[Review] Trave(love)ing2: Sebuah Jawaban.

Traveling…
Sebuah ajakan yang menggiurkan (emang siapa yang ngajak?), apalagi kalau perginya bersama keluarga dan seru-seruan bareng orang-orang tercinta, dengan orangtua, kakak/adik, teman-teman, dan juga…kekasih hati.
Namun, bagaimana kalau traveling yang dilakukan sendirian, atau berdua saja, ke tempat asing yang jauh dari rumah kita, untuk mencari sebuah jawaban hati atas segala pilihan di depan mata demi seorang pujaan hati?

Trave(love)ing2!
Sebuah novel yang menggiurkan dengan ajakannya ke semua pembaca untuk ikut keliling kota-kota keren di berbagai sudut dunia bersama 4 orang penulisnya.

Mari beli bukunya, dibuka sampulnya, bersihkan sofa, siapkan secangkir teh manis hangat di sampingmu, letakkan bantalan empuk di belakang punggungmu, dan bukalah halaman pertama buku ini dan temukan jawaban dari sebuah pertanyaan “Why do you travel?”

Gue adalah pembaca setia(p senggang) blognya @romeogadungan. Tirta Prayudha, dengan gaya khas menulisnya (lo punya ciri khas banget sekarang), gue selalu meyakini bahwa dia akan berhasil menerbitkan buku dengan namanya di sampul depan, seperti cita-citanya yang pernah dia tulis sekilas info di twitter dan gue ikut mengamininya. Awalnya gue mengenal tulisan romeogadungan akibat nyasar entah dari blog siapa yang mana dan kapan, dari follower twitter nya yang masih 200 orang saat itu, kini sudah mencapai seribu lebih. Dengan gaya penulisannya yang ringan, selalu mampu mengundang tawa baik ketawa kecil maupun ketawa ngikik, dan di akhir postingannya seringkali menyisipkan sebuah makna dan romantisme dirinya. #eaaa banget pokoknya, apalagi kalau lagi baca cerpen-cerpen miliknya dan kisah tentang keluarganya yang nun jauh disana.

Dan di novel ini, Roy Saputra yang dengan sukses telah membidani  Trave(love)ing pertama bareng 3 teman lainnya, kali ini mengajak Tirta Prayudha, Eliysha Saputra, dan Diar Trihastuti untuk melahirkan Trave(love)ing jilid 2. Tentu saja beda buku, beda penulis, beda cerita, beda pula nyawa dan rasa yang dirasakan ketika membacanya.

Gue gak berani spoiler disini, nanti dipelototin sama penulis-penulisnya. Hehe… Gue cuma mau menceritakan ‘rasa’nya membaca novel ini. Novel ini seperti memiliki candu di dalamnya, yang membuat gue ga mau berhenti membaca. Udah ngantuk dan pengen lanjutin besok lagi, ehh begitu sampai di tempat tidur, tangan gue langsung buka lagi bukunya dan lanjut baca -__-. Jadi, gue gak tidur tidur, ini salah gue? atau salah penulisnya? atau…mungkin salah temen-temen gue.

Tirta. Membaca tulisannya di novel ini, gue seperti sedang membaca blog nya, tidak ada yang berbeda dari dia, dengan komedi singkat yang sering dia selipkan di tengah kisahnya, membuat gue pengen jitak dia berulang kali. Ya, tidak ada yang berbeda kecuali penulisannya yang semakin bagus dan bernyawa, yang semakin mampu mengajak pembacanya lompat masuk ke dalam cerita dan seolah merasakan sendiri perasaan tokoh di dalamnya. Kisahnya backpacking ke Vietnam seru, secara tidak langsung memberi kita itinerary apa saja yang harus dilakukan kalau suatu saat kita jalan ke sana 😀 Ketika Tirta bilang bahwa rasa cinta itu lama kelaman akan mengkristal dan berubah bentuk menjadi sebuah komitmen, gue setuju, tapi semoga komitmen itu tidak menjadi sesuatu yang menakutkan buat ke depannya. Hehehe… Biasa kan cowo gitu, bilangnya ‘Blom siap berkomitmen…’-___- kalo gitu, trus maunya apa? zzz… *ini kenapa gue jadi emosi*

Sasha. Petualangannya membelah Amerika memberikan nafas tersendiri untuk kisahnya. Gue belum pernah ke Amerika, tapi gue menikmati deskripsinya, sepertinya memang salah satu destinasi yang penting dalam hidup ini. Hehehe… Perjalanan tersebut telah memberi waktu bagi dirinya untuk berpikir, apa yang dia inginkan, dan keputusan apa yang sebaiknya diambil. Kegalauan khas wanita muda, yang terlalu banyak mikir ‘takutnya begini, takutnya begitu’, padahal hal tersebut belum tentu terjadi dan hanya karena pemikiran itu yang membuat segalanya jadi menakutkan. Itu inti yang gue ambil dari cerita Sasha mengenai pilihan yang harus dia putuskan. Gue juga pernah ragu membuat keputusan karena banyakan takutnya daripada optimisnya, sehingga gue menyadari bahwa ketakutan-ketakutan itu bisa menjadi kenyataan kalau kita terlalu memikirkannya, sehingga dengan berjuang menjauhkan pikiran negatif dan mendekatkan diri pada optimisme, ketakutan itu perlahan hilang dan berubah menjadi keyakinan pada diri sendiri. Eh jadi curcol -_-

Diar. Eropa. Mendengar nama benua satu itu saja sudah membuat gue tersenyum. Gue juga belum pernah ke benua yang satu ini, tapi gue merasa negara-negara di Eropa menyimpan jutaan sel-sel romantisme, ahhh ~.~ Kisah yang dibawakan Diar adalah yang paling ‘dewasa’ di novel ini, sesuatu yang gak bisa gue jelaskan dengan kata-kata, tapi kegalauannya di buku ini, dapat membawa gue (dan pembaca budiman yang lain?) perasaan jatuh cinta kembali, jatuh cinta kembali kepada orang yang sama, tanpa bosan. Perjalanannya di Eropa ini rupanya telah membantunya menemukan sebuah jawaban atas pilihan yang mengganggu pikirannya.

Roy. Cukup di Jakarta, mendengarkan kisah sahabat-sahabatnya dan memberikan mereka seutas benang merah untuk saling menggandeng, dan yang pada akhirnya juga menemukan jawaban atas pertanyaannya.

Trave(love)ing2: 10 Kota, 5 Negara, 3 Benua, 2 Pilihan, 1 Jawaban.

Why do you travel?

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News, In Her Mind. Bookmark the permalink.

2 Responses to [Review] Trave(love)ing2: Sebuah Jawaban.

  1. Thanks buat reviewnya Tien, lo adalah sedikit pembaca yang mengamati gue berkembang, ampe bisa nerbitin buku. thanks yaaa 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s