2013 nya, Kakak…

Gimana kabar kalian di awal 2013 ini? Masih ‘hangat’ kan semangatnya?
Apa saja resolusi tahun barunya? Apakah resolusi tahun kemarin sudah tercapai? Hehehe…
Apapun itu gue harap semuanya bisa kalian jalani dan hadapi dengan baik, dan jangan patah semangat untuk mencapai resolusi-resolusi yang belum dicapai. Gue pun begitu. ^^

Keluarga gue menghabiskan sisa-sisa tahun 2012 kemarin dengan berkumpul di rumah GreenVille dan makan malam dengan BBQ’an ramai-ramai bersama saudara-saudara, dan ditutup dengan menyaksikan kembang api (tetangga) di teras rumah.
Bukan, kami setitik pun tidak menyumbangkan cahaya-cahaya kembang api. Sudah sangat banyak orang yang merayakan tahun baru dengan bermain kembang api dan kami tidak perlu lah seperti itu.
Pertama, sayang uangnya dikeluarkan untuk membeli kembang api yang akhirnya dibakar-bakar dan hanya indah sesaat. Kedua, hal itu hanya membuat polusi suara dan udara. Ketiga, kembang api itu bikin kotor!
Seriusan, bokap dan suami gue akhirnya mencuci 3 buah mobil selewat tengah malam itu, karena sisa-sisa percikan dan serbuk yang dihasilkan dari kembang api sungguh mengganggu kebersihan. Kaca dan body mobil jadi bercak-bercak kena sisa abu. Kalau gak langsung dicuci, besok pagi mungkin sudah lebih menempel dan semakin sulit dibersihkan.
Dampak positif kembang api hanya untuk meramaikan suasana saja gue rasa. Dan gue jamin, sebagian keluarga yang punya anak bayi dan orang sakit yang ingin beristirahat, pasti merasa sangat terganggu dengan adanya suara petasan dan kembang api yang tak henti-henti.
Gak kok, gue bukan sedang mengomel. Ini hanya sedikit pertanyaan akan existnya kembang api di setiap tahun baru, dan gue selalu bertanya “Emang Harus yahh??” Tapi ya memang hanya di moment seperti itulah kehadiran kembang api dimaklumi (biarpun bagi sebagian orang itu menyebalkan). Kalau di hari-hari biasa main kembang api kayaknya waktunya gak cocok aja. Bagi gue pribadi, kehadiran kembang api cukup menghibur, tapi jangan harap gue yang memainkannya kecuali kembang api yang batangnya tipis itu. Hehehe…

Oke, lanjut ke pembahasan 2013. Sudah dilihat bahwa kalender suku Maya yang katanya dunia akan berakhir pada tanggal 21 Desember 2012 ternyata tidak terbukti. Itu mungkin kesalahan teknis atau merupakan ‘pikiran’ masyarakat luas yang menganggap pernyataan suku Maya tentang akhir kalendernya, disamakan dengan akhir jaman, padahal bukan begitu maksudnya mereka. Jadi, bagi kalian yang masih ingin meraih mimpi-mimpi dan resolusi yang tertunda di tahun kemarin, ayo kita kejar lagi di tahun ini. Dengan keyakinan dan tekad yang kuat, kita pasti BISA! (Nulis begini memang mudah, tapi menjalankannya tidak akan mudah, ya gue tahu. Tapi sesuatu yang tidak mudah akan membuat kita Puas ketika meraihnya, kan? :))

Menurut gue pribadi, tahun 2012 merupakan tahun yang spesial.
Dimulai dengan awal tahun kemarin yang gue buka dengan menikmati pertunjukan konser yang luar biasa oleh Vienna Philharmonic Orchestra bersama keluarga gue tercinta dan teman sekolah gue si @miki_sensei Soalnya gue belum pernah nonton orchestra bareng keluarga gue, ini yang pertama kali. Jadi, rasanya senang sekali bisa mengajak mereka menyaksikan acara tersebut.

Bulan Februari merupakan bulan yang penuh ketegangan, karena gue dan koko harus dihadapkan dengan karyawan yang tidak jujur dan membuat gue belajar banyak tentang kepercayaan. Hal ini memang cukup merugikan kami secara materi, namun kami tidak takut karena materi bisa dicari. Yang rugi dalam hal ini adalah dia yang telah berlaku tidak jujur, karena modal utama pekerja adalah kepercayaan, sudah tidak dia miliki. Cari kerja ditempat lain pun, selama dia masih memelihara sifatnya itu akan menyulitkan dirinya sendiri di masa mendatang.

