Secarik

Coba ambil tinta

Dan gores aku apapun yang kamu mau

Kamu boleh melukis aku

Atau menuliskan cerita di atasku

Boleh juga menggambarkan not-not balok yang ingin kamu nyanyikan

Coba pilih tintamu

Warna apa yang kamu sukai

Merah? Biru? Kuning? Hijau?

Hitam? Mencampurkan semua?

Atau kamu biarkan tetap putih?

Pilihlah warnamu

Seperti jalan hidup yang telah kamu pilih

Namun hati-hatilah

Ada kesalahan yang tidak bisa dihapus tintanya

Seperti kesalahan-kesalahan di hidup ini yang tak mudah dilupakan

Jangan!

Jangan disobek

Jangan dilecek

Jangan ganti aku

Aku satu-satunya yang kamu punya

Aku satu-satunya kehidupan yang kamu miliki

Warnai sampai selesai

Dan ketika waktunya habis

Selesai tidak selesai harus dikumpul

Selamat mewarnai kertasmu.

Hope

Hope

new piece of paper

new piece of paper

Salah Satu Penghasil Foto

Salah satu fotografer - @jlawren

Colors of Life

Colors of Life

Catatan pendek:

Sabtu, 10 Maret yang lalu, bareng temen-temen dari Buddhist Reborn mengunjungi beberapa rumah singgah di daerah Taman Mini, kita ke Panti Werdha, Panti Bantuan Kejiwaan, dan Panti Asuhan Tunas Bangsa. Banyak yang bisa dipelajari dan diambil hikmahnya daripada sekedar berbagi. Kehidupan ada banyak sisi, dan melihat kehidupan mereka yang sedikit berbeda dengan kita, dapat membuat kita berpikir lebih dewasa dan dalam, bahwa kehidupan tidak selamanya indah, namun juga tidak selamanya menakutkan. Tergantung kita ingin melihat dari sisi yang mana.

Dan pada akhirnya, sebagaimanapun adanya kehidupan yang kita miliki dan jalani, ini adalah lembar kita masing-masing, hargai, nikmati, perjuangkan, dan tuntaskan, sampai waktunya habis dan selesai-tidak-selesai-harus-dikumpulkan.

*muaccchhhh*

Tien-Tien

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News, In Her Mind. Bookmark the permalink.

4 Responses to Secarik

  1. princessoftea says:

    ceceeee.. belum berminat terbitin kumpulan puisi nih? 🙂 bagus2 lho 🙂

  2. neitneit says:

    Mayaa…hehehehe masa sihh? Aku jadi maluu :p Thanks Maya, keep reading ya 😀 untuk skrg terbit di blog ini aja dulu. hihihi…

  3. Pingback: 2013 nya, Kakak… | @truetienz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s