Sebuah Maaf dan Pintunya

Sebagian besar dari kita semua, pasti sudah mendengar berita kecelakaan mobil tragis yang menewaskan 9 orang pejalan kaki dan 4 orang luka-luka lainnya (3 pejalan kaki, 1 penumpang mobil), di daerah Tugu Tani pada hari Minggu 22 Januari 2012 yang lalu, tepat 1 hari sebelum hari raya Imlek.

Gue yang siang hari itu lagi dalam perjalanan pulang dari belanja buat kebutuhan imlek, mengetahui berita ini dari twitter, sejenak langsung tertegun dan speechless. Gila. Sadis. Mendadak perasaan gue jadi bad mood.

Jadi, seorang wanita 29 tahun yang mengendarai mobil Xenia dengan kecepatan (yang katanya) 100km/jam di jalan raya, ternyata sedang dalam pengaruh narkoba, alias mabok, dan dia menabrak serombongan pejalan kaki di area itu, bukan hanya sekali, namun beberapa kali gas kencang, sehingga kembali menabrak rombongan lainnya, dan terakhir, menabrak halte bus dan orang-orang yang berada di sana. Mungkin saking maboknya (dan tercampur panik), dia ga bisa bedain mana rem dan mana gas kali yah, sehingga menabrak hingga berulang kali.

Gue mendapatkan video tentang kecelakaan maut tersebut juga dari twitter, karena ada yang share. Di video itu terekam suasana setelah kejadian, dimana para korban sudah berjatuhan, dimana seorang bapak menggendong anaknya yang masih kecil sudah tidak sadar (atau pingsan), duh pokoknya mendingan videonya ga usah disebar-sebar lagi deh. Memilukan sangatt!

Tapi gue tidak ingin membahas si wanita yang mengendarai mobil tersebut. Gue lebih ingin membahas…Reaksi Masyarakat atas kejadian ini.

Gue beberapa kali melihat perkembangan kasus ini di Berita TV, ini sih wajar ya menurut gue, karena namanya ‘Berita’ memang harus menyampaikan sebuah informasi dan berita kepada masyarakat. Namun, menjadi memuakkan ketika infotainment, ikut-ikutan memberitakan kejadian ini di dalam segmen ‘berita’nya, ditambah dengan opini-opini dari beberapa artis tentang hal ini. Woi!! Kagaaa nyambung. Kayak ginian ngapain dimintain opini?? Lahan berita infotainment bukan itu. Jatah berita infotainment itu hanyalah tentang artis-artis dan kehidupan mereka sajalah (dan terkadang berita ga penting pun disiarkan), jangan ikut-ikut menaikkan berita tentang kecelakaan sadis tersebut. Oke, mungkin beda jadinya kalau yang mengalami kecelakaan adalah artis Dangdut kita di Tol Bandung-Jakarta yang lalu (tidak akan gue bahas di sini). Info=Berita. Tainment=Entertainment. Berita seputar dunia hiburan, dan seharusnya menghibur!! Nah, ini?? Hah sudahlah, kalo kebanyakan ngomongin ini gue jadi cape sendiri T.T

Ditambah lagi dengan reaksi masyarakat kita yang ngomongnya juga mulai ngelantur, terutama di dunia maya, termasuk twitter. Apakah ada hubungannya wanita itu nabrak dengan ukuran tubuhnya?? Apakah ada hubungannya kalau kita jalan kaki di trotoar lalu pasti akan ditabrak juga?? Masyarakat itu, mau menyudutkan si wanita, atau mau menjadikan kecelakaan-kecelakaan sebagai lelucon sih? Katanya serba salah, Naik busway digrepe, naik angkot diperkosa, naik taxi diculik, jalan kaki pun ditabrak dari belakang. —> Apanya yang lucu coba?!? *atau tingkat humor gue yang sudah menurun?!* Belum lagi orang-orang mengata-ngatai si wanita itu dengan kata-kata yang tidak sopan. Hey manusia, sadarkah kau bahwa kita semua ini makhluk berdosa? Lebih sucikah kau daripada wanita itu sehingga kau mampu mencaci makinya dengan kata-kata yang kasar?

