Salam Olahraga

Ketika kita merasa tidak aman di negara sendiri, itu artinya negara kita benar-benar tidak aman.
Itulah yang keluarga gue rasakan ketika hari Sabtu lalu berada di Bandung. Kami ke Bandung untuk refreshing bersama keluarga selama 3 hari 2 malam (Jumat-Minggu), ajak keponakan-keponakan gue datang yang dari Jambi.

Hari Sabtu tanggal 22 Juni lalu adalah ulang tahunnya kota Jakarta tercinta, namun ternyata di tengah kemeriahan ulang tahun kota Jakarta, ada segelintir masyarakat yang merusaknya dengan…mengacaukan acara pertadingan sepakbola antara Persija dan Persib.

Kita semua tentu tahu bahwa Persija dan Persib tidak pernah akur, pasti selalu rusuh setiap kali pertandingan dua klub ini, setidaknya bukan para pemainnya yang tidak akur, melainkan suporternya yang dikenal dengan nama The Jakmania (suporter Persija) dan Bobotoh (suporternya Persib). Merekalah yang seringkali bikin suasana pertandingan menjadi rusuh, ricuh, panas, dan diakhiri dengan anarkis. Suporter yang terlalu fanatik akan membahayakan orang lain. Ini serius banget.

Dan hari Sabtu kemarin, bahkan pertandingan sama sekali belum dimulai. Tapi rusuh sudah terjadi. Dengar punya dengar, katanya The Jakmania duluan yang mulai. Mereka merusak bus yang ditumpangi oleh pemain Persib, sampai ada pemainnya yang mengalami luka. Bus nya rusak parah, kacanya pecah-pecah. Jadi ketika para pemain Persib keluar dari hotel di kawasan Gatot Subroto, ternyata mereka sudah diincar oleh The Jakmania dan langsung menyerbu bus Persib. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 1.45 siang. Entah apakah ini memang ulah the Jak, ataukah ada oknum-oknum yang hanya niat ‘merusuh’, tapi kalau melihat dari record bertahun-tahun lamanya bahwa suporter kedua klub ini selalu rusuh, kok rasanya gue lebih percaya bahwa itu memang ulah suporter, bukan oknum lain.

[Skip] gue cerita tentang kegiatan kami seharian dulu kali ya, biar nanti bisa lanjut lagi ceritanya.

Kebetulan hari Sabtu kemarin kami jalan-jalan ke Lembang, melihat-lihat Pasar Apung (Floating Market Lembang), berangkat dari Hotel Grand Royal Panghegar jem 11.30 siang, sampai di floating market sekitar jam 12.30. Harga tiket masuk nya Rp 10.000/orang yang bisa ditukar dengan minuman, ada kopi, lemon tea, dan cokelat panas.

Suasana hari Sabtu kemarin cukup ramai, di dalamnya ada kolam angsa, kolam ikan, taman kelinci, dan para pengunjung boleh memberi makan hewan-hewan di sana (tentunya harus beli dulu makanan hewan di loket masing-masing). Ada pula kora-kora mini, kora-kora mengerikan yang kayak di Dufan, dibikin bentuk mininya yang hanya bisa dinaiki oleh anak-anak. Juga ada flying fox (mini juga!). Arena untuk main motor yang rodanya besar juga ada, Michel main itu sama keponakan gue, 3x putaran bayarnya 50.000. Ada juga sepeda air dan perahu sampan, kita gak main ini. Intinya di sini adalah tempat bermain untuk anak-anak, dan orangtua hanya menikmati suasananya aja. Hahaha…

Lalu sampailah kita di floating market, yang kayak di  Thailand gitu kai ya? Gue juga belum pernah sih ke floating marketnya Bangkok hahahaa… Penjual duduk di dalam perahu bersama barang dagangannya, dan si pembeli tinggal ngomong dari luar mau beli apa. Tapi ternyata berbeda dari apa yang gue bayangkan. Gue pikir akan menemukan orang-orang jualan sayur-mayur, buah-buahan segar, dan aneka barang lucu-lucu hehehe… Tapi ternyata yang mereka jual kebanyakan adalah makanan goreng-gorengan 😦 Buat cemilan sih oke ya, tapi ya ampunnn masa ampir semuanya goreng-gorengan dan tempatnya terkesan tidak bersih… zzz… Disini tempe goreng, di sana kentang twist yg digoreng, di sana batagor, di sana lagi pempek goreng… Setiap perahu yang gue lewati pasti berbau minyak goreng dan sudah hitam-hitam gitu minyaknya. Saya ilfeel 😦 Tapi ada juga loh penjual yang perahunya bersih, karena yang mereka jual juga makanan sudah di pack gitu, kayak puding-puding, es pisang ijo, pia, dan permen-permen. Tapi ya itu bisa dihitung pakai jari lah. Ada juga gado-gado, dan rujak buah yang langsung dipotong di tempat.

