Kuliner Bersama Saya

Siapa yang suka kuliner? Sayaaa!!
Siapa yang suka icip-icip makanan baru? Sayaaa!! *tapi tergantung review orang-orang dulu* hehehe
Siapa yang suka eksperimen bikin-bikin makanan? Sayaaa!! *Tapi yang gampang aja*

Nahh jadi udah tau dong topik postingan gue kali ini tentang apa? Makanaaaaan! hahahha i love it, i love it. Gue suka banget makan, Fact: Kalau gue telat makan, rasa pusing dan lemas langsung melanda. Makanya gue ga boleh telat makan. Hehehehe :p

Pertama-tama mari kita bahas tentang wisata kuliner di Jakarta dan sekitarnya. Dalam 2 bulan terakhir ini ada beberapa restoran yang baru gue coba, sebenarnya mereka buka sudah lama, tapi gue coba makanannya ya akhir-akhir ini aja. Dan yang akan gue review ada 2 resto.
Yang pertama, Koultoura Coffee yang terletak di Taman Ratu, tepatnya di deretan Pizza Hut taman Ratu beda 2-3 bangunan setelahnya kalau dari arah jalan panjang di sebelah kiri, di seberang ruko-ruko yang baru jadi gitu deh (yang kadang kalau restoran ini lagi rame, parkiran ruko tersebut dijadikan parkirannya Koultoura!). Kalau gue lagi nginap di rumah orangtua di Green Ville, sudah dipastikan setiap hari gue akan melewati restoran ini. Kalau dari tampak depan, kalian akan melihat sebuah bangunan dengan kaca-kaca transparan dan aktivitas orang-orang di dalamnya akan tampak dari luar. Jadi lagi sepi atau ramai, dapat terlihat dari seberang jalan. Dengan simbolnya sebuah cangkir dengan tanda petir di atasnya, gue jadi membayangkan si the-boy-who-lived alias dek Harry Potter hehehe…
Sistem pemesanan di restoran ini adalah, kita masuk dan langsung memesan di kasir makanan dan minuman yang akan kita nikmati. Jadi jangan langsung duduk. Kita pesan di kasir dan langsung bayar, jadi sistemnya jadi mirip makan di restoran cepat saji. Untuk minuman, kita tungguin mereka bikin dan kita bawa ke meja sendiri. Baru untuk menu makanannya akan mereka antar ke meja kita. Gue makan ber3 sama suami dan 1 sahabat gue, kami berdiri di meja kasir cukup lamaa karena bingung mau pesan apa. Hampir semua menu kita tanyain ini apa itu apa, isinya apa, posrinya banyak gak dan sebagainya. Untung lagi gak rame jadi mbak kasirnya dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan kita. Akhirnya gue pesan Chicken Maryland dan minum Ice chocolate apa gitu namanya lupa. Suami gue pesan Fish and Chips dan minum Ice Tea of the day. Mari kita review rasanya. Untuk Chicken Maryland menurut gue enak, dagingnya lembut, potato wedges nya lumayan, dan saosnya pas gak terlalu asam. Untuk minuman cokelatnya juga enak, di dasar gelas gue menemukan gumpalan cokelat yang bisa gue makan dikit-dikit (atau kurang gue aduk-aduk yah? Lol), tapi itu dark choco sih jadi tergantung orang suka atau kagak, kalau gue lebih suka milk daripada dark sebenernya. Hehehe…
Untuk Fish and Chips nya menurut suami gue rasanya cukup oke, tapi kurang spesial. Mungkin banyak resto yang juga menjual fish and chips. Saos tartarnya menurut gue lumayan enak kok. Kalau untuk Ice Tea of the day nya ya ga usah dibahas lah yaa, pokoknya es teh lah gitu. Heheehehe cuma memang hari itu teh yang dipakai adalah Dilmah English Breakfast.
Nah bagaimana untuk segi harganya? Hmmm maaf nih tapi gue harus jujur kan kalau mereview. Harganya tergolong mahal. Dihitung-hitung kalau dibagi rata, kita makan ber 3 totalnya 300ribuan, dengan masing-masing 1 makanan dan 1 minuman, tanpa pesan menu tambahan lainnya, jadi menurut gue sih mahal dengan porsi main menunya yang gak terlalu banyak kalau 1 orang jatuhnya @100ribuan (makanan+minuman). Tapi ya ini relatif ya, mungkin karena ini cafe jadi mereka juga menjual tempat. Iya, mereka design interiornya mengupayakan agar orang-orang bisa duduk lama sembari ngobrol ataupun hanya duduk untuk kerja atau meeting.
Waktu gue datang ke sana, ada beberapa meja yang isinya orang sedang meeting bawa laptop ngobrol serius, ibu-ibu sekitar 6-8 orang yang duduk sembari minum-minum dan cekikikan, anak kuliahan yang baru pulang kuliah dengan buku-bukunya disamping tempat duduknya. Memang, ini lebih seperti meeting point dan ngopi-ngopi ketimbang restoran untuk makan kenyang. Hehehhe… Karena, porsinya memang gak banyak-banyak amat menurut gue yang hobi makan ini :p Tapi overall, resto ini cukup unik ๐Ÿ™‚

