Kesamaan Pasca Banjir dan Pra Imlek

Tanpa terasa, bulan Januari akan segera berakhir, sudah hampir sebulan sejak sebegian masyarakat menikmati kemeriahan awal tahun dengan pesta tahun baru dan kembang apinya. Kurang dari dua minggu lagi, masyarakat berdarah oriental akan menyambut tahun baru penanggalan Lunar, yang lebih dikenal dengan hari raya Imlek, atau Chinese New Year (CNY).

Keluarga gue adalah salah satu yang kental memelihara tradisi dan selalu menyambut CNY setiap tahunnya dengan membersihkan serta menghias rumah, dan altar meja sembayang. Hanya saja acara bersih-bersih rumah tahun ini dipercepat, karena udah dibantu sama bajir-banjir minggu kemarin, jadi mau ga mau sekarang-sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk membersihkan rumah dan membuang benda-benda yang sudah tidak diperlukan lagi.

Gue lupa fotoin kondisi rumah pasca banjir kemarin. Sekarang sih udah kembali bersih dan ‘lumayan’ rapih. Yang pasti beberapa pintu di rumah rusak kayunya karena terendam air, piano harus distem ulang, dan beberapa barang harus diservice. Bersyukur kita ikut asuransi rumah, jadi kalo kena bencana banjir bisa tercover oleh mereka (meskipun kalo ada barang yang tersayang rusak, jadi sedih juga). Ada barang yang posisinya tinggi, tadi pagi gue dapati barang tersebut jamuran! Iya, jadi berjamur ijo-ijo bulukan gitu (gue tau sekarang kenapa disebut ‘bulukan’, karena kayak ada bulu tipis-tipis gitu). Kalo menurut gue mungkin terkena hawa dan udara pas banjir kemarin, udah kotor, lembap, di ruang tertutup pula, jadinya tumbuh jamur deh. Tapi masih bisa dicuci jadi harusnya sih ga jadi masalah. Hanya saja, takutnya masih ada barang-barang lain diluar penglihatan gue yang juga kena masalah jamuran kayak tadi.

Banjir yang gue alami ini sebenarnya tidak ada apa-apanya dibandingkan daerah lain yang melebihi tinggi orang 😦 semoga mereka dapat bersabar dan rumahnya segera bersih seperti sediakala lagi, ini bener-bener jadi hal yang gak akan terlupakan sih.

Ei, Tahun ini merupakan tahun pertama bagi gue dan Mice kasih angpao ke saudara-saudara yang lebih kecil lohh (dan orangtua juga engkong-ama tentunya) aduhhh jadi deg-degan :p *jadi sinterklas* woiii, ini imlek woi bukan natalan… :p oh iya hehehe…

Ular udah siap di depan gerbang, dan naga lagi dadah dadah ke seluruh penjuru dunia “sampai jumpa 12 tahun lagi” katanya. Btw kalo inget naga, gue jadi inget film Jackie Chan yang terbaru sekaligus film terakhir beliau, Chinese Zodiak (CZ12). Film nya sebenernya bagus, tapi terlalu ‘biasa’ kalo disebut sebagai film terakhirnya om Chan. Kalo gue pribadi sih kurang puas, cuma untuk lucu-lucuan dan menghibur aja soalnya 🙂 *review colongan*

Ya udah deh postingan kali ini untuk mampir aja kok, nanti gue kasih berita (dan cerita) tentang tradisi menyambut CNY di keluarga gue.

Selamat membereskan rumah abis kebanjiran  menyambut Imlek :p

Kesamaan Pasca Banjir dan Pra Imlek: Beresin Rumah

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News, In Her Mind. Bookmark the permalink.

2 Responses to Kesamaan Pasca Banjir dan Pra Imlek

  1. Arman says:

    helo… kunjungan balik… salam kenal ya… 🙂
    banyak yang cerita film jackie chan yang baru ya… disini gak masuk lhoo….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s