Paralysis again and again…or…Ketindihan?

Pertama kali gue rasakan kelas 1 SMU, berarti kurang lebih umur gue 15 tahun saat itu.

Gue mengalami yang namanya tidur, tapi tidak tidur. Dalam arti, mata menutup, badan terbaring, namun badan gue kaku-sekaku-kakunya. Ga bisa buka mata, ga bisa gerakin anggota badan, ga bisa ngomong, tapi bisa mendengar (gue bisa mengatakan demikian, karena tepat pada saat gue mengalami kelumpuhan sesaat, tante gue lagi ngobrol di telepon dengan temannya, dan gue tidak bisa panggil dia untuk minta tolong, padahal beliau tepat disebelah gue).

Itu hanya satu contoh dari sekian banyak yang pernah gue alami. Saat SMU sering terjadi, gue pernah menceritakannya kepada orangtua, mereka mengatakan mungkin ada masalah pada syaraf gue, dan mengatakan gue kurang istirahat. Oke, gue pikir itu ada benarnya, karena SMU memang banyak kegiatan, les ini itu, tugas sekolah, belajar (hanya kalau ada PR dan ujian :p), dan lainnya (baca: jalan-jalan, pergi nonton, jajan-jajan anak sekolah).

Semakin sering terjadi ketika gue kuliah, dan gue semakin meyakini kelumpuhan sesaat yang gue alami itu bukan hanya sekedar kecapekan, atau keanehan syaraf, karena… Karena, setiap kali gue mulai masuk ke dalam (sebut saja) Paralysis, sebagian besar dimulai dari mimpi buruk. Entah mimpi ketemu setan, entah mimpi lagi tersesat di hutan atau pulau asing, entah mimpi ketabrak, entah mimpi jatuh dari ketinggian. Yup, mimpi buruk gue benar-benar bisa dikategorikan sebagai mimpi buruk, bukan? Atau seperti penggalan-penggalan dalam film laris Inception.

Setelah beberapa tahun gue mengalami paralysis, baru mendengar cerita dari teman-teman, bahwa itu bisa jadi kita lagi ‘ditindih’ sama makhluk halus. Makhluk apakah itu? Gue ga tau, dan ga mau tau. Sebenernya ini percaya ga percaya, karena namanya juga mitos kan? Sulit untuk bisa membuktikan sebuah mitos… Namun jika diingat-ingat, hampir setiap kali akan ber-paralysis, gue sebelumnya tertidur dan mimpi buruk, mau ga mau kok gue jadi agak percaya ya dengan mitos-mitos itu? Bahkan sebelnya lagi, dalam satu malam, gue bisa paralysis lebih dari 1 kali. Gelo yah… 

Kronologis dan rasanya gimana sih?

Gini nih, gue ceritain yang paling terakhir gue alami yah…yaitu, Tadi Malam…wohohohoho hihihiihihi (ketawa bak si kunti). Semalem gue mimpi aneh, gue pergi ke sebuah rumah duka di Jakarta Barat, tanpa ada tujuan. Tiba-tiba dalam sekejab gue udah sampe di RD tersebut, catatan: ceritanya gue nyetir mobil. Ketika lagi naik ke parkiran, loh kok rumah dukanya gelapppp banget…kayak mall yang udah tutup gitu loh, ga ada tanda-tanda kehidupan, yang ada hanya sederetan mobil jenazah warna putih, dan mobil gue yang berwarna hitam itu. Langsung donk gue kaget dan berpikir, ini udah jem berapa sih?? Oh jem 11.30 malem, pantesan kaga ada orang. Padahal, namanya ruduk mana pernah sepi sih. Iya kan? Nah, dalam mimpi itu ceritanya gue langsung puter balik mobil dan mau ngacir dari RD tersebut, sampai akhirnya gue Tersadar dari mimpi itu, dan….langsung Paralysis kemudian. Berapa lama? Entahlah, gue rasa lebih lama dari biasanya, karena gue perlu bersabar dan konsentrasi. Kenapa konsentrasi? Karena kita bisa ‘membebaskan’ diri kita dari kelumpuhan sesaat itu, atau istilah melayunya, ketindihan tersebut.

Caranya membebaskan diri? Konsentrasi. Tunggu sampai kita siap, ambil ancang-ancang di otak, dan hentakan tubuh kita terutama di bagian bahu. Yup, otak memegang peranan penting dalam hal ini. Karena, kita ga boleh tegang, ga boleh panik, dan mempersiapkan diri untuk menghentakan tubuh. 90% usaha gue berhasil, jika terlalu lama terlumpuhkan. Biasanya, gue akan tunggu beberapa saat, kalau paralysis tidak hilang dengan sendirinya, gue akan siap-siap menghentakan tubuh. Gue ga tau darimana cara itu berhasil gue lakukan, eksperimen kayaknya. Karena pernah, saking keselnya ke-kaku-an itu tidak hilang-hilang juga, gue coba-coba sendiri. And it works! 🙂

Apa yang gue rasakan ketika paralysis datang? Badan kaku ga bisa digerakin, pokoknya ga bisa ngapa-ngapain, termasuk buka mata, rasanya badan seperti ada aliran-kesemutan alias keram. Pernah mengalami keram/kesemutan kaki? Saat kaki kita ba’al loh, bukan seperti pada saat kaki ditowel-towel berasa kegelian :p Intinya gitu deh, sulit dijelaskan. Untungnya otak gue masih bisa berpikir jernih (untuk membebaskan diri). Haha… Dan setelah berhasil lepas dari kelumpuhan sementara itu, seluruh badan dari ujung kepala sampai ujung jari-jari kaki, semuanya merindingggggg cuyyy… bener-bener merinding singgggg…seketika gue langsung merenggangkan kaki dan tangan gue, mengusap-usap tangan gue, berasa banget donk bulu kuduk gue bediri semua. -__-” 

Dan setelah itu, gue akan terjaga beberapa lamanya hingga bisa tertidur pulas sampai pagi. Dan malamnya? Bisa saja paralysis kembali hadir. Sampai akhirnya, gue terbiasa sendiri dengan keadaan seperti itu.

