Pemilu dan Kopi Susu

Tanggal sembilan kita pemilu
Dari sekian dipilih satu
Indonesia punya sejarah pilu
Karena kejujuran pergi terbawa debu

Ketika pemilihan umum memanggil kita
Dan barisan janji hanyalah kata
Lalu siapa yang hendak kita pilih
Jika hati tak lagi percaya dalih

Kita boleh berbangga
Setelahnya disuguhi secangkir kopi susu,
Atau kita boleh malu
Jika memilih untuk secangkir kopi susu?

Indonesia, jangan sampai kau krisis (di)percaya
Hingga rakyatmu harus dirayu untuk memilih
Bangkit dan terus bangkit
Hingga rakyatmu yakin maju untuk memilih

Saya,
DKI Jakarta
2014

pemilu 2014

pemilu 2014

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News, In Her Mind and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s