Complaint!

Beberapa hari yang lalu saya dikecewakan oleh salah satu toko kecantikan di Mall Central Park, Jakarta Barat. Toko ini menjual barang-barang khusus kecantikan mata dan bibir. Dengan sebutan ‘pro’ di belakang merk dagangnya, disertai design toko yang terkesan profesional, dan para pramuniaganya mengenakan jas putih.

Ada kepercayaan dan harapan yang cukup tinggi terhadap produk yang mereka jual, saya pun akhirnya membeli produk untuk mata, lebih tepatnya, Penjepit Bulu Mata supaya mata saya kelihatan lebih cantik… *padahal gitu-gitu aja cantiknya…hehehe..* Saya yakin sepenuh hati bahwa produk ini akan tahan lama dipakai dan harganya pun tidak murah, setidaknya menurut gue, tidak murah, meskipun tidak terlalu mahal juga.

Saya menggunakan produk tersebut kurang lebih 1 minggu, sampai tanda-tanda keanehan terlihat. Kenapa penjepit bulu matanya akhir-akhir ini jadi lebih lengket ketika ditekan? Kenapa jadi sering ada beberapa helai bulu mata saya yang nyangkut di sela-sela karetnya?

Dan saya teliti lebih lanjut…Betapa terkejutnya saya, ternyata karet yang digunakan sebagai bantalan penjepit itu, nyaris terbelah dua! Jadi kayaknya nih besi penjepitnya menekan sang karet sehingga karetnya jadi terbelah. Entah besinya yang tajam, entah karetnya yang lemah.

Oke, saya lihat ke dalam diri saya dulu…sekuat apakah saya ketika menjepit bulu mata? Tidak terlalu kencang, karena saya tahu bagaimana caranya menjepit bulu mata, dan saya pernah beli penjepit seperti itu dengan merk berbeda, dan tahan sampai beberapa tahun lamanya sampai akhirnya saya pensiunkan karena gagangnya sudah tidak berfungsi baik, dan membeli yang baru. Dan kenapa…kenapa merk yang tidak terlalu terkenal dengan harga yang relatif lebih murah, malah lebih tahan lama pemakaiannya daripada produk yang ‘Pro’ tersebut?! *sakit hati*

Dengan langkah yang tegap dan ditemani sang pacar, gue mendatangi toko tersebut, tujuannya untuk klaim karetnya saja. Catat: Klaim karetnya saja. Demikian yang gue tahu saat kita membeli penjepit bulu mata, akan disertai 1 buah karet cadangan, tapi sayangnya produk mereka tidak disertai karet cadangan (yang mana saat membeli, gue meyakini bahwa tidak-menyertakan-karet-cadangan-pasti-karena-karetnya-bagus, tapi ternyata saya salah!)

Saya bertemu dengan pramuniaga yang dulu melayani saya ketika membeli produknya, dan langsung ceritakan permasalahannya, saya tanya apakah mereka punya karet cadangannya.

Emosi saya mulai terpancing ketika pramuniaga tersebut menyanyakan kepada (mungkin) person in charge di toko itu, dan si mbak mau memberikan gue KARET YANG DI TESTER!! Langsung saya tersinggung “Maaf ya mbak, yang benar saja saya dikasih karet tester, itu kan bekas dipakai dan dicoba orang-orang!?”  *beda hal-nya kalau pakai penjepit dari makeup artist, ini kan untuk saya pribadi!*

Saya dan pacar langsung samperin si PIC, “Saya baru pakai 7-10 hari, dan karetnya tiba-tiba bermasalah, saya cuma mau klaim karetnya saja, masa kalian sebagai penjual gak menyediakan karet cadangan?”, dan dia malah bilang “Itu tester kita udah dipakai 1 bulan masih bagus kok, mungkin anda saja yang pakainya terlalu kencang, jadi sobek. Nih, lihat saja karet di sini masih bagus.”

Hmmmphh!!!@#$%&# Pacar saya pun langsung emosi dibuatnya “Kami datang ke sini  baik-baik mau klaim, tapi kamu tanggapannya seperti itu! Lagipula, sekencang-kencangnya orang pakai penjepit bulu mata ya gak sampe kayak gitu kali, bu! Jadi, sekarang kalian gimana pertanggungjawabannya? Produknya gak tahan lama begini.”

Dan dia bilang…”Iya, kita bisa kasih kalau TESTER, tapi kalau untuk karetnya kami tidak ada persediaan, karena otomatis kami harus buka kotak baru, dan itu tidak bisa dilakukan kalau tidak ada transaksi pembelian. Nanti stok kami jadi selisih.” Edannn, tanggapan macam apa itu!? Pacar saya langsung bicara, “Ya udah kamu anggap saja itu sebagai retur, kan kesalahan ada pada produknya.”, dan saya sontak langsung marahin dia, “Kalau saya yang jadi pemilik toko, saya berani keluarin 1 buah stok sebagai penggantinya, karena kesalahan ada pada produk yang saya jual. Saya berani bertanggungjawab.  Ohh…jadi sekarang saya tahu, pelayanan kalian sama sekali tidak Pro dan malah nyalah-nyalahin customer.”, dia jawab lagi, “Iya masalahnya kita gak bisa terima barang itu kembali. Itu kan ‘barang pakai’, contohnya aja kalau anda beli BAJU BARU, kan biasanya batas waktu penukaran cuma bisa paling 3 hari, dan itu kan barang yang dipakai.” Bah!! Gila nih orang! Saya makin emosi, “Jadi, kamu mau kasih saya TESTER itu bukan barang bekas pakai???”, dia balas lagi,”Ya kalau mau gitu, anda bicara dulu saja dengan supervisor saya”, “Mana supervisornya??”, “Hari ini tidak datang, coba aja datang lagi nanti.”……….. *speechless ketemu penjual kayak gitu*

