Bo to the Gor. Bogor!

Sudah bertahun-tahun lamanya gue tidak mengunjungi kota Bogor yang dikenal dengan sebutan kota hujan, karena curah hujan yang sangat tinggi. Dan setelah sekian lama ga menjejakkan kaki di kota ini, gue dan keluarga mengunjunginya tanggal 12 Maret kemarin, ketika hari Nyepi.

Jadi, koko dan soso gue ngajakin jalan-jalan di tanggal merah itu. Akhirnya kita pergi ber 10 (Papimami gue, Papimami soso Re, Yaya, Soso, Gue, Mice, Al-al, dan sus), pakai 2 mobil innova. Fyi, mobil Innova itu sangat nyaman untuk dipakai bepergian jauh karena dalamnya luas, dan tarikannya wokeh. Mobil keluarga banget menurut gue. Hahaha…

Jalan dari Jakarta pagi sekitar jam 10 kurang, dan jam 11an sudah sampai di Bogor. Hmmm perjalanan ke Bogor lebih cepat rupanya daripada perjalanan dari kantor ke rumah di dalam kota sendiri yang bisa sampe 2-3 jam kalo macet. Mendingan gue hijrah ke Bogor aja apa ya? -__-

Dan karena kita bingung lokasi-lokasi yang ada di Bogor, gue BBM ke salah satu sahabatnya adik ipar gue yang adalah orang Bogor. Gue nanya tempet makan yang enak buat keluarga dimana aja? Dan dia memberikan beberapa pilihan, ada cafe-cafe dan rumah makan sunda. Okesip. Lanjut.

si Unyil yang unyu

si Unyil yang unyu

Perhentian yang pertama kami adalah di roti unyil Venus. Sesuai namanya, rotinya ini imut-imut dan sangat unyil. Bagi pecinta keju pasti sangat senang dengan roti unyil ini, karena mereka banyak pilihan isinya, dan kasih kejunya gak pelit-pelit loh. Kejunya dipotong-potong kotak panjang sejari. Lumayan bangetlah buat ukuran roti unyil yang seharga Rp 1.300/biji. Harusnya roti ini dinikmati selagi hangat, karena tulisan di kotaknya aja “Fresh from the oven”, jadi pastinya mereka menganjurkannya demikian. Roti ini gue bawa pulang dan taruh di kulkas, besok paginya gue hangatkan di oven lagi, rasanya masih enak, tapi tidak seenak ketika gue makan di mobil yang mana rotinya baru jadi. Hmmm… :p Di sini gue juga beli es cendol, seger banget. Rasanya sih sama lah kayak cendol-cendol biasanya, tapi tidak dipungkiri es cendolnya membuat siang hari itu terasa lebih bersahabat, soalnya panas banget cuacanya. Hehehe…

Ngo Hiang

Ngo Hiang

Selanjutnya kita menuju ke rumah makan Ngo Hiang asli gang Aut ‘katanya’, gue pribadi gak gitu suka sama ngohiang, karena rasanya terlalu manis dan bumbunya kental. Bumbu kental bukan masalah buat gue, yang masalah ada rasa manis nya. Karena gue ga gitu suka makanan yang manis (beda halnya kalo kita lagi ngomongin kue). Ya begitulah, namanya juga selera. Tapi tetep donk gue beli Ngo Hiangnya, kan lagi di Bogor. Hahahaha…  Gue bungkus, buat makan di mobil, tapi ya gitu deh, makannya udah terlalu lama jadi udah ga garing lagi kulitnya. Jadi kalo makan ngo hiang ini jangan dibiarkan dia menunggu lama untuk disantap. Kalau bisa malah makan di tempat aja. Nah, itu kan fotonya dikotak, itu titipan temen soso, pesennya yang digoreng setengah matang, supaya bisa digoreng lagi sebelum dimakan.

Bokap gue dan chinke (bokap soso) adalah tipe yang hobi makan. Jadi nih ketika gue, mice, yaya, n soso lagi pergi nungguin asinan, mereka udah jajan segala macem. Bakso, gemblong, ngohiang, ga tau apa lagi… hehehe

Asinan. Nah asinan Bogor yang orang-orang kenal pasti asinan Gedong Dalem yah? Gue gak beli asinan yang itu, karena ternyata ada juga asinan buah dan sayur yang lain yang lebih enak (menurut gue), letaknya di gang yang jual Ngohiang  itu (kalo ngo hiang kan di ruko, nah asinannya ini di dalam gang), hmm gue ga inget apa nama gangnya. Gang Aut juga namanya apa bukan ya? Haha… Jualannya sih boleh di dalem gang, tapi pembelinya dong coba, gue antrinya aja ampir sejam. Banyak banget yang pesen, dan karena kita uda tanggung, ya udalah tongkrongin aja tokonya, liatin si ngko n nci nya kerja bungkus-bungkusin asinannya. *ngeces di tempat* sorry, no pic.

