Antara Mimpi dan Berparalysis (Lagi!)

Jangan bosan-bosan ya mendengarkan gue berkisah tentang Paralysis. Kejadian yang awalnya cukup menyeramkan, semakin ke sini perjalanannya semakin membuat gue jadi terbiasa, dan terkadang malah jadi menyebalkan, karena terus terang hal itu cukup mengganggu tidur di malam hari.

2 hari yang lalu gue mengalaminya lagi, dan kali ini disertai mimpi yang….aneh.

Setting lokasi ada di sebuah WC umum gedung semacam sekolah atau kampus. Setting waktu pada saat siang menjelang sore hari. Di dalam mimpi itu gue dan pacar sedang ngobrol-ngobrol asik sama teman-teman, dan seketika pacar bilang mau ke WC. Karena WC terletak di lantai bawah, maka gue berinisiatif menemaninya ke bawah. Pacar duluan turun tangga, dan gue masih ketawa ketiwi sama teman sambil melangkahkan kaki ke tangga. Pada awalnya punggung sang pacar masih terlihat, dan berbelok ke lorong tempat WC berada. Gue pun memanggilnya “Ce, jangan cepet-cepet.” Badannya dan langkah kakinya tak terlihat dan tak terdengar lagi, gue mulai panik. “Yank…yank…” berusaha terus mengikutinya.

Di depan WC cowok gue memanggil dari luar…”Ce….kamu di dalam?” tsingg…. Sunyi..

“Yank…”, Gue memberanikan diri masuk ke WC cowo yang gak sepi sunyi itu, gak ada orang di sana…

“Yank kamu di mana?”, Gue muterin WC itu…dan anehnya ketika gue muter muter di dalam WC gue mendapati diri gue hanya berada di situ situ aja. Padahal WC nya luas. Haduhhh bingung gimana jelasinnya >.<

Dan tiba-tiba, entah karena apa, di dalam WC itu gue berpikir. Iya! Orang mimpi pun masih bisa berpikir logis. Dan gue berpikir, “Eh, ini kayaknya gue lagi mimpi deh, soalnya aneh banget, gue ngapain di WC kayak gini.”

Saat gue berpikir begitu, saat itu juga badan gue kaku sekaku-kakunya…yeah welcome you, paralysis! Dan gue semakin yakin bahwa gue sedang bermimpi. Tapi masalahnya sekarang, gimana caranya gue bangun dari mimpi itu?!? Teriak! Teriak yang keras! “AAAAAAaaaaaa……”, dan berhasil oi!!! *kegirangan sendiri*

Tapi teriakan gue di dalam mimpi, menghasilkan teriakan pula di dunia nyata. Dan hal itu mengagetkan orangtua gue. [Okeh, jangan ketawain gue ya, jujur, gue kadang gelar kasur di kamar orangtua dan bobo di sana. Kamar tidur gue adalah kamar buat gue menyendiri, dan tidur di kamar orangtua membuat gue menjadi tetap dekat dengan mereka. Hihihi… ].

Nyokap yang kaget langsung pegang tangan gue dan ngebangunin, karena gue teriaknya emang kencang sih, yah layaknya orang ngigau gitu kali yah. Tapi, memang itu yang gue harapkan. Dalam mimpi tadi, gue berpikir, kalau gue teriak pasti hasilnya akan ngigau, dan nyokap akan segera bangunin gue… Thanks mamikusayangku…

Dan gue ceritain mimpi itu…

Orangtua gue baru kemarin malamnya pulang ke Jakarta dari Bangka (dalam rangka Cengbeng), seharusnya pulang hari Senin, tapi mereka mengubah jadwal pulang lebih cepat jadi hari Jumat. Nyokap cerita, “Kamu tau ga kenapa mami papi majuin pulangnya hari Jumat, tadinya kan kamu hari Senin.”, “Kenapa mam?”, “Soalnya mami kepikiran kamu terus, kalo mami papi masih di Bangka kamu sendirian di rumah, feeling mami tuh kamu kok bakalan ngigau.”. Gue,”Ha? Padahal aku kan Gak Pernah (emang gak pernah, teman-teman!) ngigau mam, kok mami bisa punya feeling gitu sih?”. “Ya gak tau juga, pokoknya mami ngerasa pengen cepet-cepet pulang aja kasian kamu sendirian di rumah.”

Huaaa… mami gue punya sixth sense yah kayaknya?! Dari kecil gue gak pernah ngigau, mimpi ya mimpi aja, paralysis ya paralysis aja, gak pake ngigau! Lah ini, nyokap gue yang sedang jauh di Bangka bisa punya feeling begitu.

Ya sudah pokoknya gara-gara mimpi yang menyebalkan malam itu, gue jadi susah tidur, sambilan lihat-lihat twitter sampai gue ngantuk lagi dan tertidur sampai pagi….

Dan besok paginya gue cerita sama sang pacar tentang mimpi itu dan melakukan ritual doa menurut kepercayaan kami, dan sang pacar bilang gini, “yank, semalem temen kantor aku juga mimpiin aku, tapi tentang urusan kantor sih, bukan mimpi serem…”

Jrennggg…

*The End*

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News, In Her Mind. Bookmark the permalink.

7 Responses to Antara Mimpi dan Berparalysis (Lagi!)

  1. michel says:

    luph u huny tq ya

  2. Grace says:

    Wuiihh keren nyokap lo. Emank nyokap-nyokap feelingnya tajem lhoo…Mungkin salah satu keistimewaan wanita adalah mereka akan segera mendapat anugerah indera keenam sesaat setelah melahirkan anak, wkwkwkwkwk…..

  3. Stephanie says:

    hahaha lg kebelet pipis kali tien, ga nemu2 wc nya yah.. :p
    kalo gw mimpi di wc pst itu uda kebelet pipiss >.<

    eniwei tien, gw pernah mimpi ky lg berpetualang, tp badan gw sakit2 smua stlh bangun, itu namanya Paralysis bukan y? haha

    • neitneit says:

      Huahahahahaha komen lu ini bikin gw ngakak: “kalo gw mimpi di wc pst itu uda kebelet pipiss”, gue juga pernah waktu kecil, sampe ngompol beneran cuy. -__-”

      eh iya, itu bukan paralysis tep. Kalo paralysis itu adalah keadaan lu sedang tidur, tp lu ‘sadar’, dan badan lu ga bisa digerakan sedikitpun bahkan untuk berbicara 😀
      Jadi kalo lu bangun tidur trus badan sakit2, mungkin lu abis mimpi ikutan olimpiade kali. Hahahahah :p

      • Stephanie says:

        oh itu namanya Paralysis
        aih gw search google, pembahasannya ttg “ketindih makhluk halus” =.=
        thanks tien buat pembahasannya *ihiiyy

  4. Pingback: Paralysis, Please Dong! | @truetienz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s