Do It Yourself

Beberapa hari yang lalu gue membeli barang secara online, bahasa bekennya online shopping. Toko online yang sering wara wiri di timeline facebook gue, pada hari itu menarik perhatian gue akan barang-barang keluaran barunya. Jadi gue lihat foto-fotonya dan melihat banyak pernak-pernik yang unyu sekali. Sebelumnya gue sudah pernah belanja online di toko ini.

Ada satu barang yang menarik perhatian gue. Yaitu kotak musik yang ada tempat cincinnya. Karena gue emang lagi cari-cari kotak seperti itu yang bisa dipakai buat acara ini-itu menjelang pernikahan gue beberapa bulan lagi.

Barang yang gue taksir adalah ini:

Lucu kan!

Lucu kan!

Jadi cincin nya nanti diletakkan di bantalan sofa itu. Dan kalau diputar mesinnya bisa keluar lagu (for your info, secara ini produk China, lagunya pun instrumen lagu mandarin :p)

Barangnya gue terima kemarin siang, orangtua gue bertanya-tanya barang apa gerangan yang gue beli, kenapa kotaknya besar? Hmm sebenarnya gak besar sih, cuma ‘lebih’ besar dibandingkan paket buku yang sering hadir di rumah gue. Hehehe… Bukan mam, itu bukan buku! Itu paket kotak musik.

Udah senang aja ketika buka bungkusnya, pas buka kotaknya…gue pun terdiam. Bengong. Terduduk lemas. Haiyaaa ke na pa barangnya masih secuil-secuil? *Berpikir keras*

Gue langsung kirim message ke penjualnya “sis, barangnya uda sampe nih, thanks ya. Aku baru tau barangnya harus dirakit sendiri ya? T.T haha…”. Dan gue naik ke kamar, memilah-milah material-material untuk menjadikan setiap barangnya. Mulai bekerja. Belum mandi tuh, cuma baca-baca buku petunjuk, yang juga berbahasa mandarin. Oke, lebih tepatnya ‘melihat’ gambar-gambar dan nomor-nomor urut rakitannya.

Awalnya gue sempat putus asa, melihat lem putih yang disediakan dalam box tidak sesuai dengan daya rekat yang gue harapkan. Copot terus. Akhirnya gue mengeluarkan lem super, alias Super Glue! Mulai terbantu dengan adanya lem ini. Hanya saja, gue kebingungan pada awal bikin laci dan penutup kotaknya. Tidak semudah yang tergambar, dan tidak semudah yang gue bayangkan.  Pokoknya, sempet BETE maksimal!

Akhirnya gue tinggal mandi dan siap-siap ke Taman Anggrek mall untuk belanja barang buat keponakan gue, kebetulan besoknya (hari ini, 11 Juli), orangtua gue mau ke Jambi jadi beli oleh-oleh, macam Sinterklas gitu jadinya 😀

Selama di Taman Anggrek gue masih dongkol, ‘Ribet, harus rakit sendiri. Sekarang jari-jari penuh sama bekas power glue’. *biasa, anak manja.* Sepulangnya ke rumah, gue langsung makan malam dan packing barang-barang buat dibawa orangtua gue nanti, lumayan banyak beli makanan dan mainan, jadi ada beberapa dus yang harus gue ikat-ikat.

Setelah itu gue langsung naik ke kamar, karena merasa masih ‘ngutang’. Belom menyelesaikan kotak musik itu membuat gue tidak tenang. Udah dibeli masa mau ditelantarkan cuma gara-gara gue gak bisa rakitnya? Tapi, mana mungkin kelar kalau gak dicoba lagi? Mana mungkin bisa kalau gampang nyerah? Akhirnya gue memutuskan melanjutkannya, walaupun masih sedikit malas.

