You Are What You Think, Sir!

Kemarin gue membaca sebuah tweet dari MetroTV yang isinya tentang,

Marzuki: Pakaian tak Pantas Picu Tindakan Asusila pada Perempuan

dan tanggapan pertama yang langsung terlintas di gue adalah…. Ebuset! Ketua DPR kita yang satu ini emang sering mengeluarkan opini-opini yang membuat masyarakat mengernyitkan kening. Mengernyitkan kening bukan untuk ‘berpikir keras’, namun terlebih pada ‘apa sih cuyyy?!’.

Ingat ucapan kontroversinya waktu terjadi Tsunami di kepulauan Mentawai yang dianggap tidak berempati terhadap para korban? Dan masih banyak komentar-komentar kontroversial lain yang membuatnya menjadi bahan perbincangan di dunia maya, terutama Twitter.

Kali ini si bapak kembali membuat pernyataan asal soal pakaian wanita tidak sopan yang lantas menjadi pemicu tindakan asusila pada perempuan. Oke, gue rasa untuk hal ini, mungkin sebagian besar masyarakat ada yang mendukung pernyataan bapak Juke (macam mobil saja), tapi tidak dengan gue.

Gue seorang kapiten wanita. Gue tidak suka berpakaian terbuka (dingin booo), dan satu-satunya event yang membuat gue berpenampilan lebih terbuka, tidak lain dan tidak bukan adalah saat Berenang (noted!), dan pergi Kondangan. Di sini gue mau tanya, apakah pakaian renang yang notabene berbahan elastis dan membentuk lekuk tubuh wanita, disertai adegan basah-basahan di kolam, adalah sesuatu yang tidak sopan?? Poor you. Apakah pakaian pesta yang juga membentuk lekuk tubuh wanita macam long dress dan mini dress juga memicu hasrat anda, Pak? Oh, Poor you again…

Biarpun gue wanita yang menolak berpakaian tidak-pantas sehari-hari (Btw, pakaian tidak-pantas pun tidak pernah diberi penjelasan, pantas sebatas apa, Bapakkk?), tapi bukan berarti gue menyetujui ucapan bapak Juke ini. Karena, menurut gue istilah ‘You are what You Think’ berlaku juga untuk kasus ini. Okelah, wanita berpakaian seksi memicu hasrat pria untuk BERPIKIR ke-arah-sana. See? BERPIKIR! Itu intinya. Biarpun si wanita berpakaian sopan, tertutup semuanya, kalau si pria udah dari sononya berotak ngeres, ya apapun yang digunakan si wanita tetap aja bisa membangkitkan hasrat si pria. Contohnya, (maaf) para supir angkot yang memperkosa. Orangtua dari mahasiswi Binus (Livia) yang diperkosa dan dibunuh (may she rest in peace), pernah datang ke Vihara Ekayana untuk sharing dan menceritakan kesedihannya. Catat ya, mahasiswi itu baru saja pulang dari kampusnya mengenakan pakaian untuk sidang (yang mana kemeja putih-rok hitam donk!), dan itu pastinya pakaian sopan kok. Jadi, apa yang membuat si sopir angkot tega berbuat sedemikian bejat?? Sudah pasti karena Pikiran dan napsu setan mereka yang gak bisa dikendalikan. Bukan karena pakaian korban.

Begitu juga dengan karyawati yang mengalami pelecehan diangkot D-02, seorang karyawati emangnya dia berpakaian tidak pantas? Emangnya dia berpakaian tidak-pantas segimana sih, sampai sopir angkot melakukan pelecehan tersebut? Sudah pastilah, kembali lagi ke apa-yang-ada-di-pikiran-sopir-sopir itu!

Jadi, jangan cuma bisanya salahin pihak wanita yang berpakaian tidak pantas, jangan bisanya cuma salahin rok-mini. Beresin dulu lah pikiran-pikiran mini kalian. Perbesar kapasitas untuk melihat lebih luas ke dalam diri masing-masing. Emang sih ya, kalau dirinya sendiri masih gak bisa menahan hasrat kalau melihat wanita cantik, atau wanita berpakaian sedikit seksi, jadinya malah salah-salahin orang lain (baca: wanita), dan objek lain (baca: rok mini, dan pakaian lainnya).

Apa jadinya ya kalau orang-orang berotak sempit (baca: ngeres) di Indonesia di Ekspor ke Korea, China, atau Jepang (Ingat, mereka juga sebagian besar berbudaya Timur), gue rasa mereka jadi orang norak, bisa gak tidur 40 hari 40 malam kayaknya, wong wanitanya cantik-cantik dan banyak yang berpakaian ajaib-ajaib gitu kok. Nampaknya sudah terlalu banyak orang menjijikan di negara ini, yang mengelu-elukan kesopanan pakaian wanita namun tidak mampu mengendalikan pikiran dan hasratnya sendiri.

Saat itu gue masih kelas 3 SMP, ketika sopir angkot sial, memegang paha gue. (Godd!! Cerita juga gue akhirnya…) Ketika itu siang hari, gue dan teman-teman lagi beli jajanan di seberang sekolah untuk beli makan siang (ada ekskul setelah jam sekolah), ketika gue dan teman-teman akan menyeberang kembali ke sekolah, ada sebuah angkot yang ngebut dari arah Kembang Kerep ke Notre Dame (Puri Indah, yes, angkot B14!), gue yang lagi berdiri diam menunggu nyebrang, tiba-tiba si sopir angkot yang melewati gue, mengeluarkan tangannya dari jendela, dan seketika menyentuh paha gue, sambil terus melajukan angkotnya, sebelum gue sempat menghindar. GILA KAN??? Sinting!! Gue langsung berteriak dan memaki mereka, namun apa? Suara gue hanya seperti debu yang tertiup angin! Dan emosinya lagi, gue sempat mendengar keparat itu ketawa-ketawa sama teman di sebelahnya. Orang kayak gini boleh gue sumpahin gak sih? Pengen rasanya supaya dia kehilangan tangannya saat itu juga.

Oh Pak Juke, jadi tolong jelaskan ke saya, di mana letak ketidaksopanan saya yang hanya berseragam SMP dan berdiri tegap, namun juga menerima perlakuan tidak menyenangkan dari sopir angkot itu? Hah? Jadi, sekali lagi Pak Juke, pernyataan anda adalah Omong Kosong. Pernyataan anda adalah Kebodohan. Dan pernyataan anda, melukai para-wanita-yang-mengalami-pelecehan-padahal-berpakaian-sopan.

Dan kiranya anda berpikir lagi kalau mau membuat pernyataan mengenai hal ini. You are what you think, Sir!  Thank you.

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in In Her Mind. Bookmark the permalink.

2 Responses to You Are What You Think, Sir!

  1. id@ says:

    pas nulis kyna SEMANGAT 45, keyboardnya gak copot2 kan tien hehe
    emang tuch bapak ngomongnya gak di ayak (aka disaring) ceplas ceplos ky rem blong
    plus gak ada rasa bersalah klo ngomong n anehnya bs jadi ketua hahaha

    • neitneit says:

      hehehehehe iyaaaa pas ngetik ini jari2 gue menari dengan lincah di atas papankunci (keyboard) :)))
      Emang Di, sungguh disayangkan ada orang seperti itu bisa menjadi ketua di Dewan (yang katanya) mewakili rakyat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s