[Review] Breking Daun

Kemarin gue nonton Breaking Dawn. Akhirnya jadi nonton juga, setelah sebelumnya gue kirim broadcast ke teman-teman bahwa gue ga bisa nonton, dan berharap ada yang menggantikan gue nonton. Hehe… Maaf yah SNW, tiketnya ga jadi gue kasih :’)

Gue bukan pecinta Twilight Saga, tapi gue juga tidak anti terhadap kisah ciptaan Stephanie Meyer ini. Dan tentu saja, jika dibandingkan dengan seluruh serial Harry Potter maupun Lord of the Rings, beda banget tingkat kecintaan gue. Hehe..

Makanya gue menjadi agak mengernyitkan jidat, ketika gue dan pacar, kemarin nonton di XXI Taman Anggrek dan duduk sebelahan dengan 2 orang wanita yang tampaknya….Fans fanatik Cullen. Kenapa gue bisa berkata demikian?? Karena ketika film ini baru dimulai, mereka berdua udah berisik ngebahas film ini, berlanjut ketika adegan Edward dan Bella menikah di kebun, 2 wanita ini menahan napas sambil berkata “oh my god, romantis banget…ganteng banget…” Busetttttt…. Gue sontak mendongak ke sebelah kiri. Dan apa yang gue lihat? Mereka bukanlah Abege. Mereka bukan remaja yang lagi gemar sama cowok ganteng. Mereka adalah….Wanita dewasa, yang keliatannya sudah cukup berumur untuk dikatergorikan sebagai abege.

Hahahaha gue cuma bisa geleng-geleng ke arah pacar, dan dia pun hanya bisa tertawa-tawa. Kemudian, saat adegan Edward dan Bella lagi berenang tanpa baju di laut dengan bulan purnama penuh, kedua wanita itu heboh sendiri… “wuihh, wah…gua mauuuu..” Et dahhh…. -___-” kenapalah konsentrasi nonton gue jadi sangat sangat terganggu dengan ocehan mereka. Sampai pacar menawarkan “Tukeran tempet duduk sama aku aja deh.” Ga usah deh, percuma. Hahaha… Cukuplah ada hiburan di bioskop saat itu :p

Secara keseluruhan, filmnya bagus-bagus aja kok, biarpun kebanyakan Kissingnya. Ya, kita semua tahu kan, twilight saga memang agak mengumbar adegan kissing, jadi ya sudah dimaklumi saja. Pokoknya, jangan bawa anak kecil nonton film ini 😀

Breaking Dawn…gue uda pernah baca novelnya sampai selesai, dan seperti biasa, alur ceritanya lebih cepat dibandingkan yang di novel. Tapi gue tidak kecewa, karena inti ceritanya tetap dijalur yang tepat, atau lebih tepatnya, gue agak lupa cerita di novel, jadi ga sadar kalau ada cerita yang dilewatkan.

Inti dari segala inti, kemarin itu adalah tepat 5 tahun gue jadian sama si pacar, dan kami merayakannya dengan…NONTON BREAKING DAWN Part I. What a ‘romantic’ night, isn’t? Hihihiihi…. Cc: dr. Miki Sensei (Si Anti Twilight Saga)

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News, In Her Mind. Bookmark the permalink.

4 Responses to [Review] Breking Daun

  1. dr. Miki says:

    Keknya, niat kencan lo berdua dihancurkan ama tante2 girang di sebelah lo pade… alamakjang. Gue ampe serem baca blog lu. Hahaha…

  2. michel says:

    Hehehe wuih lgs masuk blog, smoga bsk2 kl ntn lg gk dpt tetanggaan yg alay ;p
    ilu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s