[Behind The Scene]: 7th Global Conference on Buddhism by JLawren ~ Part 2

Tien-Tien: Melanjutkan kisah hari pertama… Inilah sekuel (hari kedua) cerita Behind The Scene of 7thGCB versi Jeremy Lawrence. Enjoy…! Kembali, tulisan ini adalah milik Jeremy, dan jika ada tulisan warna lain, bisa dipastikan itu adalah tanggapan saya. Cheers!

Sunday, 11 December 2011 – 7thGCB Day 2

Yak! alarm berbunyi sesuai dengan di perkirakan jam 6.00 – tapi tampaknya ranjang hotel masih belum mau lepas. Hahaha. Akhirnya bangun juga jam 6.30. Lepas dari kemelekatan sama ranjang dan langsung mandi dan sikat gigi. Nikmat banget deh mandi air hangat 15 menitan – rasanya badan kayak diisi ulang. Hahaha.. Untung ga ketiduran lagi di kamar mandi. Ko Arya masih belum lepas dari ranjang, emang si ranjangnya empuk banget, sayang saking capenya ga sempet foto-foto. Agar tidak tunggu-tungguan, maka saya pararel ke kamar 409 duluan untuk menyiapkan barang-barang.

Setelah perjalanan singkat dari 504 ke 409, ci Sisi dan Desy sudah ready. Yak ada 1 lagi yang masih sibuk mandi – Erika. Kemudian beberapa saat ko Arya juga sampai, di sini sih sempat berdebat untuk breakfast, soalnya dengan pengalaman, biasanya 1 kamar hotel dapet 2 jatah breakfast – tapi kita khan berlima dan waktu sangat mepet. Saya sempat mengeluarkan statement keren “Udah, saya aja yang ga makan. Ci Sisi makan ajah.” – soalnya ci Sisi sudah kelaperan katanya. Lalu saya dan ko Arya turun duluan karena seperti biasa para wanita lebih lama beres-beresnya. Hahaha…

Sampai di lobby, ujung-ujungnya saya menelan ludah sendiri. Yak! Benar –saya jadi ikutan makan nih. Sorry ya ci Sisi. Hehehe.. dah lama nih ga nyobain breakfast di hotel. Ya seperti hotel pada umumnya, tapi kali ini yang makan kebanyakan Bhante dan Speaker, mungkin karena beliau-beliau tidur di hotel ini juga.

Kami makan cepat saja, langsung ambil piring, nasi kuning, cumi goreng tepung, sosis dan kentang goreng tepung yang banyak tambah orange juice, dan kebiasaan kalo breakfast di hotel selalu mesen omelete, –> Jer, STOP IT!! *ngecess* lalu kita duduk di meja paling ujung.  Baru juga duduk, ternyata ada Ajahn Bram dan Ajahn Bhramali sedang breakfast juga di sisi sebelah kiri saya.

Sempat tercetus ide untuk foto, tapi nunggu-nunggu setelah makan dan posisinya saat itu sedang buru-buru. Jadi deh berusaha makan dengan cepat agar ada spare waktu untuk foto-foto, tapi emang karmanya belom sampe, baru juga makan 3 suap, para bhante langsung bangun dan jalan keluar resto. Yaaah! Pupus sudah harapan kali ini untuk minta foto. Tapi gpp sih, secara kekecewaan hanya sesaat karena omelete pake kejunya tuh enak banget –> Tetep loh dia! Sebenernya kalo lama pasti nambah nih omelet keju, tapi karena buru-buru udah deh kita jalan ke Balai Kartini –byee omelete keju, mungkin besok-besok saya coba buat sendiri di rumah.

Hanya perlu 5-10 menit untuk sampai di Theater Balai Kartini. Cuaca sangat indah hari itu, dan yang mengejutkan lagi – para usher sudah siap untuk melanjutkan acara –> Ehemm…*angkat dagu* Padahal para usher khan mustinya rata-rata berangkat dari Kelapa Gading – jadi malu nih, secara yang nginep di hotel datangnya lebih telat.

