Be Positive. Be Happy.

Hari Sabtu dan Minggu kemarin gue mengikuti sebuah seminar. Ehemm.. Rajin ya πŸ˜‰ Hahaha… Sebenernya, ini harusnya nyokap gue yang ikut, tapi berhubung nyokap ada urusan mendadak, jadinya gue yang gantiin. Yoiii, pake nama nyokap tentunya.

Seminar ini temanya tentang Wealth Acceleration, yang diselenggarakan oleh Nathalia Institute, dengan pembicaranya Nathalia Sunaidi, seorang hipnoterapis yang sudah mempelajari ilmu ini selama 8 tahun terakhir, di bawah bimbingan para ahli dari berbagai negara. Topiknya bagaimana kita meraih kesuksesan yang lebih cepat dengan metode Hypnotherapy. Jadi sebenarnya yang diajarkan di sini adalah bukan tentang bagaimana mengolah uang dan bisnis kita agar cepat sukses, bukan.

Yang diajarkan di sini adalah mengubah pola pikir, dan memahami alam bawah sadar kita. Mengubah belief-belief yang tertanam dipikiran kita selama ini, tentunya yang negatif, yang menghambat diri kita untuk maju. Pernah denger kan istilah, You Are What You Think, jadi apa yang kita pikirkan, mungkin itulah yang akan terjadi! Contohnya: “Saya merasa uang sangat sulit dicari” jika terus-terusan memikirkan hal itu, otomatis lama kelamaan akan tertanam di alam bawah sadar kita, dan kejadian deh…”kok uang susah dicari yah?!” Ini yang harus diubah, pola pikir sebaiknya berisi hal-hal positif, maka hal-hal yang menyenangkan juga akan mengikuti kita bagaikan bayang-bayang mengikuti bendanya.

Gue pernah ada kejadian begini, dan gue ga tau ini termasuk ‘Pikiran’ atau ‘Firasat’. Suatu hari, ketika lagi nyetir mobil tiba-tiba otak gue beraktivitas dan jantung berdegub lebih cepat, perasaan gue kok ga enak ya, kayaknya bakalan nabrak hari itu. Dannn… Bener aja! Paginya mikirin hal itu, sorenya gue nabrak. Sampai sekarang gue ga tau, pikiran saat itu adalah bentuk apa. Termasuk dalam pikiran-buruk-membawa-dampak-buruk, atau hanya firasat? Gue ga tau. Haha…

Yang kita pikirkan saat ini, baik atau buruk, itu semua berkecenderungan membawa diri kita ke masa yang akan datang. Misalnya, kita sering merasa takut untuk maju, takut untuk membuka usaha sendiri, takut untuk menyatakan cinta, takut untuk blablabla. Kemungkinan besar ketakutan-ketakutan itu membungkus diri kita sendiri sehingga kita benar-benar tidak bisa maju dan pada akhirnya, ya kita masih begini-begini aja. Itulah kenapa pikiran positif sangat diperlukan. Mau nembak orang yang kita taksir tapi takut ditolak? Kalau kita mencoba, hasilnya ada 2 kemungkinan, diterima, atau ditolak. Namun kalau kita tidak mencoba, sudah pasti tidak akan mendapatkan cintanya. Iya kan? —> Ini hanya contoh loh, biasanya para wanita enggan melakukannya πŸ˜€

Jadi, tujuan seminar ini adalah untuk membantu orang-orang yang merasa butuh asupan gizi di jiwanya masing-masing, ataupun hanya untuk mendapatkan pengetahuannya. Kalau gue, cenderung penasaran dengan apa itu Hypnotherapy, gimana belajarnya, apa saja yang bisa dilakukan oleh para ahlinya. Kebanyakan orang yang stres akan berujung pada depresi, dan lebih baik segera diobati dengan teknik hypnotherapy. Namun, hal tersebut hanya boleh dilakukan oleh hypnotherapist yang sudah Certified, yang ahli lah pokoknya. Karena, kalau salah mengobati, akibatnya bisa lebih buruk. Beneran.

Hipnotherapy, jangan disangka kayak acaranya Uya Kuya yang menghipnotis si volunteer dan ditanya tentang pacar dan selingkuhannya yaa, atau semacam acaranya Romy Rafael yang dalam hitungan detik dapat membuat korbannya mengikuti semua perintah-perintahnya, bukan…sama sekali bukan.

