haishhh…. -_- “We don’t know, uncle. U please follow the route map. it’s only Nanyang Avenue.” Yang bikin kesel, awalnya udah dikasih tau tujuan kita, dia bilang dia tau, naik aja. Giliran kita udah naik dia bilang kaga tau, malah dia yang marah-marah. Bhakakaka… Ya udah, akhirnya kita diturunin di bus station belakang tempat pertama, dan jalan kaki balik lagi ke titik semula. Pioneer ^___^ Untung ga terlau jauh. *olahraga sore hari* Muka si pacar udah kusut. ‘O.O’

Sampai di bus station Pioneer, gue tanya sama orang shuttle bus yang buat ke NTU biasanya dimana, dia bilang bener kok disini, tunggu aja. Oke, beneran aja ga nyampe 5 menit busnya tiba. Pelajaran hari ini adalah…Kesabaran akan membawa berkah, coba kalo kita tenang-tenang nunggu bus di tempat tadi, ga perlu keluar duit buat taksi dan ga perlu keluar tenaga berantem sama supirnya.

Dan ternyata, ‘olahraga sore’ tidak berakhir sampai disitu, karena ada olahraga lainnya yang sudah menanti. Kami salah turun!! Bhahaha ini sih kocak… Koko udah bilang, “Ke auditorium, setelah bunderan, stop’an kedua, turun.” Nah, bodohnya gue, sebelumnya ada sesuatu yang menyerupai ‘bunderan’ padahal awalnya gue udah ragu-ragu itu bukan buderan yang dimaksud, tapi entah mengapa gue mengikuti feeling yang salah itu. Jadi stop’an kedua setelah ‘bunderan salah’ itu, kami turun. Tapi kok daerahnya asrama semua ya, ga ada tanda-tanda auditorium di dekat situ. Udah deh, jalan aja, mungkin ga jauh dari situ. Menyedihkannya, jalanan di kampus itu menanjak, tau donk gimana rasanya jalan menanjak, ditemani matahari sore yang mengusik raga, dan peluh yang mulai berdesakan keluar dari kulit tipis kami.

Dan, kok auditoriumnya ga kunjung kelihatan ya, akhirnya ketemu seseorang yang kami duga mahasiswa di sana. “Excuse me, where is the auditorium?” apa jawabannya? “Sorry, i’m not sure. Maybe u can ask the admin, there, Student Service Centre.” Omaigad…dia orang kedua yang tidak mengetahui letak auditorium kampusnya. Padahal kata sepupu gue yang juga kuliah di NTU, setiap mahasiswa baru pasti awalnya ngumpul di Auditorium itu, jadi kalau mereka ga tau, berarti mereka ga pernah ikut acara itu. Hehe… ya, mungkin… Mungkin juga ternyata mereka bukan mahasiswa NTU. *tepok jidak Tien salah nanya orang*

Akhirnya setelah berajalan hampir 30 menit, dengan keringat yang mengucur, kaki yang pegal, muka yang kusut, sampai juga di auditorium yang kita cari-cari. Bagaikan menemukan mata air di tengah padang gurun, ruangan berAC. Adem… 😀

Udah hampir jam 6, untungnya gue langsung ketemu koko&sao2 dan keluarganya lagi foto-foto di depan ruang audi, jadi ga susah nyarinya. Hanya ada 3 undangan yang boleh mengikuti acara wisuda di dalam, jadi kami sisanya tunggu diluar, bagusnya ada kursi-kursi dan proyektor yang menampilkan acara di dalam jadi kami bisa nonton juga, ketika giliran sao2 maju “Eh itu ming2”, “Iya tuh, sao2. yeyyy” Haha… beginilah kalau nonton di luar area. Seru sendiri :p

Tidak lupa gue menghubungi sepupu (Cica) yang tinggal di asrama NTU, ga lama dia datang dan gabung sama kita. Sepupu gue ini juga dashyat karena berhasil mengambil scholarship 100% di bidang Chemical and Biomolecular Engineering. Jurusan yang masih asing di telinga gue, namun gue jamin jasa dibidang ini akan sangat dibutuhkan.

^^”]”]Dd, Mice, Ko Epin, Ming2, Me, Cica, anddd Chloe ^^

Dd, Mice, Ko Epin, Ming2, Me, Cica, and Baby Chloe

Sekitar 2 jam, acara wisuda selesai, ditutup dengan acara foto-foto dan makan malam, snack malam tepatnya ^^ Menyenangkan sekali melihat mereka foto-foto, kegembiraan dan kebanggaan orangtua terlihat jelas di sana. Yap, ga ada yang lebih membahagiakan orangtua daripada ketika melihat anak-anaknya berhasil.

Gadungan

Gadungan

30 Juli 2011

Hari terakhir di kunjungan kali ini. Kami mengisi waktu ke Jurong Point (again!), membeli beberapa barang dan makan siang di Long John Silver gue suka Crazy Potatoes nya ^^

Hari mulai sore ketika kita pulang dan beresin koper. Ini yang tidak gue suka dari setiap perjumpaan, yaitu perpisahan 😦 Tapi gpp, karena setiap perpisahan akan ada perjumpaan lagi :p

Koko anterin kita sampe selesai check-in. Tiba di Jakarta, udah kangen aja loh sama baby Chloe…pengen gendong lagi (catet ya: Tien uda berani gendong, meskipun ga lama) :p Take care Ko Epin, Ming2, n Baby Chloe… (“,) see y.

with love,

neiTneiT

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News. Bookmark the permalink.

One Response to 5 Days, 4 Nights In Singapore

  1. michel says:

    menanti trip berikutnya untuk mengunjungi baby chloe yang…
    nice story hahaha meskipun ada saat-saat yang menyebalkannya, terutama TAXI DRIVER, bete abis dah saat itu ditambah perjalanan seakan-akan lg ikutan lomba lari maraton yg tak kunjung ketemu garis FINISH nya. :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s