Waktu menunjukkan pukul 7.10 pagi – langsung saja saya keluarkan laptop pamungkas dan pasang lagu pagi – emang sih kelihatannya saya kayak DJ padahal masang lagunya tuh lagu dari CD Hening yang notabene isinya lagu-lagu instrumental untuk relaksasi. Tapi kali ini di bagian FOH, singgasana saya, ribet untuk mengurusi koneksi dengan laptop depan karena ada pembicara yang ingin menggunakan ppt’nya sendiri dan kali ini tidak ada coffee break antar sesi.

Sesuai jadwal, sesi pertama hari ini akan di bawakan oleh Ajahn Brahm yang membahas tentang “Living without Guilt and Regret”. Kali ini sudah ancang-ancang tidak akan meleset jadwalnya karena tidak perlu menunggu untuk melakukan acara pembukaan seperti kemarin.. ehhh, si Dania MC kita malah hilang, tidak ketemu di mana-mana.

Desy langsung kalang kabut nyariin, berisik banget di HT. Akhirnya on-time juga acara di mulai pukul 8.30. Sang MC muncul kali ini dengan mengenakan dress hitam dan highheels yang tidak kalah tingginya dengan yang kemarin. Karena masih pagi dan pikiran yang melayang-layang, inti dari topik ini pun tidak didengarkan, malah jadi foto-foto – kayaknya sih sepanjang acara tidak sempet konsen mendengarkan topik apapun hehehee.. –> Lahhh….jadi di postingan ini beneran gak ada ‘isi’ dhamma yak?? -__-

Ajahn Brahmavamso

Ajahn Brahmavamso

Hari ini badan saya sangat fit – mungkin karena semangat hari terakhir, jadi harus berakhir dengan happy ending dong!

Ternyata harapan dan keinginan tak sesuai dengan kenyataan. Setelah sesi pertama dengan Ajahn Brahm, Kali ini yang memperkenalkan speaker selajutnya adalah moderator Hendra Lim, which is… belom pernah ketemu dan introduce speakernya sangat cepat. Sesaat ketika Hendra Lim introduce pun sebenernya saya tidak siap, namun kali ini dia hanya menyebutkan nama dan tidak ada profile background sesuai di slide yang sudah di persiapakan seperti kemarin – di sini saya panik banget.

Ko Arya sempet mangil di HT “Slide Intro mana, Jer? Lagi Introduction nih!!”. Dan sialnya lagi orang Video wall tidak siap juga, dia kebinggungan melihat saya yang lagi panik. Belum juga selesai memunculkan slide introduction speaker pertama, moderator sudah memangil speaker kedua dan tiba-tiba selesai. Langsung deh –nyesss, kayaknya ada yang drop di dada saya ini. Langsung deh say “Sorry” ke ko Arya. Sempet down ketika ko Arya naik ke FOH gara-gara kesalahan tadi. Mana orang video wallnya salah nampilin gambar pula.

Ga di marahin sih, tapi memang kenyataanya pak Hendra Lim itu cepat sekali memperkenalkan speakernya. Ya sudah, video wall itu diset ke kameramen semua saja. Pusing.. dan saking pusingnya saya mengeksplorasi lingkungan theater, sambil foto-foto, ini ada ko Victor Osman dkk dari BFI.

Be Happy!

Be Happy!