Oh iya, gue bukannya sok bersih yaaa, tapi…gue memperhatikan lokasi perahu-perahu itu berdekatan dengan anak-anak yang sedang bermain perahu (dayung sendiri) dan sepeda air. Bagaimana jika…hanya jika…air dari dayung/sepeda air anak-anak itu terciprat kena ke makanan, lalu makanan itu masuk ke dalam tubuh kita?? hmmm yummy  -___-”

Tapi ternyata ramai banget yang makan di sana. Jadi kayak semacam food court gitu lah, ada meja panjang buat orang-orang makan, tapi kursi dan mejanya pendek-pendek seukuran untuk anak-anak. Tuh kan, emang tempat ini target pasar nya adalah anak-anak (mungkin target sebenarnya adalah para orangtuanya hahahaha).

Disana kita sampai jam 3an, belum makan siang pula. Udah lapar poll. Kirain kan mau makan siang di floating market, tapi melihat jenis makanannya yang agak mengkhawatirkan untuk kesehatan tenggorokan (yang mana keluarga gue lagi banyak yang batuk-pilek), jadi kita batal makan disana dan memilih restoran di luar saja.

Akhirnya kita late lunch di Rumah Makan Mandarin. Ini restoran favorit gue juga kalo lagi ke Lembang, karena citra rasa chinese food nya pas di lidah. 🙂

Seusai dari RM Mandarin, kita rencana langsung mau kembali ke Bandung, tapi kata chinke (mertua koko) ada  tempat jualan yoghurt yang enak banget di lembang situ. Jadi kita keliling mencari toko tersebut. Sampai setengah jam lebih keliling-keliling cari, akhirnya ketemu juga nama tokonya adalah “Strawberry Sweetheart” hehehe lucu ya namanya, apalagi di dalam tokonya itu ada brosur-brosur yoghurt untuk pasangan. hah?! gue juga bingung apa maksudnya. Yoghurt nya enak kok, ada potongan buah-buah kecil di dalamnya. Tapi karena frozen jadi ya kita agak susah makannya.

Di tengah-tengah makan yoghurt, Aldrich nangis terus, karena dia minta barang tapi gak dikasih. Iyalah, dia minta GPS buat dimainin mana dikasih? Nanti kita semua ga bisa pulang jadinya. hehehe.. Akhirnya koko ajak Al jalan-jalan ke depan. Ketika itu ada banyak banget rombongan motor yang membawa bendera Persib di sepanjang jalan lembang situ. (Gak ada perasaan apa-apa saat itu), udah hampir jam 5 sore.

Jam 5 kami mulai jalan dari Lembang ke Bandung, mungkin karena weekend jadi jalanan macet. Pikir kami saat itu. Kami naik 2 mobil. Mobil 1 isinya koko, cheem-chinke, Sao2, Al, dan Suster. Koko yang nyetir. Mobil 2 isinya papimami, gue, mice, ce Helen, n 3 kurcaci Jambi. Mice yang nyetir. Dari Lembang jem 5 sore tapi baru sampai Bandung jam 7an malam. Ketika kami sampai di jalan Setiabudi, jalanan masih macet banget. Rencananya pengen ke Cascade Factory Outlet.

[Lanjutan…] Ini cerita lanjutan Jakmania n Bobotoh ya…

Jadi ketika lagi macet-macetnya itu, mobil gue dan koko kan beriringan, ketika mobil koko (Pajero) udah maju, mobil gue (Innova) digebuk-gebuk kacanya sama seorang preman yang lagi menyeberang jalan. 4 kali gebukan. Gue pikir orang iseng yang suka pegang-pegang mobil kalo nyebrang jalan. Orang ini pakai baju bertuliskan Persib di punggungnya. Gue masih berpikir dia itu preman.

