Sweet Little Thing Called ‘Imlek’

Imlek baru saja lewat beberapa hari yang lalu, dan suasana Imlek akan terus berlangsung hingga 15 hari kedepan (cap go meh), jadi kegiatan kiong hi-kiong hi (ini bahasa hokkian, dan Gong Xi bahasa mandarinnya) dan bagi-bagi Angpau Imlek masih boleh dilakukan sebelum tanggal 15 lunar ๐Ÿ™‚

Kalau ada yangย  bertanya kenapa sih sebutannya Angpau? Ang itu artinya adalah warna Merah (dalam bahasa Mandarin : Hong, sedangkan bahasa Hokkian: Ang, dan ‘bao’ sendiri adalah envelope/amplop), jadi tulisannya boleh Angbao, atau Hongbao, tapi kalau lafalnya sendiri menjadi Angpau atau Hungpau. Karena dalam melafalkan bahasa mandarin dikenal yang namanya pinyin dan hanzi. Pinyin adalah cara membaca dengan menggunakan huruf abjad serta ada petikan nada-nadanya, sedangkan hanzi adalah huruf kanji mandarin yang sering digunakan dalam penulisan-penulisan. Jadi Angpau adalah….’Bingkisan’ dalam amplop warna merah. Hehehe…

Gak heran kan kalau menjelang Imlek kita sering dapat kiriman kue atau buah dari rekan atau saudara lalu ditempel kertas angpau, udah beken juga dikalangan masyarakat kalau hari sincia atau Imlek, Angpau menjadi tamu istimewa bagi semua orang. Yang sudah menikah boleh memberi ke yang lebih muda (dan belum menikah), juga memberi angpau ke orangtua juga oma-opa sebagai bentuk cinta kasih dan rasa terima kasih atas bimbingan mereka selama kita masih kecil dulu, meskipun itu tidak bisa melunasi hutang budi kita terhadap mereka. Angpau mengandung makna doa untuk kemakmuran dan kesejahteraan untuk kita semua.

Keluarga gue sangat antusias menyambut Imlek setiap tahunnya, dimulai dari beberapa minggu sebelumnya sudah ‘cuci rumah’ (kebanjiran :p), membersihkan semua perabotan di dalam rumah, membuang barang-barang yang sudah gak bisa digunakan, menyingkirkan barang-barang masih layak pakai untuk disumbangkan, dan juga memandikan rupang di altar meja sembayang.

Xin Nian Kuai Le!

Mendekorasi rumah gue :p

Sehari sebelum Imlek, kami selalu melakukan sembayang kepada leluhur, ada Ama-Engkong gue dari pihak bokap, juga Aco (nenek n kakek buyut) dari pihak bokap dan nyokap.

IMG00200-20130209-1156

Mendoakan dan mengingat para leluhur merupakan hal yang penting bagi keluarga gue, karena kita ada karena mereka, maka sudah selayaknya kita ga melupakan mereka. Pernah suatu hari gue bermimpi tentang leluhur gue yang sudah meninggal dunia. Dalam mimpi itu, beliau ditemani oleh 1 wanita yang berbaju hitam dan rambut panjang, intinya sih gue ga kenal dia siapa. Dan beliau bicara dengan gue di dapur rumah gue, katanya beliau merasa sangat kedinginan, dan menunduk terus ketika bicara. Dalam mimpi itu, gue menawarkannya pakai sendal, karena memang kebiasaan di dalam rumah gue semua orang harus pakai sendal supaya kakinya bersih. Beliau menolak sendal yang mau gue kasih. Hanya dingin dan dingin yang beliau ucapkan dalam mimpi gue.

Besoknya, gue mencari informasi tentang mimpi orang yang sudah tiada. Gue baru tahu, ternyata kalau kita memimpikan orang yang sudah tiada dan di dalam mimpi itu dia sedang kedinginan, artinya dia butuh Doa. Mereka butuh doa dari keluarga-keluarganya yang masih ada di dunia. Saat tahu hal itu, gue langsung sembayang dan mengirimkan doa memohon perlindungan Yang Kuasa untuk melindunginya di alam sana. ๐Ÿ™‚ Ya ini percaya gak percaya sih, terserah masing-masing orang juga. Kalau gue pribadi, lebih memilih percaya karena tujuannya kan baik ๐Ÿ™‚ Gue ga tau doa gue itu cukup atau ga, hanya berharap hal tersebut dalam meringankan bebannya (jika memang sedang kesulitan).