Gila banget ni orang, yang ada bikin emosi. Okeh, latihan kesabaran dimulai lagi…

Asli, PIC nya sih ngeselin abis, gak minta maaf sama sekali, setidaknya minta maaf bahwa mereka tidak meyediakan karet, setidaknya dia tidak menyalah-nyalahkan customer atas produknya yang gagal, setidaknya dia tidak perlu pakai perumpamaan beli-baju-baru segala, setidaknya dia tidak memberi saya barang TESTER (yang mana malah membuat saya emosi untuk pertama kalinya di toko itu), setidaknya dia berani menghubungi supervisornya saat itu juga! Dan salah saya juga, seharusnya saya paksa dia buat menghubungi supervisornya saat itu agar masalah cepat selesai, dan ingin saya tegur supervisornya kenapa punya penjaga toko yang ngotot seperti itu.

Sejak kejadian itu, gue malahan belum kesana lagi untuk cari supervisornya, kata sang pacar, “Kalau saat itu supervisornya ada di toko juga sebenernya kita gak tau, kalau sebenarnya wanita itulah supervisornya, kita juga gak tau, iya kan? Kalau masih mau klaim, nanti aku temenin kamu, kita kesana lagi deh.” Dan saya memang ingin ke sana lagi…buat obrak-abrik tokonya menyampaikan rasa kecewa saya terhadap pelayanan yang saya dapatkan, meskipun saya tidak akan memaksa mereka untuk menukarnya dengan barang yang baru.

Di postingan saya tahun lalu, pernah membahas tentang masalah bertanggungjawab dalam dunia bisnis, dan sayangnya, toko mereka tidak memiliki tanggungjawab itu, malahan menyalahkan pihak lain, alias saya, alias si-korban-penjepit-bulu-mata. Sungguh disayangkan bahwa pelayanan mereka tidak sesuai dengan nama mereka yang ada unsur ‘PRO’nya.

“Penjual yang terlalu ‘membela diri’, akan dibenci pembeli.”

~Sekian~

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News, In Her Mind. Bookmark the permalink.

6 Responses to Complaint!

  1. Miki_sensei says:

    Ai… parah banget sih. Gue aja beli penjepit bulu mata di pasar Tanjung Duren masih awet sampe sekarang, padahal merek Nonna (ga jelas banget kan?) Itupun dikasih karet cadangan dan pegangannya kokoh.
    Ah emang beli barang di mall premium itu ga jaminan mutu, berat di merek malahan 😦

  2. Miki_sensei says:

    Ai… parah banget sih. Gue aja beli penjepit bulu mata di pasar Tanjung Duren masih awet sampe sekarang, padahal merek Nonna (ga jelas banget kan?) Itupun dikasih karet cadangan dan pegangannya kokoh.
    Ah emang beli barang di mall premium itu ga jaminan mutu, berat di merek malahan 😦

    • neitneit says:

      iyaa…sakit ati kan beli yg profesional malah gitu, tapi kalo produk ya udah lah ya, benda tak bernyawa. Yang bikin gue kesel itu si penjaga tokonya, sangat tidak menyenangkan tanggapannya!

  3. Stephanie says:

    i have same problems, but different case tien..
    gw minta dibersihin jam tangan gw merek terkemuka jg di CP krn ketumpahan saus di sela2 besi penguncinya (gw ga bs bersihin sendiri). stlh dibersihin, malah rusak dan kendor. kata petugasnya, mesti dibenerin di kantor pusatnya..
    pdhl itu jam gw baru beli 2minggu hahaha lol
    g blg knp malah jd rusak? si petugas bela diri, ktnya biasa benerin, ga pernah rusak gitu kok. pas gw minta bersihin aja, baru kejadian.. *gubrak -.-
    kalo gw tau dia ga prof jg ga bakal gw minta bersihin kan.. lol
    dan parahnya yg bersihin jam gw itu adalah petugas service nya yg biasa mangkal di kantor pusat, tp kmrn itu lg jaga di outlet -.- hihihi *gw ampe speechless saat itu*

    yah begitulah tien, dimana penjual (jaman skarang) adalah Raja :p
    apalg kalo barang sudah dibeli. lupa daratan dan lautan deh sama kita si pembeli..
    coba kalo posisinya qt sbg calon pembeli, pst dgn sejuta gombalannya membuai kita serasa di awang2 hahaha

    yeah, next time dont (too much) judge good things by theirs brand 😛

    • neitneit says:

      Wahh itu sih mas-mas nya kacau juga y, mesti dibawa ke pusat, padahal dia sendiri orang pusat. Hahahah…
      Iya skrg mah beli barang yg penting bagus dan kuat sajalah, kalo merk bagus tp service dan product tidak mendukung sama aja kan 🙂

      • Stephanie says:

        betuul tien.. beli di mangdu jg uda awet bgt huahaha..
        enak lg bs ganti2 model trus kalo rusak (alasan :p) lols
        thanks for sharing tien

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s