Bulan Maret, bulan yang juga menyenangkan karena untuk yang ketiga kalinya gue melihat dan menghadiri talkshow dengan pembicara Ajahn Brahmavamso, All is Well. Aaaa aku senang sekali. Sayangnya, di acara kali itu, di segmen terakhir terlihat terlalu komersial, meskipun tujuannya untuk tujuan amal. Di bulan ini juga, gue ikut serta dalam acara Buddhist Reborn kunjungan ke pantipanti sosial, dan hari itu juga mendapat teman-teman baru. Me so happy ๐Ÿ™‚

Bulan April, untuk pertama kalinya gue dan bokap Pindapatta bersama di kawasan Kota Tua dalam rangka menyambut Waisak. Ini juga pertama kalinya gue sama bokap bareng-bareng mengikuti Pindapatta (oh iya, ini bahkan pertama kalinya bagi bokap gue Pindapatta…hehehe)

Gue pun akhirnya menjejakkan kaki di puncak Candi Borobudur di hari Trisuci Waisak pada bulan Mei, itu adalah cita-cita gue dan Tiwie semenjak kuliah. Kenapa baru tahun 2012? Karena saat kuliah, bulan Waisak selalu bertepatan dengan bulan UJIAN dan hampir ujian, jadi gak pas aja waktunya. Setelah bekerja gue baru bisa melaksanakannya bersama si @tiwiniew dan keluarganya.

Juni. Ini juga ga kalah serunya, karena gue berkunjung ke Singapore dan merayakan ulangtahun keponakan Michel, Chloe ๐Ÿ™‚ Udah setahun umurnya. Dan tanggal 7’nya, di hari ulangtahun gue ditelepon sama mas Reza Gunawan, sang suami dari mbak Dee Lestari. Wohooo… Me so happy again! Emang sih dia ga tahu gue ulangtahun hari itu, karena dia hanya bertanya apa gue ada di showroom, dia mau mampir. Sayangnya gue sedang tidak di lokasi hari itu. Tapi tetep ajaaa seneng! ๐Ÿ™‚

September 2012 adalah bulan yang ditunggu-tunggu sepanjang tahun kemarin, karena di tanggal 29 ini gue dan Michel menikah. Cieehh… Setelah beberapa minggu sebelumnya berjumpa dan bernostalgia bersama seorang guru SMU yang masih sering kontek-kontek, Mr Wong a.k.a Pak Rudy, juga mengunjungi guru piano gue Oma Betty, rasanya plong aja gitu kasih kabar ke mereka gue mau nikah.

Oktober 2012, untuk pertama kalinya juga keluar negeri berdua saja sama Michel. Ini dalam rangka honeymoon. Haha.. Wah, di tahunย  2012 ini sangat banyak ya kata-kata pertama-kali, bahkan dari bulan Januari. ๐Ÿ™‚

November, keluarga gue melepas kepergian seseorang yang kami sayangi, Acek gue. Memang tidak ada yang abadi dan ketika kita tahu beliau sudah pergi dan terbebas dari rasa sakitnya, kami tahu itu yang terbaik.

Desember, ketika gue kembali dihadapkan dengan hal-hal yang mengharuskan gue merelakan juga melepaskan, dan menunggu untuk yang lebih baik. Gue kembali menyadari, mungkin memang itu yang terbaik. Dan semoga di tahun yang akan datang, gue dapat meraih apa yang gue (kami) cita-citakan.

Dan sekarang kita sudah ada di 2013. Mari torehkan semangat dan kebaikan di tahun ini.
Yang tahun kemarin agak terhempas, ayo kita gembungkan lagi keyakinan dirinya.
Yang tahun kemarin patah hati, udah boleh kok move on dan mencari yang lebih baik.
Yang kemarin mencapai kesuksesan, jangan berpuas diri dan terbuai, pertahankan semangatnya agar tidak luntur.
Yang tahun kemarin penuh kegalauan, semoga tahun ini sudah siap ambil keputusan supaya ga galau lagi.
Yang resolusi tahun kemarin belum digenapi, ayo kita kejar terus dan letakkan 5cm di depan kening kita, semoga dengan hanya 5cm di depan kening tidak membuat impian kita menjadi blur yah ๐Ÿ™‚ *bukan promo film kok ini*

^^

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News, In Her Mind. Bookmark the permalink.

2 Responses to 2013 nya, Kakak…

  1. Hanna says:

    Aku ingin bisa masak (resolusi sederhana tahun ini) ๐Ÿ˜€

  2. budd says:

    Banyak mengabadikan moment dengan kalender yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s