Sincia Itu…

Sincia itu…
Dimulai dengan Malam Sincia, dimana pada siang harinya kita sembayang leluhur di rumah, lalu sore/malam harinya kita makan bersama keluarga dengan menu yang spesial. Saat mandi sore kita menggunakan jeruk nipis juga, selain sabun dan shampo. Berikut makna-maknanya:
Sembayang Leluhur untuk mengenang dan menghormati para leluhur kita, bukan menyembah loh ya. Melainkan merupakan bakti, rasa hormat dan mengenang para leluhur.
Makan malam bersama keluarga. Memang sih setiap hari kita pasti makan malam bersama keluarga, namun makan malam sincia selalu memiliki aura kebersamaan dan keceriaan yang berbeda dari biasanya. Ini merupakan wujud rasa syukur dan cinta kasih terhadap anggota keluarga kita. Makanya kenapa kalau tahun baruan semua orang ingin pulang kampung, karena berkumpul bersama keluarga tak ternilai harganya. Begitu juga ketika cici gue sekeluarga dan koko Michel pulang ke Jakarta, rasanya lengkap semua dan super duper happy πŸ™‚
Mandi dengan jeruk nipis, untuk ‘membersihkan’ diri dari kotoran-kotoran di tahun kemarin dan siap menyongsong tahun yang baru dengan diri yang lebih bersih. Yah mirip-mirip Sunlight yang wangi jeruk nipis, semua kotoran jadi terangkat dengan cepat kan ya? Hahaha… korban iklan

Sincia itu…
Saatnya merenungkan. Ketika ada seseorang yang kita sayangi dan cintai tidak lagi berada di tengah-tengah kita secara nyata di tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya, di dalam hati keluarga besar selalu tersimpan kenangan indah tentangnya. Dan semoga, langkahnya selalu terang dan lancar. Amin.

Sincia itu…
Harus ada kue Keranjang, atau sebagian orang menyebutnya kue cina. Gue gak suka sebutan kue cina. Emangnya di cina cuma punya kue keranjang doang? Kok kesannya diskriminasi sekali ya -__-” Hehe…
Kue keranjang itu kan lengket yah, jadi maknanya adalah untuk ‘melengketkan’ para anggota keluarga agar selalu nempel dan gak berjauh-jauhan. Bolehlah jaraknya jauh, asalkan dekat di hati πŸ˜€
Harus ada Jeruk. Buah jeruk adalah lambang kemakmuran, lihat deh kalau sincia buah paling banyak adalah buah jeruk. Katanya sih karena menjelang sincia memang buah jeruk berbuah sangat manis dan melimpah, jadi boleh dibilang jeruk itu melambangkan rejeki, dan kemakmuran.
Harus ada makanan yang manis-manis. Lapis legit, kue kering, permen-permen manis, manisan buah, tangkui, angco, dan buah lainnya yang manis, supaya sepanjang tahun hidup kita banyak manisnya. Hehe..

Sincia itu…
Merupakan awal musim semi di China sana, dan disimbolkan dengan pemberian angpao (hong bao) dari mereka yang sudah menikah ke saudara yang lebih kecil, keponakan, juga orangtua dan kakeknenek. Angpao merupakan doa untuk mereka yang menerimanya. Doa agar selalu sehat, sejahtera, makmur, pintar, dan kebahagiaan. Dan biasanya ini yang ditunggu-tunggu kalau sesama saudara bertemu “Gong xi fa cai. Hong bao na lai.” Hehehe…

Sincia itu…
Kalau di Jakarta selalu dibuka dengan banjir di beberapa daerah, kira-kira sekitar 2 minggu sebelumnya. Hmmm ga selalu sih, setidaknya sudah 2 tahun berturut-turut begitulah kejadiannya. Sepertinya pemerintah harus menetapkan libur bersama khusus ibukota dengan tanggal yang fleksibel sesuai dengan kapan terjadinya banjir. Ya, saran aja sih buat kalender tahun depan :p *amint-amit ya jangan banjir lagi dong*

Sincia itu…
Ga boleh ngutang! Hahha ini sih kepercayaan pribadi aja, kalau menyambut sincia semuanya harus bersih dan dimulai dari awal donk. Jadi selain bersih-bersih rumah, semua urusan hutang dengan orang lain harus kita bereskan dulu, jangan sampe udah tahun baru tapi hutang masih ngegantung. Hahaha… Ya tapi ini ga wajib sih, hanya dianjurkannya begitu. Abisnya kalo kepepet ga punya duit masa harus gadai panci? πŸ˜€

Sincia itu…
Saatnya ditanya “Kapan kawin?” Hehehehe…
Eh tapi gue kan udah berstatus istri, tetep ada loh pertanyaannya (biasanya yang nanya ini keluarga jauh yang jarang ketemu) “Udah punya baby?” Walah… Yang udah punya anak pun ditanyain juga loh “Kapan anak kedua nya?” Oh.. Pantesan ledakan penduduk terjadi di Indonesia. Wong ditanyain terus kapan..kapan… hahaha

Sincia itu…
Saatnya ulang tahun Mami gue. Hari kedua sincia adalah lunar birthday nyokap. Gampang kan ingetnya? πŸ™‚ Keluarga gue memang selalu merayakan ulang tahun berdasarkan penanggalan lunar jadinya setiap tahun beda-beda deh tanggal ulang tahunnya di kalender :p

Sincia itu…
Foto-Foto! πŸ™‚

Ketika Bocah Berkumpul

Ketika Bocah Berkumpul

Happy Birthday Mam!

Happy Birthday Mam!

Mirip ga?

Mirip ga?

Sincia itu... Berkah!

Sincia itu… Berkah!

May all beings be well, be happy, be free from suffering.

Selamat datang di tahun Kuda kayu. Kerja yang semangat yuk!! πŸ™‚

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News, In Her Mind. Bookmark the permalink.

2 Responses to Sincia Itu…

  1. adi says:

    Sinciaaa itu kebahagiannn
    Sincia itu sembahyang malam2, sincia itu pasang lilin besar di vihara hehee, itu sepupu tien? Mirip mirip hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s