Malam sincia kita juga kumpul-kumpul bareng keluarga untuk ‘makan besar’. Kenapa namanya makan besar? Karena kita makan-makan dengan menu yang istimewa seperti itu jaranggg banget (ada beberapa menu yang hanya setahun sekali :p). Menu wajibnya ada soup hi pio (perut ikan), Teripang laut, ayam arak (yang biasanya buat orang melahirkan :D), dan cah soun. Setidaknya ada 8 menu di meja makan. Hehhe jadi begitulah namanya Makan Besar. Kalau sehari-hari kan kita biasanya 1-3 menu sudah cukup.

Nahh kalau malam sincia nya makan besar, maka hari sincianya kita harus cia cai, alias vegetarian. Biasanya cia cai hanya sampai jam 12 siang sih, abis itu boleh makan seperti biasa tapi ga usah lebay juga makannya. Hehehe…

Bokap nyokap gue Open House di rumah, karyawan-karyawan dengan keluarganya datang ke rumah dan makan bersama, ditutup dengan bagi-bagi angpau. Sore hari biasanya saudara-saudara gue baru pada datang dan bersilaturahmi ๐Ÿ™‚ Senang banget rasanya kalau semua bisa kumpul bareng. Kebetulan nyokap dan bokap gue termasuk anak-anak tertua dari Ama-Engkong gue, jadi banyak saudara yang datang ke rumah.

Tahun ini menjadi tahun pertama bagi gue n Mice bagi-bagi angpau, wohooo…sooo excited! Hahaha… Pagi harinya kami pergi ke rumah keluarga Mice, dan siang baru ke rumah orangtua gue untuk lunch dan lanjut ke rumah saudara gue lainnya. Sore kita baru ke Bekasi, ke rumah Omanya Michel, dan ketemu saudara yang lain juga di sana. Seru banget ^^

Sincia hari kedua pun gak kalah serunya, karena nyokap gue ulangtahun. Keluarga gue kan selalu merayalan ulangtahun dengan penanggalan imlek, artinya nyokap gue lahir di hari kedua imlek. Paling gampang deh ingetnya. Hehehe… Jadi setiap imlek, kita juga merayakan ultah nyokap ๐Ÿ™‚

Sedihnya, nyokap gue lagi kurang fit. Kakinya bengkak entah kenapa, jadi susah kalau dipake jalan. Sakitnya udah dari sebelum sincia, tapi pas kemarin lihat kok ya makin bengkak ๐Ÿ˜ฆ Hari ini udah agak kempes sih, semoga, semoga, kaki nyokap gue segera sembuh dan bisa jalan kayak biasa lagi. Sadhu ๐Ÿ™‚

Hari ini hari ketiga sincia, gue udah kembali masuk kantor. Siap mencari rezeki lagi di tahun ular. Secara harafiah, gue tidak suka ular. Geli-geli bersisik dan berbadan gempal. Hahaha… Ga demen deh pokoknya, apalagi itu lambang Syltherin -__-” *tapi ya ga boleh gitu, Tien. Harus sayang binatang. Oke, oke?* ๐Ÿ™‚

Semoga apapun yang kita kerjakan, dapat kita selesaikan dengan baik dan dapat membawa rejeki bagi kita dan keluarga.

Semoga apapun masalah yang kita hadapi, dapat kita selesaikan dengan baik pula.

May all of you be well and happy ^^

Gong xi fa cai. Xin nian kuai le!

Note: Gue ada hutang…hutang cerita tentang kunjungan ke Taman Safari sebelum sincia kemarin. Hehehehe…

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News, In Her Mind. Bookmark the permalink.

2 Responses to Sweet Little Thing Called ‘Imlek’

  1. JLawren says:

    Gong xi fat choi!! udah tante” nih.. angpao na li??!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s