[INTERMEZZO] PART I, II, III

[INTERMEZZO I]

Telah terjadi sebuah Duel Sihir antara gue dan seorang teman… Dimulai ketika dia mengepost tweet sebuah mantra sihir, yang otomatis mengundang gue untuk membalas tweetnya…

FYI, kalau mau tau arti mantra-mantra yang kami sebutkan di sini, dapat anda lihat di List of Spell. (kayaknya sih ga ada yang peduli…hahahaha)

[si pengundang] @renaldy_tj: Stupefy!

[si pemilik blog] @truetienz: Expelliarmus! RT @renaldy_tj: Stupefy!

@renaldy_tj: @truetienz legilimens!!!

Sectumsempra!! eh ini sihir gelap ya? Boleh pake ga? 😀 (sempet-sempetnya negosiasi) RT @renaldy_tj

@renaldy_tj: boleh aja kok…Protego!!! Expecto Patronum!!!

Petrificul Totalus! RT @renaldy_tj: boleh aja kok…Protego!!! Expecto Patronum!!!

dan….twitwar tersebut beralih ke Bbmwar -__-“

Re (@renaldy_tj): Alohamora! (ga nyambung)

Me (@truetienz): ih Alohamora kan enteng bangettt :))

Re: Ya udah, nih:

Me: Accio Jarum Pentul! Tusuk2.

Re: Accio Benang!

Me: Situ tukang jahit hah?

Re: Confundo!!

Me: Defondio!!

Re: Expulso!!! Impidementa!!!

Me: Expresooo!!! Grande!! *mulai ngaco*

Re: Avada Kedavra!!!!

Me: Curang, avada kedavra itu haram. Boleh pake yang lain kecuali itu. *maksa* Capucino!!

Re: Latte!! Green Tea!! Starbucks!!

Me: Hahaha..Masih aja ya! Frapucino!! *jadi laper sungguhan*

Re: Es Kopi Tubruk! *makin aneh*

Me: Ropang Edi!! Eh… *makin parah*

Re dan Me akhirnya saling mengalah, karena tidak ada yang mau mengaku menang -__-“

Me: Dah ah mo tidur dulu ya.

Re: Ok bye Tien

Me: Lumos!

Re: Ada juga dimatiin Lumos nya.

Me: Oh iya…Somul. Ga tau cara matiinnya. Dibalik aja ya.

Re: X_X

Demikian kisah aneh ini gue sampaikan… Orang aneh memang berteman dengan yang aneh-aneh juga hahaha…

Postingan ini disponsori oleh: Kehadiran Harry Potter and the Deathly Hallows Part II di Indonesia, setelah gue mengutuk dan memaki di sini.

[INTERMEZZO II]

Oh iya, berikut beberapa percakapan yang bikin gue bindeng dan bersuara parau saking sedihnya *maaf lebay*

I. Dumbledore: After all this time, Severus?

Snape: Always…

[cerita di dalam Pensieve ketika Snape menunjukkan patronusnya yang berupa rusa betina, yang mana, adalah juga bentuk patronusnya Lily Potter, orang yang paling Snape cintai]

II. Snape: Hide them all!! Keep her–them…safe. Please!

Dumbledore: And what will you give me in return, Severus?

Snape: Anything…

[lagi, kisah di dalam Pensieve ketika Snape meminta pertolongan Dumbledore untuk menyembunyikan James & Lily Potter dari buruan Voldermort, namun, yapp, gagal…]

III. Narcissa Malfoy: is he alive?

Harry: ……

Narcissa: Draco. Is he alive?

Harry: (ngangguk)

Narcissa: He is dead!

[Harry bilang bahwa Draco masih hidup, jadi Narcissa membohongi Voldemort dan bilang Harry sudah mati, supaya Voldy tidak berusaha membunuh Harry lagi.]

Maksud di sini adalah, tokoh-tokoh yang kita selalu berpikir jahat tentang mereka, ternyata toh mereka memiliki sifat baik dan manusiawi nya juga kan?

Menurut gue, banyak makna yang bisa dipetik dari film ini. Mulai dari Persahabatan dan Rela Berkorban dari tiga sekawan sampai si Neville Longbottom yang di awal cerita Harry Potter dulu selalu menjadi tertawaan karena kepolosannya. Kemudian Cinta Kasih yang begitu mendalam, terpahat dalam peran Severus Snape. Kebencian yang tidak dibalas dengan kebencian, terlihat dari bagaimana Harry menyelamatkan Draco Malfoy dari lautan api di ruang kebutuhan. Kebijaksanaan yang selalu muncul dalam diri Dumbledore. Tidak lupa, mereka juga Menghargai Makhluk Lain selain manusia, tidak seperti manusia sekarang yang gemar mengusir hantu, misalnya.

