[Review Awal] Inferno

“Kebenaran hanya dapat dilihat melalui mata kematian.” Ini adalah sepenggal kalimat yang gue temukan saat membaca Inferno, sebuah novel yang dilahirkan dari benak Dan Brown, sang pengarang The DaVinci Code.

Sebenarnya gue belum pernah baca maupun nonton DaVinci Code, hanya pernah nonton film dari novel Dan Brown yang lain Angels&Demons. Seru memang filmnya, gak heran novel-novelnya best seller meskipun sempat menimbulan kontroversi di dunia keagamanan negara barat di awal kemunculan novel DaVinci Code. Tapi gue ga pernah mengikuti perkembangannya. Alasan gue belum membacanya, karena bukunya terlalu tebal. Haha… Satu-satunya novel tebal yang gue baca hanyalah Harry Potter. Ahh, dan mahal juga mungkin :p

Kebetulan gue mendapatkan buku Inferno ini dengan harga yang cukup miring, karena beberapa bulan yang lalu gue menghadiri pameran buku di JCC dan mampir ke stand nya Bentang, ternyata mereka mengadakan diskon cukup besar untuk buku-buku new release. Dan Inferno ini gue dapatkan dengan harga Rp 80.000, dari harga normalnya yang dulu masih diatas Rp 120.000. Lumayan toh?

Maka itu, kali ini gue berniat mulai membaca ciptaan Dan Brown dari buku terbarunya yang bernama Inferno, atau terjemahannya: Neraka. Mudah-mudahan gue sukses membacanya sampai selesai 🙂 Makanya postingan ini dinamakan Review Awal, karena gue belum tuntas bacanya.
Baru membaca sekitar 200 halaman, dan gue tertarik untuk terus membacanya…lagi dan lagi…penasaran dengan kelanjutan ceritanya. Sejauh ini sih masih dalam tahap meraba-raba apa yang harus dipecahkan oleh Robert Langdon, siapa wanita yang ada di mimpinya beberapa hari ini dan apa maksud dari ditemukannya video semacam neraka itu. Buset ya udah 200 halaman aja masih meraba-raba cerita. Haha namun ya itulah hebatnya Dan Brown, dia menjabarkan semua cerita, gerak gerik, setting lokasi secara lengkap seakan-akan kita berada di sana.

Bangunan-bangunan di Florence yang dia ungkapkan dalam cerita dijelaskan dengan detail, siapa pula seniman Eropa yang bernama Dante Alighieri dan karya-karya Dante Ia ceritakan dengan lengkap sehingga gue merasa sedang membaca buku sejarah, bedanya cara penulisannya tidak membosankan seperti halnya kita membaca buku pelajaran sejarah. hehehe…

Inferno sendiri merupakan sebuah mahakarya milik Dante yang sangat terkenal, sebuah puisi perjalanan setelah kematian. Dan itu yang diangkat oleh Dan Brown dalam novelnya kali ini. Dia menggabungkan antara seni, sejarah, simbol, teknologi, ilmuwan, dan kegilaan manusia. Wow…

Inferno-cover

Kalau gitu, ijinkan gue kembali melanjutkan membacanya sampai selesai… *target: secepatnya* hehe…

“Tempat tergelap di neraka
dicadangkan bagi mereka
yang tetap bersikap netral
di saat krisis moral”

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News, In Her Mind. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s