Kali ini sesi dengan topik “Meditation for working people” oleh Dr. Wong Yin Onn – beliau benar-benar hebat, sangat baik dan bahagia gitu. Tampaknya beliau benar-benar ‘practice what he preach’. Lalu dilanjutkan dengan topik “Metta meditation to overcome ill-will” oleh Ajahn Sujato yang cukup dalam tentang meditasi. Kalau tidak salah di sini sempat ada meditasi sekitar 5-10 menit. Benar-benar praktik dhamma langsung. Semua lampu dimatikan dan suasana langsung tenang, meditasi pagi benar-benar nikmat – walaupun saya tidak ikutan karena masih stress sama mistake tadi tapi kayaknya ko Arya ngirim metta deh soalnya dia ikutan meditasi. Hahaha…

Perkenalkan: Ko Arya

Perkenalkan: Ko Arya

Karena ada beberapa kesempatan emas untuk kabur, dan acara sudah berjalan normal, maka saya kabur ke ruang Anyelir dan Balcony, biar bisa lihat-lihat. Ternyata ushernya pada rajin, masih jaga di luar sebagian. Sisanya malah nongkrong di balkon atas.

Lagi Ngapain?

Lagi Ngapain?

Itu foto-foto tersangka yang lagi enjoy di balkon! Hahaha… masih banyak sih, cuma ambil ‘tersangka’ yang paling manis aja deh. Oh iya, kali ini kita kedatangan photografer kawakan bernama Ricky Osman.

Ricky Osman

Ricky Osman

Kalo ga ada dia, panitia ga bakalan terdokumentasi, asik! Akhirnya saya sempat difoto walaupun berasa aneh juga yah lagi deg-deg’an malah di foto-fotoin sama si Ricky.

Lanjut ke acara, setelah sesi tanya jawab – ada lunch break sekitar 60 menit. Yak! Kali ini susah untuk keliling-keliling lagi, karena selanjutnya ada speaker yang mau menggunakan laptop di stage. Ini dia pembicara yang saya tunggu-tunggu dari kemarin Ms. Angie Monksfield – ternyata sesuai dengan dugaan, orangnya sangat tegas dan perfeksionis. Beliau mau agar cahaya diatur ke arah penonton agar beliau bisa melihat penontonya, selain itu juga mau test slide presentasi dan semuanya harus ready!

Setelah selesai menyiapkan laptop dari depan, kali ini bisa lunch bareng anak-anak BFI di ruang Anyelir karena semua perserta makan di lantai 2. Nah, surprise! Panitia dan usher dapet Burger King buat makan siang. Mantap nian, kapan lagi panitia bisa makan seenak ini – biasanya cuma makan nasi kotak, kali ini benar-benar karma baik berbuah yah! Hehehe… –> Bener banget Jer, ayo ngaku u ambil berapa porsi? 😀

Jam sudah menunjukan pukul 12.00, dan lunch break sudah hampir selesai, saya pun kembali ke FOH untuk siap-siap – kasian selama hampir 60 menit lagunya cuma muterin lagu Beautiful Heart Peaceful Mind (BHPM) yang dinyanyiin ci Devi Chayadi. Ketika acara sudah mau dimulai, kini giliran saya untuk unjuk keahlian dalam ganti menganti slide. Karena akan ada presentasi “Pintu Belajar” dan itu agak cepat perubahannya. Btw, itu bukan saya saja yang mengatur, tapi karena saya yang harus bertanggung jawab, boleh lha keren dikit.

Ketika mau menyalakan video, ehh Lagu BHPM ci Depi belum dimatikan jadi agak kedengeran. Bikin pening aja, untung ko Arya langsung kasi tau “Jer, lagunya Jer, lagunya!!” tapi hanya beberapa detik sih, selanjutnya kita nonton video tentang Pintu Belajar. –> Pintu Belajar adalah sebuah organisasi non-profit yang dibentuk oleh Buddhist Fellowship Indonesia dengan tujuan untuk membantu dan mengingkatkan pendidikan anak-anak di Indonesia, terutama mereka yang kurang mampu.