Ya, dia memang nabrak. Ya, dia menggunakan narkoba. Ya, dia memang sangat sangat sangat bersalah. Ya, dia memang patut, pantas, dan seharusnya dihukum tidak cukup hanya 6 tahun. Ya, keluarga korban pasti sangat membencinya atas kejadian itu. Namun, menurut gue, masyarakat kebanyakan hanya ikut-ikutan ‘membenci’.

Gue ga kenal para korban maupun si wanita itu, namun gue kembali berpikir bahwa…Itu BUKAN KESENGAJAAN dan itu merupakan MUSIBAH bagi korban dan bagi pengendara itu sendiri. Musibah yang disebabkan karena pengaruh narkoba dan minuman beralkohol, memang itu kesalahan si wanita. Lalu??? Cukup sucikah kita untuk ikut-ikutan menyudutkan dia? Tuhan punya caranya sendiri untuk menghukum dan mengasihi umatnya, Polisi punya Hukum untuk mengadili perbuatan wanita itu. Karma buruknya berbuah, entah apa yang dilakukannya di kehidupan yang lalu. Begitu juga kita, entah apa yang akan terjadi pada diri kita masing-masing. Jadi jangan pada hobi ngeblame orang lain, apalagi kita ga tahu pasti kejadiannya.

Kebencian yang ditebar-tebar hanya akan menuaikan kebencian. Kenapa kita ga mendoakan saja para korban dan keluarganya di setiap kita mengingat kejadian itu, daripada menghabiskan tenaga dan waktu untuk ikut ngata-ngatain wanita itu (berikut ngatain ukuran tubuhnya…ga nyambung jek!). Kenapa sih masyarakat Indonesia gemar banget latah? dan paling suka kalo ada yang bisa dibully. Kiranya bakal jadi lebih exist ya kalau mereka ikut-ikutan ngebully? *geramm* *gigit batang pohon*

Lagian gue yakin kok, kalau wanita itu memang adalah orang yang normal, pasti sekarang sangat-sangat menyesal dan mungkin dia sedang merasa lebih-baik-mati-daripada-menahan-beban-menewaskan-sembilan-orang. Dia ga akan bisa tidur tenang sepanjang hidupnya, dia akan selalu dihantui rasa bersalah hingga akhir hayatnya. Yah, itu kalau wanita itu memang waras. Dan menurut gue, itu adalah hukuman yang akan dia bawa selamanya, tanpa perlu ditambah-tambah omongan kasar orang lain. Permintaan maafnya di media pun tidak cukup. Memang tidak cukup, karena dia harus minta maaf secara pribadi kepada keluarga korban. Itu pun masih belum cukup. Dan ga akan pernah cukup.

Hah…sudahlah. Gue hanya mengharapkan para keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kesabaran, dan wanita tersebut dibukakan pintu maafnya (meskipun pasti sulit sekali).

Sabbe Sankhara Anicca…tiada yang abadi…

😦

 

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in In Her Mind. Bookmark the permalink.

2 Responses to Sebuah Maaf dan Pintunya

  1. dr. Miki says:

    Betul banget, Tien. Gue setuju ama opini lo! Udahlah… mau diapain lagi, ini musibah akibat kecerobohan orang. Emang gampang nge-bully orang yang secara penampakkan tidak cantik, entah apa hubungannya coba.
    Begitulah manusia, gak sadar sama diri sendiri. Sama2 orang berdosa tapi saling menghina.

  2. id@ says:

    I agree too with your opinion tien, ok dia salah tp gak gunanya menghujat, ada hukum di dunia ada hukum di akhirat. Trus emang kadang kita2 yang terlalu kreatif, gw ampe liat ada poster fast to NINE dengan pemainya tuh cewe, APA PENTINGNYA COBA? trus pada pasang di profile picture BB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s