Super Late Post

Hai!
Sudah terlalu lama blog ini gak diupdate, rasanya keinginan saya untuk menulis ‘mengetik’ menurun sangat drastis beberapa bulan terakhir.
Apa yang ingin saya ceritakan dari Januari sampai Mei ini? Hahaha Banyak! Ba-Nyak!

Let’s start!
Bulan Januari setelah hingar bingar tahun baru, saya dan keluarga kerap kali mengunjungi RSCM. Dengan jadwal yang sudah diberikan oleh team dokter, mami saya menjalani operasi transplantasi organ penting dalam tubuhnya, dan kami sangat bersyukur karena operasi berjalan dengan baik dan lancar, keadaan mamiku sangat baik, dan sehat kembali. We Thank God, thank doctors, thank pendonor, thank famililes…semuanyaa.
Setelah pulang kerumah, mami butuh banyak waktu istirahat, masih harus bedrest, keadaan udara dan ruangan harus steril, serta harus jaga makan, kayak ciapo gitu, dan selama beberapa bulan tidak boleh keluar rumah supaya tidak terkena virus dari udara luar.

Namun ternyata ada saja rintangannya, karena di pertengahan Februari, Jakarta tercinta kembali diguyur hujan lebat (dan lebay) dari malam-pagi berjam-jam non stop hingga setelah berdoa dan memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi, banjir hadir kembali di tengah-tengah kita. ‘Di tengah-tengah kita’ dalam arti yang sebenarnya ya, karena memang banjirnya ini masuk ke rumah. Sungguh…terlalu.

Koko saya yang tinggal di apartment, sudah wanti-wanti dari pagi hari supaya kita ngungsi saja selagi air masih belum terlalu tinggi dan masih dapat dilalui mobil, namun mami bersikeras ingin tetap dirumah. Akhirnya air benar-benar semakin tinggi dan sudah tidak dapat dilalui mobil lagi, kami pun sudah ngungsi ke lantai 2 rumah karena lantai 1 sudah masuk air. Saat itu pun keponakan saya, Ald (3 almost 4yo) lagi nginap dirumah, jadi dia juga tahu apa itu yang namanya banjir. ๐Ÿ™‚ Beberapa jam kemudian, koko datang ke rumah dengan bala bantuan sebuah perahu karet yang cukup besar untuk menampung mami, papi, saya, keponakan, dan asisten RT. Koko dan suamiku berjalan kaki ngobok banjir.
Dalam keadaan yang sungguh tidak steril itu, mami akhirnya memakai double/triple masker, jas hujan, kaki dibungkus plastik, dan naik ke perahu dengan cara digendong oleh koko dan suami kanan dan kiri agar kaki tidak sampai menyentuh air banjir. Duduk di perahu, aman sudah. Yeah.
Saatnya saya yang naik perahu…jreng..mereka tidak bisa menggendong saya..hahaha..karena kehamilan ini yang sudah mulai membesar itu memang sulit bagi mereka untuk menggendong diriku. Jadilah saya berpegangan pada pagar pintu rumah, manjat dengan kaki kanan, dan kaki kiri langsung menjejak di atas perahu dengan bantuan papi dan asisten RT. Yeah berhasil.
Setelah itu, meluncurlah kita dengan dorongan tenaga manusia dan arus air banjir, kita keluar dari komplek menuju tempat parkir mobil koko.
Yang lucu mah ini Ald, dia merasa ini sebegai rekreasi, bilang “Kong (manggil papi saya), perahunya kok gak pake dayung. Dipake dong dayungnya.” Dan alhasil papi ketawa dan mengambil dayung yang disamping perahu dan mulai mendayung. Ald seneng banget. Sampai di ujung jalan, ketemu tukang sayur langganan dan dia dengan lantang teriak (padahal kami semua gak ada yang lihat tukang sayur itu karena ketutup gerobaknya), “Pak Kemis, pak kemis, halo pak Kemis..” Dan si Pak Kemis muncul dari balik gerobaknya dan lambai-lambaikan tangannya ke arah kami. Wakakaka liat aja sih kamu, Ald..
Akhirnya selama musim banjir beberapa hari itu, papi mami, saya dan suami, dan asisten ngungsi dirumah Serpong. Disini lebih nyaman karena mami lebih bisa istirahat dan mudah jika ingin kontrol ke RSCM (tidak perlu ngubek banjir toh! biarpun muacett kalo keluar dari tol serpong).

Setelah banjir usai, maka saatnya perayaan Imlek hadir memberikan rejeki kepada kita semua. Hehe.. Acara cuci-cuci rumah sudah kelar. Saatnya bagi-bagi angpao dan mengunjungi rumah keluarga besar. Tradisinya tetap sama dari tahun ke tahun, hanya karena tahun ini mami masih harus banyak berdiam di rumah dan tidak boleh menerima banyak tamu, jadi kami tidak open house seperti tahun-tahun biasanya. Hanya saudara dan beberapa kerabat yang datang. Biarpun begitu, tahun baru Imlek ini benar-benar berkesan dan menyenangkan.

Segini dulu obrolan saya hari ini, postingan berikutnya mau cerita tentang kehamilan saya ah.. Hehe.. Hei Hei, kawan… Mohon doa restunya ya, perkiraan akhir bulan ini baby kami lahir. Semoga semuanya lancar ๐Ÿ™‚ Sadhuu!

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News. Bookmark the permalink.

3 Responses to Super Late Post

  1. Marina says:

    Waaa… goodluck utk deliverynya yaa..
    Semoga lancar jaya dan sehat sempurna utk ibu dan bayi..
    ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜Š

  2. Pingback: Tentang Hamil (bagian 2) | @truetienz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s