Toko Roti deParis

Toko Roti deParis

Roti de Paris juga enak, ini semacam kombinasi antara roti tawar dan bolu cokelat. Bentuknya seperti roti tawar, setengah ke atas adalah bolu cokelat, dan setengah ke bawah adalah roti tawar. Rasanya lumayan enak, dan bikin mau-mau-lagi. Hehehe.. (fotonya ketemu di yahoo, kalau ada yang merasa punya kasih tau ya.)

Berikutnya mari kita makan siang. Berdasarkan rekomendasi sahabatnya dd ipar gue, jadilah kita makan siang di restoran Sunda, namanya Gili-Gili. Berhubung kita makannya rame-rame, jadi kita pilih duduk di saung, ada mainan anak juga, biar Al-al bisa main-main dan ga bosen 🙂 Makanannya enak-enak, sambelnya mantap, dan suasananya juga nyaman.

Sebelum ke Gili-Gili ini, mice liat ada yang jualan Durian. Keliatannya enak, jadi napsu bener dah pengen beli, “Beli 2 ah”, katanya. Trus gue ikut turun donk, mau liat durennya dan nanya harga. Pas disebutin harganya 75ribu/biji, huahahaha “mahal amat,bang!” akhirnya si mice tawar menawar sama abangnya, dikasih harga 60ribu. Ya udah deh ga jadi beli 2, belinya 1 aja :p Rasanya cukup manis, tapi kalau manis dikit lagi pasti lebih enak. Hehehe… Dan setelah makan siang itu, kita lanjut makan duren, dan berhubung belinya cuma 1 jadi bagi-bagi makannya, 1 orang kebagian makan 1-2 butir aja. Cukup lah yaaa, kolesterol loh nanti 😀

Hujan deras melanda Bogor siang itu, setelah kita selesai makan siang dan masih ngaso di saung. Sabar aja deh tunggu hujan reda baru jalan lagi. Acara hari itu dilanjutkan dengan jalan ke factory outlet Grande. Baju-baju yang dijual kurang lebih mirip sama yang di FO Bandung, harganya juga mirip-mirip. Hari itu gue lagi ga niat belanja baju, jadinya cuma duduk di depan sambil main samsung tab, baca-bacain blog temen-temen. Lumayan banget baca blog mereka, menghibur, sekaligus ga terasa waktu berlalu, soalnya nungguin keluarga gue belanja lumayan lamaaaaa… Haha..

Sore harinya bingung mau ngapain lagi…akhirnya bokap bilang mau ngopi. Oke, kita mampir ke kedai kopi *lupa apa nama kedainya*. Ngobrol-ngobrol dan santai di sana, Al-al sibuk dengan kentang gorengnya. Dia baru ngerti yang namanya ‘cocol-cocolan’, jadi kentang gorengnya itu disajikan dengan mayonaise, dan dia diajarin makan kentangnya dicocol ke mayo. Udahannya dia bisa sendiri sih, tapi bukan kentangnya yang dicocol, tapi jarinya. Mwahahaha…

Hari menjelang malam dan sebelum pulang, kita mampir dulu ke Macaroni Panggang (MP) dan Lasagna Gulung yang ada di jalan Salak 24, di MP ini kita makan malam dulu, tapi makan malam yang serabutan. Kita potong macaroni panggang yang tadi dibeli, trus pesen Lemang (semacam ketan dibungkus daun dan pakai bambu, lalu makan dicocol bumbu mirip abon gitu. Rasanya mirip lemper :D), dan pesen Risoles jumbo isi rogut ayam. Kenapa jumbo? Jelas karena ukurannya 3-4x lebih besar dari risoles biasa yang gue makan. Hahha.. Dan pakai bumbu kental asem manis lagi supaya lebih sedap. Kita pesen 3 biji risol jumbo, dan bisa dimakan untuk 9 orang. Ini sebutannya bukan makan malam ya, tapi cemilan-malam-disaat-jam-makan-malam. Soalnya memang belum lapar, kita mampir di resto ini karena Al-al saatnya dinner. Jadi sekalian nungguin Al makan kita ngemil juga. Lasagna gulungnya lebih enak dari macaroni panggang, tapi kalau kebanyakan makan ya…jadi eneg juga. Hahaha…

Lasagna Gulung

Lasagna Gulung

Isi Beef

Isi Beef

Kedua foto di atas diambil dari blognya ceritaperut. Inilah gue, kalau udah liat makanan, lupa urusan foto-foto buat dokumentasi di blog, akhirnya pinjem foto dari blog orang lain. hehehe… Kalau untuk Macaroni panggang harganya sekitar Rp 50.000 an, tapi kalau Lasagna Gulung isi beef yang gue beli harganya Rp 72.000, kalau isi yang lain (ayam, tuna) gue ga tau berapa harganya. Pokoknya makan ini cukup 1 potong, karena kalau udah masuk kepotongan yang kedua tau dong apa yang akan terjadi pada perutmu? …. Ya, cit cit buncit.. Hahaha…

Dan akhirnya, perjalanan kuliner kita di kota Bogor harus selesai dan mari pulang marilah pulang marilah pulang bersama-sama 😀

Thanks to my Family for the trip and Gres (Vina’s friend) for being my online tour guide.

Selamat tahun baru Saka bagi umat Hindu semuanya. Semoga semua hidup berbahagia.

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s