————————————————————————————————-

[INTERMEZZO III]

J.K.Rowling

J.K.Rowling

J.K. Rowling dan Ajaran Buddha

Lengkap sudah serial kisah ajaib penyihir Harry Potter, semenjak diterbitkannya buku ketujuhnya yaitu “Harry Potter and the Deathly Hallows” (Relikui Kematian). J.K. Rowling (Joanne Kathleen Rowling) adalah tokoh yang memegang peranan paling penting di balik kesuksesan seri Harry Potter. Setelah menciptakan Harry Potter, ia menjadi wanita terkaya di Inggris.

Padahal, sebelumnya ia hidup terlunta-lunta dengan masa depan tak pasti. Jutaan orang jatuh cinta pada karyanya, Harry Potter. Jutaan orang membaca bukunya berulang-ulang. Jutaan orang histeris menantikan kisahnya setiap tahun. Siapa sangka wanita seperti J.K. Rowling harus melalui masa-masa hidup yang sulit sebelum ia mendapatkan kesuksesan. Ibu tercintanya meninggal ketika ia masih remaja. Pernikahannya juga pernah gagal dan ia sendirian harus menghidupi anaknya. Bahkan ia sempat menjadi seorang warga miskin yang mendapat santunan dari pemerintah. Seri pertama Harry Potter juga pernah sempat ditolak oleh sejumlah penerbit. Memikirkan apa makna hidup ini membuat J.K. Rowling sangat menyukai kata-kata Sang Buddha mengenai kebenaran akan penderitaan.

Dalam sebuah wawancara dengan The Times (3 Juni 2000), J.K. Rowling mengatakan, “Semua orang menginginkan kehidupan yang mudah. Tak diragukan lagi hal ini memang benar. Tapi, kalian tahu tentang Empat Kebenaran Mulia yang diajarkan oleh Buddha: yang pertama adalah ‘Hidup ini adalah penderitaan (Dukkha Ariyasacca)‘. Aku sangat menyukai kata-kata itu. Aku suka sekali kata-kata Buddha tersebut. Karena kupikir itu BENAR. Kehidupan memang tidaklah mudah. Namun karena penderitaan itulah yang akan membantu kita dalam mendapatkan kebahagiaan. Mengetahui tentang kebenaran tersebut membantu kita semua dalam menenangkan kekacauan hidup. Lalu ajaib sekali, engkau akan menemukan jalanmu kembali.” J.K. Rowling ingin menyampaikan pada kita bahwa kita harus mau dan siap menderita untuk berkembang. Karena J.K. Rowling sendiri telah mengalami berbagai macam penderitaan dalam hidupnya, namun karena penderitaan itulah, maka buku Harry Potter yang sekarang ini ada!

Menurut Rowling, tanpa perceraian dengan suami pertamanya, mungkin kisah Harry Potter tak akan pernah ada.”Sesungguhnya, buku ini hanya bercerita tentang kekuatan imajinasi. Yang dilakukan Harry adalah mengembangkan seluruh potensi dirinya. Dunia sihir hanyalah analogi yang kugunakan. Meski sihir dan mantra ajaib menguasai seluruh cerita, pada akhirnya buku ini mengungkapkan keinginan manusia yang paling dalam untuk menjadi pribadi yang unik dan istimewa, kebutuhan manusia akan persahabatan sejati dan menjalin hubungan yang akrab dengan makhluk lain, serta kemampuan manusia melihat kekuatan sebuah kebaikan ketika melawan kejahatan,” demikian tegas Rowling.Tak diragukan lagi Rowling telah melalui masa-masa gelapnya dan menggapai sukses lewat tujuh seri Harry Potter. Tampaknya Rowling juga memahami Kebenaran Mulia keempat yaitu: “Ada akhir dari penderitaan (Dukkhanirodha-ariyasacca)“.


Catatan:

Kita adalah penggemar Harry Potter, sedang J.K Rowling adalah penggemar Empat Kebenaran Mulia (Empat Kesunyataan Mulia) Ajaran Buddha. Inilah intisari kisah Harry Potter. Sungguh mulia, J.K. Rowling telah membabarkan ajaran mulia yang dikemas dalam kisah yang menarik dan bermanfaat bagi jutaan pembacanya di seluruh pelosok dunia, dan semua itu berlangsung tanpa atribut keagamaan. Inilah penerapan Dharma yang nyata dan hidup di tengah-tengah kita semua.

Sumber: Sini

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s