Setelah jalan sedikit lagi, di pertigaan ada semacam polisi gopek gitu, tapi mereka juga berbaju ‘Persib’, posisi mobil gue mau ambil jalan lurus, bukan dari belokan. Tapi dari samping kanan Mice, si preman ini minta-minta duit terus “Bagi duit dong. Bagi duitnya dong.” Berkali-kali. Dicuekin aja sama Mice, tanpa nengok ke arah dia.

Setelah jalan melewati orang itu tadi, dia tiba-tiba mengejar mobil gue dan tendang mobil gue dari belakang. Kedengeran kok suara ‘buk’ gitu, tapi gue rasa kakinya pasti sakit banget tuh waktu nendang mobil gue. Kita dari dalam mobil kaget dong, gila nih preman di Bandung ngeri amat gak dikasih duit nendangin mobil orang. Gue pengen buka jendela terus teriakin, tapi gue tahan-tahan. Takut juga sih, takut malah jadi masalah.

Gak berapa lama setelah aksi tendangan itu, orang pertama yang tadi gebukin kaca belakang mobil gue sampai 4x, datang lagi dari jauh (pake acara lari pula), trus langsung kayak buka bagasi mobil gue. Ada suaranya mirip mau buka paksa bagasi, tapi kata bokap gue “bukan, mereka copotin plat mobil kita!”. Walaww… Nyokap gue udah omitohut omitohut terus dari tadi. Gue juga ngeri banget, parah.

Gue mau telepon koko yang ada di mobil depan supaya berhati-hati, tapi kata bokap gue jangan keluarin HP, takutnya mereka malah makin beraksi kalo liat ada HP. Jadi gue diem aja dengan jantung berdebar dan tangan keringat dingin.

Sesampainya di perempatan jalan (gue ga tau itu masih jalan setiabudi atau udah jalan apa namanya), koko gue yang mobilnya paling depan dihadang polisi. Gue yang beda 2 mobil dibelakang terheran-heran kenapa koko gue berhenti ngomong sama polisi, kirain koko mau melaporkan kejadian mobil gue yang digangguin tadi. Tapi ternyata bukan, polisi itu suruh kita putar balik semua. Suruh belok ke kanan, jangan lurus. Mobil gue yang kebetulan posisinya pas untuk belok kanan langsung belok kanan, tapi mobil koko yang masih di depan harus mundur dulu, mana di belakangnya ada mobil lama banget mundurnya 😦

Setelah gue belok kanan, ada polisi lagi yang teriak-teriak ngomong sama kita, karena gak kedengeran kita buka jendela, “Masuk BIP, langsung masuk basement BIP di kiri. Jangan keluar di jalanan. Cepat. Cepat.” Loh..loh..loh…

Sao2 gue telepon, dia bilang “Dek, cepetan masuk basement BIP. Aku dapet broadcast message supporter Persib lagi sweaping mobil plat B. Aku lagi ke arah BIP juga.”

Gila loh gue udah ngeri banget, takut massanya masuk ke BIP juga -__-

Sesampainya di basement dan parkir, kita turun dan liat kondisi mobil, ternyata bener plat mobilnya mau dicopot sama preman tadi, cuma gak berhasil, yang copot sebelah doank. tapi tetep aja, rusak woiii plat mobilnyaa. #$%^&*!!!!

Udah sampai di mall uda berasa lebih aman, tapi mikir “trus gimana caranya kembali ke hotel?? padahal itu hotelnya udah deket banget loh.”

Cerita di mobil koko lebih mengerikan 😦 Mereka di mobil sana udah tahu bahwa Bobotoh lagi sweaping mobil plat B, tapi katanya hanya di Pasteur, bukan di jalanan dalam Bandungnya. Jadi waktu tadi dicegat sama polisi, koko udah tau dan gak banyak tanya langsung mau mundur dan puter balik tapi mobil di belakangnya lelet abisss lama geraknya. Begitu berhasil belok kanan (tempat gue belok tadi), dari arah belakang motor-motor Bobotoh udah banyak banget dan gak berapa lama mobil koko uda dikepung mereka dan dipepet ke paling kanan, bisa hancur mobilnya, bener-bener udah pasrah banget kalo saat itu gak ada polisi! Polisi langsung lari dari jauh menuju mobil dan pukulin motor-motor pengepung, supaya koko bisa ambil kiri masuk basement BIP. Dan di antara ratusan orang tak bermoral itu, ada seorang Bobotoh yang memberi jalan ke koko gue, bahkan dia membukakan pembatas jalan supaya koko gue bisa lewat. “Cepat, cepat lewat.”