Setelah bagian laci dan luar kotak gue kerjakan, gue mulai beranjak ke bagian interiornya. Di bagian dalamnya terdapat wallpaper, lemari, keranjang, sofa, figura, dan lampu. Pasang wallpapernya paling gampang, karena tinggal tempel. Yang agak ribet itu bikin keranjang dan sofa. Korelasinya adalah Semakin kecil barang dibuat, semakin besar pula kemungkinan jari-jari kita bersentuhan dengan lem super. Dan itulah yang gue alami. Jari-jari gue macam sabut cuci piring kasarnya :p

Tapi heii, ternyata kerumitan yang tadi gue hadapi berbuah cukup baik (meskipun tidak bisa dibilang baik sekali) loh hasilnya. Agak mencong-mencong kacau gitu sih, tapi ya not bad lah buat perakit amatir. Hehe…

Berhubung bahasa mandarin gue pas-pasan, jadi gue hanya mengandalkan penggaris! Karena di buku petunjuknya hanya ada gambar rupa material dan ukurannya. Yeh, gue hanya mengandalkan itu.

Gue kegirangan ketika berhasil pula memasang lampu sampai Nyala! Hohoho… Ini mungkin biasa aja bagi kalian pembaca, tapi bagi gue yang merakitnya, ternyata FUN! Lagi girang-girang gitu dapat message dari sista penjual, katanya “iya sis.. kan DIY (do it yourself)..lebih puas sis nanti sama hasil jadinya.. hehe..thanks ya sis.” Dan akhirnya gue pun membalasnya “Iya cape juga sih rakitnya, tapi seru.” Dan gue gak kepikiran sama sekali bahwa kode DIY di barangnya itu maksudnya Do It Yourself. Cape dee… *tepok jidat tetangga*

Dan...Nyala!!

Dan…Nyala!!

Dan gue baru kelar mengerjakan itu pukul tiga pagi. Ketika burung-burung mulai berkicau memecah keheningan subuh. Secepat kilat membereskan lantai yang penuh dengan bekas lem, ganti baju tidur, cuci kaki, cuci muka, sikat gigi, cuci tangan…cuci tangan…cuci tangan… Lah, kok kaga bersih-bersih juga ini tangan gue T.T mulai mencaci maki diri sendiri yang teledor saat bercengkrama dengan power glue. Udah deh, gak sanggup lagi, besok pagi aja baru lanjutin rendam jari-jari di air hangat.

Dari hasil googling, kalau ada anggota badan yang terkena lem super seperti itu, cukup merendamnya di air-hangat-menuju-panas campur dengan sabun. Minyak kayu putih dan aseton (pembersih kutek) juga bisa,  namun minyak kayu putih lebih lama copotnya. Gue baca di sini, ada tips nya juga jika terkena di bagian mulut dan mata.

Baiklah, memang gue cukup puas dengan hasil prakarya ini meskipun tidak sempurna, namun lain kali gue tidak akan membeli barang yang ada tulisan DIY nya lagi. Bikin cape sendiri :p Do It (duit) Yourself. Kalau gue merakit dan dapat duit sih, ya gak papa deh sini gue bikinin. Hahaha…

Almost Done

Almost Done

Kotak musiknya hampir selesai, ketika gue kehabisan akal untuk memasang engsel di antara kotak dengan penutupnya -__-”

Jadi, ini alasan kenapa gue semalem begadang dan bangun pagi dengan kepala pusing-pusing.

Do it Yourself ’till it Done!

Tambahan

Akhirnya, kotak musik gue selesai dengan tuntas, karena pacar berhasil memasangkan lampu dan penutupnya supaya gak copot-copot lagi. Ini hasilnya :p

Welcome :p

Welcome :p

Done!

Done!

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News. Bookmark the permalink.

4 Responses to Do It Yourself

  1. michel says:

    tq ya beb, luph u huny, btw aku jg ada beli loh tmp buat taruh perhiasan, berbentuk piano
    bgs beb 🙂

  2. Icha says:

    keren kotak musiknya hehehe, 2 jempol buat tien yg uda berhasil ngerakit sendiri ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s