Keivel Miles and Smiles

Haiiii! Baru sempat ngeblog setelah…entah berapa bulan lamanya. 🙂 Maafkan aku, blog sayang. Jadi kali ini saya kan membahas tentang perjalanan kami dan baby K ke London bulan lalu.

Membawa anak kecil (baca: dibawah 1 tahun) jalan-jalan / berpergian naik pesawat, menurut saya memiliki tantangan tersendiri. Tantangan terbesarnya bukan di tempat tujuan, melainkan diperjalanannya atau lebih tepatnya, di penerbangannya. Jauh sih memang perjalanannya, total 18jam. 12jam Jakarta-Istanbul + 2jam trasnit di Istanbul + 4jam Istanbul-London.

Kami menggunakan maskapai Turkish Airlines untuk penerbangan ini, karena pas lagi cari tiket, harga Turkish Airlines yang paling oke dan review nya bagus-bagus, terutama mereka mendapat Best Europe Airlines 2015, jadi tanpa ragu kami beli tiketnya 🙂

Selama saya disana dan setelah pulang, teman-teman dan saudara menanyakan, gimana bawa anak jalan-jalan repot ga? Hihihi… *pertanyaan wajib* Dan jawaban saya,”Repot sih, tapi seru!”. Beneran memang seru, karena ada tantangannya. Ini ga membuat saya kapok bepergian, hanya…untuk bepergian dengan jarak tempuh yang jauh dan lama, nanti dulu deh hahahahaha…

Ini penjelasan saya tentang tantangan kami selama di pesawat dari Jakarta – Istanbul – London :