Gue ga tau bener atau gak, jadi ketika peristiwa jam 1.45 bus Persib dirusak sama (oknum) The Jak, jam 2 (oknum) Bobotoh mulai melakukan penyisiran mobil plat B. Sebagai aksi ‘balas dendam’, tapi emang apa salah kita sih?? Buset ya orang-orang punya otak kagak dipake. Apa hubungannya kita yang plat B sama yang merusak bus Persib di Jakarta? Kenal aja kagak, keluarga aja bukan, kok jadi sasaran.

Sesampainya di BIP, kita bertemu dengan orang Bandung, mereka bilang bahwa biasanya kalo mereka melakukan penyisiran bisa 2 hari, Sabtu dan Minggu. Jadi kalau besok berencana pulang ke Jakarta dan lewat Pasteur, diharap waspada atau ga beli plat nomor plasu D aja supaya lebih aman, sampai tol baru diganti.

Kloter pertama pulang ke hotel naik Taxi (Cece, yeye, tan2, sao2, Al, dan sus, diantar sama Chinke), kemudian chinke balik lagi ke BIP jemput rombongan kedua. Tapi gak jadi naik taxi, karena teman Cheem ada yang orang Bandung dan akan tunjukin jalan ke hotel dari belakang BIP (hotel Hyatt) melalui komplek Polisi dan TNI, jadi harusnya lewat situ akan aman dan sepi. Akhirnya mobil kita berhasil keluar dari BIP dan pulang ke hotel  dengan selamat. Fiuhhh…

Banyak mobil yang keluar dari BIP gue perhatikan adalah mobil Plat B yang ditutup pakai plakban hitam membentuk huruf E dan L. Iya,orang-orang jadi kreatif kalo kepepet. Koko gue juga udah beli plakban hitam nya, tapi gak jadi dipakai.

Di jalanan sempat terlihat mobil-mobil plat B yang diparkir di pinggir jalan, menjadi korban amuk massa yang gak jelas. Kaca pecah, body rusak, macam-macam 😦 Jadi begini toh wajah sepakbola di negara ini, kasian banget sih punya suporter yang bisanya ngerusuh doank. Belum juga tanding tapi ributnya udah kayak perang, perang saudara ini namanya.

Gak yang di Jakarta, gak yang di Bandung, semuanya sama-sama gak bener kalo gini caranya. Kita yang lagi seneng-seneng di Bandung, gak ngerti ada masalah apa, ngerti sepakbola aja kagak, jadi korbannya. Menyedihkan. Biasanya kalo jiwa pengecut emang tindakannya jadi lebih brutal dari yang pemberani sih 😦

Bersyukur banget pas yang di Lembang di toko yoghurt itu mereka gak macam-macam sama mobil plat B kami yang lagi parkir di jalanan. Bersyukur banget waktu kita sangat pas masuk  ke basement BIP. Bersyukur banget ada polisi yang menghadang motor-motor  pengepung mobil koko. Bersyukur banget ada Bobotoh yang bermoral kasih jalan buat mobil koko lewat. Bersyukur banget preman-preman yang gebukin kaca mobil gue di jalan setiabudi gak melakukan aksi yang lebih brutal. Semoga pikiran mereka tercerahkan, biar gak bikin rusuh lagi.

Kasian otaknya loh kalo gak dipake…
kasian hatinya loh kalo dijadikan jahat…
kasian kakinya loh kalo nendangin mobil orang…
kasian mukanya loh kalo ditekuk terus jadi makhluk berangasan…
kasian…gue jadi kasian sama suporter-suporter yang segitu fanatiknya.

Tapi gue yakin sih dari segitu banyak suporter yang gak beres, pasti ada juga yang ‘beres’, dan tentunya pasti ada juga orang-orang yang cuma ‘numpang’, numpang meramaikan dan numpang ngerusuh. Padahal mereka bukan suporter, tapi seneng aja bikin suasana makin kacau. Orang-orang kayak gini emang pantasnya dibina…sakan saja lah, daripada bikin rempong.

Salam olahraga!
Zzzzz….

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News. Bookmark the permalink.

2 Responses to Salam Olahraga

  1. @di says:

    Serem bener tien bacanya, tp asli gk punya otak bener
    fanatik boleh, tp emang kita the JAK juga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s