Bayangan

“aku tak pernah sendiri, selalu bersama bayanganku”, begitu katamu seringkali, entah menghiburku, entah mengiba untukku.
Secangkir kopi di tanganmu siap dihirup.
Ketika kamu meminumnya perlahan, bayanganmu ikut minum juga. Ketika kamu tertawa dan bentuk pipimu seketika berubah, bayanganmu di bagian wajah juga berubah bentuknya. Diikuti dengan getaran dan guncangan pada bayangan bahumu mengikuti irama tawamu.

Terkadang menjadi bayangan adalah sebuah kenyamanan, sebuah zona nyaman. Tapi warna bayangan selalu hitam kan? Atau maksimal hanya punya satu warna. Sedangkan benda asli memiliki aneka warna, bergerak sesuka hati, indah sekali. Dan aku tak ingin terus menjadi bayangmu yang selalu ikut kemanapun kamu melangkah, yang selalu berubah bentuknya sesuai apa gerakanmu, dan yang selalu berwarna hitam.

Aku hanya ingin merubah warnaku. Dari hitam yang membosankan, menjadi berwarna yang mencerahkan dan dapat bergerak bebas. Rasa penasaran merengkuhku. Berada di zona nyaman memang memberikan rasa aman dan nyaman, namun rasanya aku tidak akan pernah tahu kekuatan macam apa yang aku miliki sampai aku berani keluar dari sebuah bayangan dan menetap menjadi tubuh solidku sendiri.

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in In Her Mind. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s