(se)Buah Pikir(an)

Ketika masa depan adalah sebuah misteri, di masa kini kita hanya dapat membayangkan tentang masa depan.

Ketika masa depan telah datang dan menjadi masa kini, maka kita hanya dapat mengenang masa lalu yang sudah dilewati, dan kembali membayangkan masa depan.

Kenapa ya gue seringkali membayangkan hal-hal yang bukan masa kini? Padahal jelas-jelas gue hidup di masa sekarang. Present moment, the only moment we have now. Tapi acapkali  mengabaikannya. Kurang bersyukurkah gue tentang masa lalu? Terlalu cemaskah gue akan masa depan? Banyak mikirkah sehingga gak bisa menikmati masa kini? Entahlah, semua itu berlari estafet mengelilingi pikiran ini. Gue seringkali merasa ingin mengulang waktu dan mengubah kejadian buruk menjadi hal yang baik, namun gue menyadari bahwa pikiran itu adalah salah. Entah itu suatu Dosa atau bukan, yang pasti dan nyata adalah gue salah! Tidak benar untuk berpikir seperti itu.

Karena apapun kejadian yang dialami, baik atau buruk, hal-hal itu telah membentuk dan menjadikan gue seperti hari ini, dan tidak ada yang bisa gue lakukan lagi selain menerima dan bersyukur atas semuanya.

Dan menyadari betul bahwa Waktu, adalah salah satu hal yang tidak bisa di undo, selain Ucapan yang terlanjur keluar. Namun, sebagai manusia normal yang penuh kemelekatan, bagi gue hal ini tidak mudah. Tidak mudah melepaskan penyesalan, kecemasan, dan segala perasaan lainnya.

Semua yang terkondisi adalah tidak kekal, Anicca. Entah kenapa, setiap gue bangun pagi dan mau tidur malam, Anicca adalah kata-kata yang paling sering terlintas di pikiran gue. Suatu saat gue harus melepas, melepas, harus bisa melepas. Entah melepas apa atau siapa?

Sebuah pepatah dari Guru Buddha yang pernah gue baca “All beings face death from the moment of birth.” Dari satu kalimat ini sudah dapat disimpulkan bahwa memang tiada yang abadi, jika ingin sesuatu yang abadi, maka artinya tidak terlahir kembali di dunia manapun di rahim manapun, tidak ada lagi tumimbal lahir, karmanya untuk lahir sudah habis sama sekali. Sampai kapan?

Postingan ini hanya sebuah pikiran gue yang-lagi-kusut, gak usah dibaca terlalu serius. Hehehe…

May my blog’s readers always be positive and happy!

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in In Her Mind. Bookmark the permalink.

2 Responses to (se)Buah Pikir(an)

  1. Icha says:

    Future is a mystery… namun ketika masa depan menjadi hari ini, misteri akan kehidupan tetap akan ada 🙂
    setuju dengan heltien akan “Present moment, the only moment we have now”, maka berbuat baik, bekerja giat dan selalu bersyukur adalah caranya 🙂

    Love ur Post, keep writing Tien ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s