Pintu Belajar

Pintu Belajar

Videonya sih keren lho! Soalnya saya yang muterin, setelah video selesai, langsung kembali ke slide introduction – disertai tepuk tangan yang panjang dari seluruh peserta dan panitia di dalam ruangan. Sempat sih kepikiran “Thank you, thank you all!” *lho? – hahaha itu hanya pikiran liar saya saja, orang belakang layar mana pernah dikasih tepuk tangan. –> *Plok plok plokkk…Awesome*

Selanjutnya, dalam conference ini ada 3 master dari 3 sekte yang berbeda yaitu Theravada, Mahayana, dan Vajrayana yang diwakilkan oleh Ajahn Brahmali, Venerable Hueiguang dan Ringu Tulku Rinpoche, dan membawakan topik “Death and Rebirth”.

Berikutnya pembicara yang paling saya nantikan Ms Angie Monksfield – beliau ini, dari introductionnya saja udah beda banget, selain seorang satu-satunya speaker wanita di acara ini, beliau ternyata seorang CIO (Chief Information Officer) di perusahaan penerbangan Singapore yang merupakan sebuah jabatan tinggi untuk bidang IT! Gak nyangka aja seorang wanita bisa menjadi CIO, lalu dia membawakan topik tentang “The Price and Rewards of Leadership” – kali ini saya pribadi memang memperhatikan, beliau ternyata cukup humoris dalam membawakan topik ini, pertama-tama bercerita tentang beliau yang menjadi ‘Bogus-Monk-Buster’, bagaimana beliau membasmi bhante palsu di Singapore yang biasa keliling-keliling minta dana. Lalu presentasi tentang leadership yang cukup dalam dan to the point.

Lalu topik selanjutnya “Going With the Flow or Changing the Flow” oleh Bhante Khemida, pengarang ‘Abidhamma Made Easy’ sempat ada yang menitipkan video introduction untuk Bhante Khemida namun ditolak karena sangat panjang (10 menit) – Beliau tampaknya sangat fasih berbahasa Indonesia dan Inggris, mungkin karena sering keliling berbagai negara untuk membabarkan Dhamma. Sejauh yang saya dengarkan, beliau adalah orang yang senang bercanda.

Sesi terakhir tentu saja dibawakan oleh Ajahn Bram dengan topik “The Key to Harmonious Relationships Within and Amongst Buddhist Organizations” – saya hanya ingat keynote dr Ajahn Brahm yang “I like to be last speaker, because I’ve the closing remarks” –  lalu dia bercanda dengan membawakan cerita-cerita lucu tentang ‘Why you gamble?’ dan beberapa cerita lainnya yang cukup menghibur. Di sesi tanya-jawab, ada yang bertanya bagaimana untuk memperbaiki hubungan antara orangtua dan anak, karena sang orangtua sering menghukum si anak, sehingga anak tersebut menjadi ‘jauh’ dengan orangtuanya. Sedikit yang saya ingat, Ajahn Brahm mengatakan “Do not Punish them for things they did wrong, but give them Reward for things they did right.”

Dan akhirnya setelah sesi tanya jawab yang cukup panjang – 7thGCB akhirnya selesai!

Setelah penutupan oleh MC Dania, perserta 7thGCB pun langsung keluar dari ruangan – dan terlihat barisan VVIP dan VIP masih bersalam-salaman di depan. Langsung ada aba-aba untuk foto bareng seluruh Panitia. Karena saya dianggap panitia baju batik – jadi deh ikutan foto. Lalu diikuti oleh para usher dan security.

Panitia dan Team Acara bersama Para Guru

Panitia dan Team Acara bersama Para Guru

Leader Usher

Leader Team Usher

Show Director

Show Director

Usherssss....

Usherssss....With AJAHN BRAHM!!