Chicken Maryland

Chicken Maryland

Restoran kedua yang gue coba untuk pertama kalinya adalahhhh….Seorae, sebuah restoran Korea yang berada di Flavor Bliss Alam Sutera, jadi kita geser sedikit dari Jakarta yah :p Gue baru makan ini tepat tadi malam. Makan ber5 sama sahabat gue, ber4 ding, plus 1 balita yang makannya juga mulai banyak. Hehehe…
Seorae ini menjual korean BBQ dengan daging yang didatangkan dari Australia. Kami memesan has dalemnya Pork dan beef, tapi gue lupa foto untuk daging-dagingnya. Karena kita lagi gak mau bakar sendiri, jadi minta tolong mbak nya yang panggangin dagingnya untuk kita. Gue lebih suka Porknya, karena dagingnya sangat sangat Juicy, itu adalah special menu nya resto ini. Namanya Galmaegisal (pork) dan Woosamgyeob (beef), nah loh gue bingung deh namanya…kalo gak nyontek slip Bon nya, gue ga bisa spell nya. Hahahaha… Disini kita bisa refill terus side dish nya, kimchi, sayuran, ubi manis, kentangnya, mochi kacangnya (mirip mochi cuma gepeng bentuknya gue ga tau apa namanya). Kalau untuk harganya, daging-dagingnya kami pesan yang 150 gram, yang pork hargnya 84ribuan, yang beef hampir 140ribu. Untuk Japchae (soun), porsinya sedikit tapi enakkk, tapi harganya gak enak…hahaaha…dengan porsi segitu harganya 70ribu menurut gue sih kemahalan, kalau 40ribuan mungkin masih cocok. Untuk bikin member nya gratis, dan kita dapat voucher 20% untuk kedatangan berikutnya, tapi batas waktunya hanya 1 bulan. Total kami makan disitu semalam adalah 498ribu, nyaris 500ribu, tergolong mahal karena 4orang dewasa + 1 balita kira-kira @100ribuan juga per orang, tapi worth it sih jadi menurut gue karena dagingnya enak dan side dish nya banyak juga boleh refill ๐Ÿ™‚ hehehe…

Seorae

Seorae

Side Dish

Side Dish

Tagihannye

Tagihannye

Nah, kalo yang satu ini, gak usah ditanya lagi. Abang Bakso langganan keluarga gue, dari gue masih TK (atau bahkan belum lahir), si Abang ini udah keliling di komplek Green Ville, sampai gue segede ini, Abang ini masih juga keliling di Green Ville dan uniknya, mukanya ga banyak berubah! Model rambutnya sama, model topinya sama, kumis nya sama, mukanya gak keliatan tanda-tanda penuaan sedikitpun, gue curiga dia ini masih satu keluarga sama Bibi Lung. Hehehe… Nih ya, bakso uratnya juara! Enak banget dah, trus gak pelit kasih sayur nya. Satu mangkok sekarang harganya 10ribu, kuahnya berasaaa kaldu nya, tapi yaaa gak disangkal sih micinnya pasti banyak, makannya ga boleh sering-sering. :p Kalau mau ketemu Pak Kumis, dia biasanya ngiter di komplek perumahan Green Ville, kalo lagi gak ngiter, berarti dia nongkrong di ruko Green Ville Blok A, cari aja Tukang Bakso pake topi bundar, berkumis, badannya agak kurus, tingginya sedang, dan selalu pakai baju Kemeja yang dimasukan rapi di celana panjangnya. Hahaha detail banget gue.

Bakso Pak Kumis

Bakso Pak Kumis

Sekian dulu postingan gue siang ini, karena Orangtua gue ajak makan soto betawi di Gading Serpong. Selamat makan siang! ๐Ÿ™‚

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 Responses to Kuliner Bersama Saya

  1. Saya juga suka ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s