  1. Jam makan si baby; Berhubung terjadi perbedaan jam di Jakarta dengan di udara…ca elah, maka saya harus rajin-rajin lihat jam. Apakah baby K sudah waktunya makan atau belum. Dan ketika dia harus makan, ternyata di pesawat masih gelap. Penerangan di pesawat belum dinyalakan sehingga saya menyalakan sendiri lampu di tempat duduk. Dan untungnya, baby K lahap makannya. Jadi tantangan ini mudah dilewati. Makanan apa ya? Kalau untuk sarapan, saya bawa cereal baby yang cukup dicampur air panas maka akan jadi bubur cereal. Untuk buah, saya beli buah botolan yang merk H*inz atau G*rber. Sebenarnya di pesawat sudah disediakan baby meal, tapi lebih amannya bawa sendiri deh karena kita tidak tahu baby meal yang disediakan cocok atau tidak untuk baby kita kan. Untuk makan malam, sebelum naik pesawat sudah saya suapin (masak dari rumah), dan untuk makan siang pas sudah sampai di tujuan, jadi masak dan makan di rumah koko ipar. Asiknya, mereka punya anak yang seumuran dengan baby K jadi bisa sekalian masak untuk 2 anak 🙂
  2. Jam tidur baby K; ini nih tantangan terbesar kami di dalam pesawat. Baby K ga bisa tidur, padahal sudah ngantuk. Terpaksa saya gendong terus semalaman. Dan gendongnya ga boleh sambil duduk. Kalau duduk, nangis. Kalau udah nangis susah diem dan bisa mengganggu penumpang lain. Jadi saya jalan-jalan ke dapur, ke tempat pramugari, dan ke Toilet. Tertidur sebentar, bangun lagi. Begitu terus sepanjang malam. Baru benar-benar bisa tidur ketika sudah hampir pagi. Dan saya? Hanya bisa tidur ayam. Takut kalau saya tertidur beneran, gendongan saya jadi kendor. *mukakusutkayakkeset* Tapi kejadian susah tidur hanya terjadi di penerbangan pergi. Penerbangan pulangnya jauh lebih baik, biarpun tetap ada drama susah tidur.
  3. Bosan. Perjalanan yang memakan waktu lama tentunya akan membuat bosan, bukan hanya kita orang dewasa, anak-anak tentu lebih mudah bosan. Bedanya kita orang dewasa sudah bisa menahan kebosanan dan bisa terhibur dengan mendengarkan musik, membaca buku, atau nonton acara yang ada di layar kursi penumpang. Nah kalau anak masih bayi? Saya sudah membawa alat-alat perangnya untuk melawan rasa bosan baby K. Saya bawa biskuit kesukaan, bawa mainan yang ada krincingannya, mainan yang ada lagu, dan bola-bolaan. Tapi sebanyak apapun mainannya ia toh akan tetap bosan juga. Akhirnya balik lagi ke awal…kasih nenen di toilet (kenapa di toilet? di point bawah ada penjelasannya). Hahaha… Kalau udah mati gaya, baby K ya nangis, ya marah-marah. Kadang ada pramugari cantik yang ajak main dan godain baby K, dan ia terhibur *baby K suka wanita cantik* :p. Tapi hanya sebentar, setelah itu… ya drama lagi deh.
  4. Duduk paling depan tidak menjamin segalanya menjadi lebih mudah. Karena nyatanya, Basinet yang sudah saya order dari awal pemesanan tiket tidak bisa dipakai oleh Baby K. Maximum beban basinet itu adalah 11kg. Berat badan baby K sudah 10kg saat itu. Dan baby K ternyata lebih panjang daripada basinet itu sendiri. Jadi ia tidak bisa berbaring disitu. Akhirnya basinet itu kita gunakan untuk meletakkan tas, selimut, makanan, botol minum, dan mainan. Maksudnya, tujuan utama yaitu untuk baby K baringan disitu jadi tidak dimanfaatkan karena memang tidak bisa. Jadi saya rasa duduk di barisan tengah (bukan paling depan), mungkin akan lebih baik. Karena lebih mudah untuk melipat meja makan (yang kalau di paling depan saya akui mejanya kecil sekali jadi agak sulit untuk meletakkan nampan makanan, dimana kalau kesenggol sedikit pasti jatuh apalagi ada anak bayi yang lagi gak bisa diem hehehe). Lalu kalau di barisan tengah, jarak ke layar tv lebih dekat jadi baby K bisa sedikit terhibur dengan pencet-pencet layar yang ada.
  5. Menyusui seharusnya merupakan hal yang mudah dan ringkas, tapi ketika situasinya adalah duduk di tengah (gak kebagian posisi dekat jendela) dan sebaris kanan kiri, dan belakang SEMUA nya adalah laki-laki, dan baby K tidak mau ditutup pakai apron menyusui, maka menyusui menjadi hal yang agak menyulitkan saat itu. Jadi mau tidak mau saya harus bolak balik ke toilet dan menyusui disana. Kadang baby K bisa tertidur saat minum susu, kadang malah senang karena di toilet terang lampunya. Untung toiletnya bersih dan wangi, pramugarinya rajin bersihin dan kasih pengharum, jadi aktivitas menyusui di toilet tidak terlalu buruk.

Ya itu tadi tantangan saya dan suami selama di pesawat. Tapi ketika sudah sampai di tempat tujuan, di London maupun di Jakarta, semua letih, bosan dan stres terbayar sudah. Baby K juga langsung ketawa-ketawa tidak ada lagi tangisan dan rengekan. Sepertinya ia juga mengerti dan senang kita semua sudah tiba. Apalagi bertemu keluarga, rasanya luar biasa plonggg 🙂

Ah, rasanya mau kesana lagi, tapi tunggu baby K sudah besar nanti ya…

Terima kasih Tikong sudah melindungi perjalanan keluarga kami 🙂 Semoga Koko & keluarga di sana juga senantiasa Kau lindungi agar segalanya lancar dan terasa mudah jika dijalani bersama. Sadhu…

“If you want to go Fast, go Alone. If you want to go Far, go Together.”

Love,

NeitNeit

20160327_115519

Baby K’s First Rainbow!

20160326_120438

Our happy faces 🙂

IMG_0502

Jalan-jalan siang di Hyde Park

 

 

Advertisements

About neitneit

Call me Tien. It's simple and good enough.
This entry was posted in Her Daily News and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s