Gee Gee Gee Gee Baby Baby Baby

Gee Gee Gee Gee Baby Baby Baby

Begitulah acara ini secara resmi selesai. Tapi cerita saya belum berakhir di sini, ya, setelah beres-beres, kami langsung ngumpul lagi, kali ini kumpulnya di ruang Anyelir untuk briefing kapan makan-makan barengnya. Hahaha… Akhirnya akan diadakan Sabtu 17 Desember nanti, karena sudah malam dan capek semua. Oh iya di sini ada ci Heltien foto bareng sama saya, hanya satu-satunya nih foto berdua – mungkin dia takut dikira selingkuhan kali yah. Hihihi.. –> Iya donk Jer, sesama penulis di Blog ini harus punya foto berdua! Apa kata dunia kalau ‘tuan rumah’ gak ada foto bareng ‘tamu undangan’nya? hehehe… Ho oh, saya mengundang Jeremy untuk menulis di sini…tujuannya, ya untuk berbagi cerita Behind The Scene of 7thGCB, dan supaya dia gak bikin puisi galau melulu! :p

Duet Bloggers Amatir :D

Duet Blogger Amatir 😀

Ketika usher pulang, sebagian ada yang ngumpul makan masing-masing – kita? Kita diajak makan dong! Di invite ke Kembang Goela resto di deket Amarin which is mahal banget. –> Another *ngeces* session.  Akhirnya bisa foto sama Ajahn Brahm walau dari belakang. Hehehe..

Ini 'maksa' foto bareng namanya, Jer -_-"

Ini 'maksa' foto bareng namanya, Jer -_-"

Lalu ada ko Heru sama ci Dania yang datang dan mulai lah kita makan! Ternyata ko Heru pernah jadi ‘Chef’, tapi emang terlihat kok hobby makan – dan dia adalah ‘Dewa Dapur’ di BFI, pantes dijadikan panitia akomodasi. Ternyata Erika masih bisa kalah banyak makanya sama ko Heru. Hehehe..

Erika dan Ko Heru

Erika dan Ko Heru

Next but not least, kita sempat foto bareng Dr Wong dan ko Irvyn. Tapi sebelum bubar akhirnya dapet juga foto bareng Ms. Angie Monksfield! Akhirnya!!

Jeremy with Ms Angie Monksfield

Jeremy with Ms Angie Monksfield

Setelah itu kita balik ke hotel dan pulang ke rumah. Sebenernya saya ga langsung pulang sih.. Karena motor masih ada di rumah kedua – Vihara – duh, motorku sudah butek nih berapa hari di inepin di vihara, padahal saya nginepnya di hotel berbintang 3, mustinya saya bawa tidur tuh.

Sampai di rumah sesuai dengan prediksi jam 11, langsung mandi dan tidur – bahagia banget bisa jadi panitia 7thGCB, semoga masih ada kesempatan untuk tetap berbuat baik! Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta! –> Yup, saya juga senang sekali bisa ikut serta di dalamnya, semoga karma baik kita melindungi kita semua. Kalau ada acara lagi, count me in yak! Semoga semua makhluk, hidup berbahagia. 

Nah, begitulah cerita lengkap dari Jeremy Lawrence…lengkappp banget ya! Inilah kenapa saya kasih judul Behind The Scene, karena memang kita menceritakan yang terjadi di balik layar selama acara, dan ‘isi’ acaranya sendiri malah jadi kurang kami perhatikan. Hehehe… Namun, untungnya ada cici yang baik hati serta rajin menulis, sehingga semua dhamma talk tersebut dirangkum kembali dan dapat kita baca bersama-sama di websitenya ci Inge Santoso, dan terjemahannya di website Buddhist Reborn. Thanks Cici… 😀

Thank you for sharing your story, Jer! 🙂

Dan postingan selanjutnya, Kembali-ke-sayaaaa!! Hehehe…

Disclaimer: Some photos on this post are taken from Ricky Osman and Jeremy Lawrence’s photo gallery on facebook. Thanks!
Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News. Bookmark the permalink.

2 Responses to [Behind The Scene]: 7th Global Conference on Buddhism by JLawren ~ Part 2

  1. Pingback: [Behind The Scene]: 7th Global Conference on Buddhism by JLawren ~ Part 1 | @truetienz

  2. JLawren says:

    mampir, 🙂 bernostalgia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s