Ketika Hati Bertanya

Siapa kamu?

Tien…

Tidak, aku tidak bertanya nama kamu. Siapa kamu?

Anaknya mami papi.

Tidak, aku tidak bertanya siapa orangtua kamu. Siapa kamu?

Seorang akuntan.

Tidak, aku tidak bertanya apa profesi kamu. Siapa kamu?

Wanita bertubuh gempal berumur diatas 25 dibawah 30 tahun.

Tidak, aku tidak bertanya bentuk fisik dan umurmu. Siapa kamu?

Pecinta buku dan mencintai menulis geje.

Tidak, aku tidak bertanya apa kesukaan kamu. Siapa kamu?

Pacarnya si pacar..

Tidak, aku tidak bertanya siapa pacar kamu. Siapa kamu?

Aku orang yang keras kepala, kadang ramah, kadang nyebelin.

Tidak, aku tidak bertanya tentang sifat kamu. Siapa kamu?

Salah satu makhluk berdosa yang numpang di bumi.

Tidak, aku tidak bertanya kamu makhluk sejenis apa dan tinggal dimana. Siapa kamu?

Manusia sederhana.

Sudah kubilang, aku tidak bertanya kamu makhluk jenis apa. Aku tanya, Siapa kamu?

Tidak, aku tidak tahu…

Dan suara itu seketika hilang…seolah membiarkan aku untuk menemukan jawabannya.

*ketika hati bertanya siapa diriku ini, dan belum juga kutemukan jawabannya.*
Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in In Her Mind, Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Ketika Hati Bertanya

  1. Grace says:

    Pertanyaan mengenai identitas diri memang adalah pertanyaan yang tidak pernah bisa kita jawab sampai tuntas. Namun bukankah pada dasarnya kita adalah ciptaan sang Pencipta? Kita lahir di dunia ini, menyandang nama yang diberikan orangtua kita, membawa bakat dan sifat-sifat dasar kita, bersekolah di tempat tertentu, bekerja di tempat tertentu, menjalani profesi tertentu, bukankah semuanya sudah sejak jauh-jauh hari digariskan dalam Buku Kehidupan? Karena kita sebagai ciptaan, hanyalah penumpang dalam kereta api kehidupan ini. Kita menjalani apa yang sudah digariskan sejak hari pertama kita tercipta. Bagaimana menurutmu?

  2. neitneit says:

    Kalau menurut gw, dalam kehidupan ini ada yang namanya Takdir dan Jodoh. Takdir kita, baik atau buruk, ada yang memang sudah digariskan dari awal kita lahir, namun gue percaya ada juga yang merupakan sebab-akibat dari setiap hal yang kita lakukan.

    Dan gue juga percaya tentang jodoh, kehidupan ini penuh dengan jodoh, alih-alih suatu ‘kebetulan’. Contohnya, jodoh kita bisa saling bertemu karena kita sama2 temannya si dr.miki_sensei. Hehe…

    Betul? 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s