Bagi anda yang asing dengan istilah Paralysis, sedikit gambaran itu adalah sejenis penyakit hilangnya kemampuan badan untuk bergerak, karena adanya gangguan pada saraf motoriknya, dan bersifat sementara.

Gue tidak pernah memeriksakan diri ke dokter, tidak pernah juga mengambil pusink tentang hal ini, karena…Terbiasa. Iya sih, emang seharusnya gue memeriksakan diri ke dokter, karena dengar-dengar Paralysis adalah gejala awal dari penyakit tertentu, tapi karena sudah beberapa tahun belakangan ini semakin jarang, gue pikir ga apa2 kali yah…

Dan, jika memang, gue ketindihan, terserah deh ya itu makhluk mau ngapain, tindih ya tindih, tapi jangan mengacaukan tidur gue selanjutnya, karena setiap kali gue berparalysis, dan sebelum membebaskan diri, gue selalu berkata dalam hati “May all beings be happy, yes…’you’ too”

Salam Sehat,

NeitNeit ^^

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News, In Her Mind. Bookmark the permalink.

8 Responses to Paralysis again and again…or…Ketindihan?

  1. dr. Miki says:

    Gue seumur2 3 kali kena paralysis dan emang selalu disertai mimpi. Yang pertama, gue mimpi jatoh dari gedong super tinggi dan pas gue bangun, badan gue ga bisa digerakin; untung ada dede gue yang nabokin pipi gue jadinya sadar. Yang kedua, gue mimpi bermimpi (udah kek Inception gitu) ranjang gue muncul di tempat lain yang ‘menyeramkan’ dan ada dua makhluk yang mencengkram muka gue dan menginjak dada, gue melawan mati2an dan marah2 sama mereka. Ehh… lepas juga.
    Yang terakhir ya di Bali, itu juga gue didatangi dua makhluk besar hitam yang mencekik dan membekap mulut gue, itu juga gue meronta2 dan marah2. Keknya rata2 paralisis terjadi selama semenit penuh.

    Umumnya kasus ketindihan gue disertai dengan mimpi didatangi makhluk aneh yang mencoba mencelakai gue, nah… gue bingung dah tuh. Paralysis ato ‘ketindihan’ beneran?

  2. neitneit says:

    HUaah…bersyukur lah lo punya dd yang ada disitu dan bisa nabokin lu… hahaa tapi gimana caranya dede lu bisa tau lu lagi paralysis?
    IYa, gue jg penasaran itu sebenernya paralysis ato beneran ketindih ya…

  3. montoc says:

    ho ho klo gw beda awal nya gw ga suka ketindihan tapi pas ketindihan sampe 10 x dalam 1 jam jadi gw penasaran apa itu ketindihan ?? nah dapet da artikel ga jelas pokok nya jelasin bagai mana melepas roh dalam badan nah di situ di bilang ketindihan awal proses pelepasan roh ( awal nya serem jadi tambah penasaran ) nah disono di jelasin agar tenang dan ga melawan biar ga bangun nah terus coba bangun pelan2 … nah pas gw coba pas lagi ketindihan wow it works gw bisa lihat badan gw dan gw jalan 2 di dalam rumah gw dan sumpah beda gan warna nyar emang2 gt da padahal ada lampu, gw mentok sampai sana aj karena gw takut ga balik lagi ngerti kan maksud nya…. yo saran gw klo mau nyoba jangan terlalu seneng da karena gw yakin itu bukan dunia kita .. ya buat nambah keimanan aj … selamat mencoba ada apa2 tanggung sendiri ya

  4. Saya kok blom pernah ngalamin seperti itu ya….hohoho

  5. Minwook says:

    hy nama sy uni , 15 years old, sy mau curhat nih. sya bru semalam ketindihan 😥 dan sy takuuuutt banget , rasa nya gk mau bobo lagi , takut trulang 😥 apa yg dilakukan biar tdk trulang lg ? emang sih akhir2 ini sy sering bgadang ><

    • neitneit says:

      hi uni, menurut saya km ga perlu takut, krn ketakutan atas paralysis hanya membuat waktu ‘ketindihan’ jd semakin lama. Dr pengalamku yg dulu sering kualami, lbh baik di saat sperti itu kita berkonsentrasi, rasakan kekakuan yg terjadi, ambil ancang2 dlm pikiran, dan bersama dgn pikiran kita, hentakan badan. Rasanya setelah berhasil menghentakan tubuh, akan seperti kesemutan. Tp kesemutan di sekujur tubuh rasanya. Intiny adalah jangan takut, dan konsentrasi. Rilex. Karena, itu bukan ditindih makhluk halus kok, hanya sistem syaraf kita yg sedang ada something, aku jg ga atau apa. Heheh… Tp katanya kecapekan juga bs menimbulkan paralysis loh.

  6. Pingback: Paralysis, Please Dong! | @truetienz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s