Nathalia melakukan therapy kepada kami peserta, dengan cara menuntun memberi aba-aba mulai menutup mata, lalu dengan iringan lagu lembut, membuat kita mengimajinasikan kata-kata yang dia ucapkan di dalam pikiran kita. Misalnya nih, kita membayangkan sedang berada di gedung perkantoran yang sangatttt tinggi, di puncak gedung kita tidak ada teras ataupun pegangan di sekelilingnya, dan kita berada di tempat itu, dengan perlahan-lahan mendekatkan kaki kita ke ujung gedung, danΒ  melihat ke bawah, perhatikan apa yang ada di bawah gedung itu. Bayangkan banyak mobil yang lalu lalang, orang-orang yang penuh di jalanan. Perlahan, mulai memundurkan langkah kita, pelan-pelan, sampai kaki kita menginjak tangga untuk kembali ke dalam gedung.

Okay, buka mata! Apa yang anda rasakan saat itu? Saat anda berada di puncak gedung tersebut. Apakah rasanya ingin loncat? Apakah rasanya jantung langsung berdesir? Apakah rasanya kaki jadi gemetaran? Apakah rasanya keringan dingin mengucur? Atau malah tidak merasakan apa-apa?

Beberapa peserta ada yang kasih komentar, ada yang tubuhnya berdesir, ada yang bilang keringat dingin, ada yang bilang ketakutan setengah mati. Gue? Gue membayangkan di puncak gedung itu, sedang berekreasi menikmati angin sepoi, melihat ke bawah banyak mobil yang lalu lalang dan menyalakan klaksonnya, suaranya terdengar sampai ke puncak gedung, orang-orang lalu lalang membawa payung karena kepanasan, ga merasa takut atau gemetaran sih. Tapiiii….tapi, kalau gue benar-benar dihadapkan pada situasi berada di puncak gedung itu, mungkin gue juga bakalan keringat dingin banjir kali yah. πŸ˜€

Satu hal yang gue kagumi dari para hipnoterapis, pembicara, ataupun motivator adalah….Hebat banget yaaa! Mereka sungguh bisa membuat ratusan bahkan ribuan pasang mata tertuju padanya mendengarkan setiap kata-katanya, dan ‘mempengaruhi’ orang-orang untuk mengubah cara pandang dan pola pikirnya, menjadi lebih baik tentunya πŸ˜€ Itulah yang dinamakan public speaking skills. Hehehe…

Banyak masukan yang diberikan, dan yang paling gue ingat adalahΒ  bagaimana kita harus mengerjakan segala sesuatunya sampai Tuntasss! Apa yang sudah kita mulai harus kita selesaikan… (hmmm jika memulai percintaan selesaikanlah di pelaminan ya… Eaaaaa #curcol :p) Contohnya? Dari yang paling mudah dulu deh, membereskan rumah jangan setengah terus ditinggal, tapi diberesekan sampai bersih semua. Toh akhirnya, kita juga yang puas dengan hasil kerja kita πŸ™‚ Contoh lainnya, di bidang pekerjaan, jika pekerjaan kita selesai dan tuntas sampai memuaskan para konsumen, bukankah para konsumen akan dengan senang hati merekomendasikan kita kepada teman-temannya yang lain?

Think Positive!

Kami di-therapy dan dipandu untuk mengeluarkan pikiran-pikiran buruk yang sering mengganggu kita, memancing alam bawah sadar kita untuk melepaskan itu semua. Tidak mudah ya menurut gue, karena alam bawah sadar itu sudah tertanam di diri kita selama puluhan tahun. Namun dengan self motivation dan self hipnotherapy, perlahan-lahan pasti bisa melakukannya. Mengeluarkan pikiran negatif dan menggantikannya dengan pikiran positif serta ‘mimpi’ kita tentang masa depan yang baik.

Agak bingung sih ketika lagi therapy gitu kok ada yang nangis meraung-raung, teriak-teriak, dan sebagainya, mungkin dalemmmmm banget mengingat perasaannya saat itu. Tapi gue tidak merasakan apa-apa, padahal gue serius kok menggali hal-hal yang tidak menyenangkan dan mencoba merasakan kembali perasaan saat-saat itu. Apakah gue orang yang tidak berperasaan? Atau apakah karena hal-hal tersebut tidak membuat gue begitu terluka? Ataukah karena gue tidak suka memendam hal-hal yang tidak menyenangkan? Gue adalah tipe manusia yang, marah ya marah, sesudahnya ya lupa. Haha… (ini bagus ga nih sifat begini?!?!?), dan setelah mengingat hal-hal buruk, kita diminta untuk memasukan impian-impian kita di dalam pikiran dan memory kita, perlahan-lahan menginputnya ke dalam alam bawah sadar. Ingat, You Are What You Think. Be Positive lah gitu. πŸ˜€

Salah satu yang gue pelajari kemarin adalah tentang sifat-sifat orang yang berkecenderungan otak kiri dan otak kanan.

