Ini Ceritaku. Apa Ceritamu?

Gue tau ini terlambat, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Gue ingin mengucapkan Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin kepada teman-teman semua. Maafin semua kekhilafan gue atas kata-kata yang sotoy dan tidak sesuai dengan selera bundo teman-teman.

Libur lebaran gue tahun ini benar-benar full di Jakarta. Asik, bukan? Kapan lagi kita bisa menyaksikan Jakarta begitu sepi. Kapan lagi kita bisa merasakan jalanan ibukota yang begitu lancar tanpa kata ma-cet sedikitpun. Kapan lagi kita bisa kemana-mana menjadi ‘dekat’. Kapan lagi bisa guling-gulingan di jalan raya? -.-

Tapi bener loh, kemacetan Jakarta yang luar biasa ini membuat gue menjadi orang yang norak. Norak dalam arti sebenarnya! Kayaknya sayangggg aja gitu melewatkan saat-saat Jakarta sepi dengan pergi ke luar kota, apalagi di luar kota macet juga gara-gara migrasi mobil dari Jakarta. Haha… Sama aja boong dong kabur dari Jakarta kenanya macet-macet juga :p Kalau mau sih ya, sekalian aja ke luar negeri daripada ke luar kota naik mobil ^.^

Jadi gue mengisi waktu liburan dengan…mempersiapkan apa saja yang bisa disiapkan. Loh?! Iya, seperti mendata alamat teman-teman untuk nanti dikirimin undangan, ketik-ketik di label Tom & Jerry, baca buku-buku yang sempat tertunda, beresin kamar yang kayak kapal perang, jalan-jalan sama keluarga dan pacar mall to mall *hidup mall!!* Asisten Rumah Tangga tidak pulang kampung, karena dia beragama Kristiani, jadi kayaknya baru pulang kampung nanti akhir tahun.

Ada yang gak kalah penting, yaitu kedatangan saudara sang pacar dari negeri Tiongkok, lebih tepatnya dari kota Senchen. Apak (paman)-nya pacar datang berdua bersama anak laki-lakinya, udah sekitar 70-an umurnya. Waktu masih muda dulu, Apak ini dikirim sama orangtuanya ke Tiongkok, dan sejak itu hidup mandiri di sana tanpa orangtua dan tidak pernah kembali ke Indonesia. Dikirim naik kapal laut, kira-kita 1 minggu dari Indonesia ke Tiongkok. Cerita lengkapnya gimana gue juga kurang tahu, yang pasti Apak hidup di sana bersama anak-anaknya kini di Tiongkok, dimana anak-anaknya tidak bisa berbahasa Indonesia.

Mereka tiba di Jakarta 18 Agustus lalu, bertepatan dengan malam takbiran. Rupanya Apak tidak tahu di Indonesia sedang menyambut Idul Fitri, dan seperti yang kita tahu suasana malam takbiran sangatlah ramai. Apalagi rumah pacar dekat mesjid, dan speakernya ada 4 penjuru, salah satunya menghadap ke rumah pacar. Kebayang dong ramainya? Jadi untuk satu malam itu, mereka nginep di hotel. Selebihnya baru nginep di rumah pacar 🙂

Tapi bagus juga datengnya pas libur lebaran begini jadi bisa pergi kemana-mana tanpa macet, dan pacar bisa temenin jalan-jalan. Beberapa kali juga dinner bareng keluarga gue. 10 hari mereka di Jakarta. Hari ini Apak dan anaknya kembali ke Senchen. Dan kita juga mulai bekerja lagi seperti biasa.

Liburan seperti ini menyenangkan kan? Siapa bilang harus jalan-jalan ke luar kota atau luar negeri baru bisa menikmati liburan? Liburan di dalam kota saja dengan kedatangan keluarga dari luar, atau membersihkan rumah dari tumpukan barang-barang bekas juga menyenangkan kok 🙂

Jadi, gimana liburan kamu? 😀

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News, In Her Mind. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s