Diammu (Bukan) Emasmu

Dia lebih banyak diam
Terlihat sibuk dengan pikirannya
Terlihat ceria kala bersama
Namun rautnya mengandung malam

Aku disini memandanganya sesekali
Berharap matanya menyadari
Berharap mata kami bertemu
Bukan hanya menatap semu

Dia tetap diam bergeming
Dia tahu aku bukan orang asing
Hati yang tinggal separuh
Semua terasa jauh

Mungkin diam ini Emas baginya
Nyatanya aku tak tahu apa
Katanya kami saling berbagi
Nyatanya dia pendam sendiri

Salahkan aku yang tak bertanya
Yang berharap dia bertutur kata
Heningnya membawa rasa
Dan diamnya memiliki alasan

Hei…
Sampai kita berjumpa lagi
Dengan kamu, dengan keluhmu
Tolonglah…demi kamu.

Teruntuk dia, sahabat dalam 14 tahun ini, kiranya dia tahu kemana arahnya jika ingin berkeluh kesah.
Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in In Her Mind. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s