Self test: Bentuk telapak tangan anda seperti sedang berdoa. Bagaimanakah posisi jempol anda? Jika jempol kanan di atas si jempol kiri, berarti anda berkecenderungan otak kiri, dan sebaliknya jika jempol kiri di atas jempol kanan, berarti anda berkecenderungan otak kanan.

Apa sih karakteristik Otak Kiri?

– Verbal dan Respon pada arti kata. Hati-hati berbicara dengan yang otak kiri, karena setiap kata-kata anda akan selalu diingat, jika ada yang aneh atau tidak sesuai kata-katanya, maka anda akan dicecar habis-habisan. Hahaha…

– Berurutan. Orang yang cenderung otak kiri, akan melakukan pekerjaan atau hal lainnya secara berurutan dan sistematis, sesuai prosedur gitu lah bahasa kerennya. Bahasa gaulnya, ‘Kaku’ banget sih?!

– Responsif pada hal logis. Mereka cenderung menggunakan logikanya, bukan perasaannya, jadi ketika 2 orang berbeda kecenderungan otak, yang satu sensitif yang satu pakai logika, maka siap-siap musuhan! Maka itu, perlu belajar cara mengerti komunikasi antar orang-orang ini. Hehe..

– Membuat Perencanaan. Di suatu perusahaan atau keluarga, sangat diperlukan orang yang otak kiri ini, terutama masalah keuangan, jangan sampai tidak ada anggaran bulanan/tahunan malah-malah terjadi pemborosan. Juga perencanaan-perencanaan lainnya…

– Mengingat Nama Orang. Ohowww mengenai ingat-ingat nama, gue jelas bukan ahlinya, apalagi kalau cuma sekali, pasti ga bakalan inget namanya. Gue sadari hal ini, dan mulai belajar untuk menginat nama-nama orang yang baru gue kenal. Pemimpin akan lebih dihormati, dihargai, dan dicintai, ketika dia bisa mengingat nama-nama staff dan seluruh karyawannya. Gue ingin bisa seperti itu.

– Bicara dengan sedikit gerak tubuh. Si otak kiri, jarang sekali menggerakan anggota tubuhnya ketika sedang bicara, “Ini orang kok banyak gaya sih, gerak mulu?!”, mungkin begitulah ucapan si otak kiri kepada si otak kanan :p

– Tepat Waktu. Menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktu yang telah direncanakan, selalu datang tepat waktu, dan time is money!

Lalu, Apa sih karakteristik Otak Kanan?

– Visual dan Lebih respon pada nada suara. Mereka yang cenderung menggunakan otak kanan, akan mengingat apapun yang pernah mereka lihat. Mereka juga sensitif loh, jika bicara dengan nada tinggi atau nada sedih, mereka lebih cepat merasakan. Yoii, perasaannya halus, cing…

– Random/Acak. Pernah ada teman atau keluarga yang acak-acakan dalam mengerjakan seusatu? Tidak berurutan, dan melakukan apapun sesuai apa yang sedang terlintas di pikiran mereka. Misalnya lagi ngobrol panjang lebar, tiba-tiba dia teringat akan suatu topik dan langsung mengubah topik pembicaraan kalian? Ya…mungkin dialah si otak kanan. πŸ˜€

– Responsif pada hal yang menyentuh emosi. Akan sangat terasa jika sedang berada di lingkungan orang-orang yang lebih suka pakai logika, seseorang dikatain “ihh, sensi banget sih lo.” Atau lagi nonton film sedih terus mudah terisak-isak?? Gue…sesedih apapun tu film kayak My Name is Khan, kaga ikutan nangis. Tapi, banyak penonton di bioskop terutama wanita kok sampe sesenggukan gitu. Itu kan cuma film!! (iya, logika gue mengatakan, ngapain nangis gara-gara nonton film). Eits, namun emosi di sini juga termasuk bagaimana mereka bisa mengekspresikan kegembiraan mereka, atas diri mereka sendiri, maupun orang lain. Bener deh. Ini juga mengapa orang yang kecenderungan otak kanan lebih mudah berteman, dekat dengan anak kecil, dan disukai banyak orang.

– Impulsif/Langsung Action. Mereka yang adalah tipe orang yang sangat kreatif, imajinatif, dan ekspresif. Bagaimana ide-ide dalam otak mereka bisa dengan mudahnya menyeruak keluar menjadi objek yang nyata, di samping hanya sebuah ide, ide, dan ide. Karena mereka lebih senang langsung bergerak melakukan sesuatu daripada berlama-lama menyusun rencana, yang pada akhirnya belum tentu terlaksana. Yup, sebagian menyebut mereka gegabah, sebagian menyebut mereka sangat Aktif dan kreatif. Dan ketika kita mampu berpikir out of the box, maka bisa dipastikan bahwa otak kanan kita telah berfungsi πŸ˜€

– Mengingat wajah orang. Mungkin kita kenal wajahnya, namun tidak ingat namanya. Sampai pada akhirnya kita sok-sok ngobrol panjang lebar, hanya untuk memancing dia mengungkapkan jati dirinya dan namanya. Hehehe… Trik ini sering gue gunakan kalau ngobrol sama seseorang yang lama tidak berjumpa dan gue tidak ingat namanya…sebagian berhasil. sisanya…gagal aja gitu πŸ˜€

– Memakai gerak tubuh pada saat berbicara. Sebagian menyebut mereka pecicilan, sebagian menyebut mereka ekspresif, sebagian menyebut mereka ramah. Yapp, jangan GR deh kalo sesekali ditowel sama cewe kalo kalian lagi ngobrol seru. Bukannya cewe itu genit, mungkin dia adalah tipe otak kanan yang saking serunya ngobrol, secara reflek menggerakan anggota tubuhnya. Mereka juga orang-orang yang pintar berbasa-basi dan mengambil hati lawan bicara. Sales, marketing, hire mereka jadi team anda! πŸ™‚

– Kurang Tepat Waktu. Ehem… Gue sedikit merasa tertampar dengan pernyataan ini, Hehehe… Gue, sering mengulur-ulur waktu sehingga menyimpang dari jadwal yang telah ditetapkan. Untungnya, gue menyadari hal ini, dan siap untuk berubah πŸ˜€

Beginilah kira-kira garis besar perbedaan antara si otak kiri dan otak kanan. Setiap orang memiliki keduanya, dan sering menggunakan keduanya, namun tidak semuanya digunakan secara seimbang. Banyak yang lebih cenderung menggunakan otak kiri, dan sebaliknya. Tidak heran kenapa para orangtua sekarang ini senang menyertakan anak-anaknya untuk les musik terutama musik klasik, atau apapun yang berhubungan dengan seni. Karena, aktivitas seni yang dilakukan dapat membangkitkan otak kanan yang kadang tertidur pulas. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan fungsi otak kiri dan otak kanan.

Gue, adalah si otak kiri yang senang berimajinasi dan memiliki khayalan tingkat tinggi, gue adalah si otak kiri yang cenderung boros, apalagi jika berhubungan dengan toko kaset dan konser musik. Tapi gue memang tipe orang yang cenderung kaku, gue suka bekerja di tempat yang rapih, dan jelas tertata apa yang akan gue kerjakan, makanya gue selalu menyiapkan checklist.

Nah, kalau mengenai menulis blog…otak apakah yang digunakan? Menurut gue, menulis blog menggunakan otak kanan pada awalnya (saat produksi), dan otak kiri sebagai akhirnya (proses finishing). Hehe… Gue akan menulis menurut apa yang sedang diingat, dan tidak memperhatikan tata bahasanya. Ketika semua bahan tulisan sudah tersalurkan, gue akan membaca ulang dan memperhatikan tata bahasa serta tanda baca yang lebih baik, jadi menulis blog, adalah salah satu upaya menyeimbangkan keduanya. Betul? πŸ™‚

Yah, pokoknya seminar Wealth Acceleration selama 2 hari itu, sangat berguna bagi gue. Banyak yang bisa gue serap dan pelajari. Thank you Nathalia Sunaidi! πŸ™‚

Be Positive

Be Happy

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News, In Her Mind. Bookmark the permalink.

5 Responses to Be Positive. Be Happy.

  1. mARINA says:

    gue otak kiri, tapi sepertinya logika kurang jalan.. >.<
    Nice blog anyway, Tien, like usual.. ;p

  2. Marina says:

    gue tipikal otak kiri yang logika nya kurang jalan.. >.<
    Nice post anyway, Tien, like usual.. :p

  3. Novy says:

    Absen otak kiri.. πŸ™‚
    Mami-mu mantab juga, ikut seminarnya pengembangan diri.. *thumbs up, tante*
    Nice, Tienn…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s