Protected: Pelajaran Berharga

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements
Posted in In Her Mind

Protected: Maafkan Hati

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in Uncategorized

Menyapih Anak

Sudah 7 bulan Keivel stop ASI, alias sudah berhasil disapih. Perjuangan untuk menyapih Keivel tergolong sulit dan berliku menurut gue. Sebenarnya tekad untuk stop asi adalah ketika keivel 18 bulan, tapi selalu gagal dan akhirnya asi lagi. Karena saat itu mungkin tekad gue masih berbentuk sabit, belum bulat sempurna. Hehe..

Pernah 1 malam gue benar-benar menutup baju gue dan melarang Keivel asi, dengan berbagai macam cara gue cuekin dia…awalnya sih nangis-nangis. Gue pikir biasa lah ya kalo nangis-nangis. Tapi kok nangisnya makin jadi ya, non stop itu 2-3 jam. Akhirnya gue nyerah dan…nyusu lagi anaknya. Hal itu berlangsung beberapa kali di waktu yang berbeda.

Gue membaca berbagai macam artikel di internet, berbagai tips gue baca, dimulai dari perlunya dukungan keluarga dirumah (misalnya suami, orangtua, mertua), bahwa tekad asi saja tidak cukup tanpa didukung oleh orang-orang di rumah. Semuanya harus kompak, dengan cara ajak main anaknya sehingga tidak teringat susu mama, kalo mulai inget nyusu ke mama ayo dialihin lagi, sampai lama-lama lupa dan terbiasa. Atau anaknya disuruh tidur sama papa aja, mama tidur sendiri di kamar sebelah. Hmmm… ini tentu saja sebuah keputusan yang sulit bagi papanya, meladeni anak yang teriak-teriak karena sedang haus susu mama hahaha… Tapi dari semua tips yang pernah gue baca dan gue ikuti, tidak ada 1 pun yang berhasil. Semuanya berakhir dengan…oke, silahkan buka baju mama lagi. Kata orang-orang, kalo on off begitu malah kasihan anaknya, karena merasa di PHPin dan digantung, hari ini boleh asi, besoknya harus nangis-nangis dulu baru dikasih asi. Tapi kembali lagi, gue ga tega lah ya anak gue nangis sampai 3 jam non stop, yang ada besoknya langsung sakit batuk-batuk kering karena kelamaan nangis. Kejam juga gue kalo tetep memaksakan stop asi.

Pernah juga gue coba olesin houfengsan yang pahit-pahit itu, siapatahu Keivel ga suka dan jadi ga mau nenen kan, eh nyatanya…doi malah lahap. Enak kali itu pahit-pahit begitu. Haha…

Jadinya gue bertekad tetep memberi Keivel asi sampai ia-merasa-cukup-dan-berhenti-dengan-sendirinya. Tapi gue dengar cerita teman ada anak yang udah masuk kelas 1 SD masih ada yang asi ke mamanya, gue Shock dong! Gimana kalo anak gue sampe SD juga masih asi? Haha… akhirnya gue dengan tekad bulat, sebulat bulan purnama di tanggal 1 dan 15 lunar, 2tahun 2bulan Keivel berhasil stop nenen untuk pertama kalinya.

Pake apa?

Pake Lipstik.

Jadi gue kan punya lipstik merah yang merah terang gitu, suatu siang, gue olesin tuh ke area tersebut (gak usah gue jelasin detail lah ya hahaha), merah banget deh pokoknya. Gue aja yang liat agak mengernyit. Trus, waktu Keivel minta asi, gue kasih lihat, Mama lagi sakit nih ga bisa kasih Keivel asi, udah ya ga usah nenen lagi…kasian kan mama ni lagi berdarah gini. Lalu, ekspresinya donggg…gue antara mau ketawa sama kasian. Ekspresinya penuh kesedihan gitu, suruh gue tutup baju, tapi dia ga nangis, cuma kayak memelas aja gitu mukanya. Trus dia liatin gue lama, kayak seolah-olah nanya “mama kenapa”, gue bilang aja Keivel sudah besar sekarang ga boleh nenen lagi, lagian ni mama lagi sakit.

Sepanjang mau tidur siang, dia uring-uringan banget…nangis-nangis, tapi gak suruh gue buka baju, mungkin antara geli liat merah-merah gitu, atau kasian ‘mama lagi sakit’ haha. Jadinya siang itu dia ga tidur siang. Dan malemnya, tidur cepet dong. yeay! Berhasil tidur tanpa harus nenen. Dan tidur karena kelelahan, dan karena sepanjang siang gak tidur dan uring-uringan ga dapet asi. Tapi karena tekad mama sudah demikian bulat, gue bersabar…panjang sabar banget itu kuncinya.

Jam 2 malamnya dia terbangun dong… Karena namanya anak asi yang terbiasa terbangun tengah malam dan merembet ke badan mamanya, malam itu ia terbangun mencari nenen tapi menyadari dia tidak bisa lagi mendapatkannya. maka uring-uringanlah (again) ia sepanjang malam…sampai matahari terbit di pagi hari. Haha.. Gue temenin, ajak main, kasih susu freshmilk. Tapi saat itu Keivel belum terbiasa minum susu sapi, jadi minum dikitt banget.

Paginya jam 7, gue tanya “Keivel mau bobo? yuk bobo lagi kan semalem bangun pagi banget kamu..”, Tapi dia malah sebut-sebut nama sekolahannya. “Oh, kamu mau ke sekolah?”, akhirnya hari itu Keivel masuk sekolah. Jam masuk adalah jam 8.30, eh baru mulai assembly di hall, tidur dia…haha. Digendong sama kepala sekolahnya, bobo diruangan kepsek. Ga lama sih mungkin sekitar 1 jam gitu, setelah itu baru ikut aktivitas di kelasnya.

Setelah pulang sekolah, kayaknya bales dendam gitu tidur siang lama 3 apa 4 jem gitu deh. Tapi perjuangan tidak cukup sampai disitu, karena 1 bulan pertama tidurnya benar-benar kacau balau. Tidur siang masih okelah jamnya. Tidur malam ini loh, misalnya nih jem 10 malam tidur, jem 3 subuh bangun sampai pagi. Setiap hari selama 1 bulan. Jadinya setiap bangun gue kasih sedikit freshmilk di kulkas.

Dan semakin lama Keivel semakin terbiasa disapih, jadi tidurnya lama-lama mulai normal. Sudah bisa tidur panjang sampai pagi tanpa interupsi terbangun tengah malam. Akhirnya mama bisa tidur pulas lagi sampai pagi… hehehe…

Setiap anak punya cerita sendiri ketika disapih, ada yang gampang, ada yang sulit. Menurut gue Keivel termasuk susah, iyalah nungguin nangis 3 jam aja gak kelar-kelar. haha.. Jadi ketika berhasil nyapih, gue lega sekali. Thankyou sayangku, udah lulus asi dengan peringkat cum laude. 😀

Neit Neit
2018

Posted in Her Daily News | 2 Comments

close to you

I Remember
How it feels
When I hear this song for the first time

I Remember
How it feels
When i found the album from that store

Oh, I Remember

Long Vacation OST – 2003

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hohoho… Udah 2018 aja!

Hello 2018!
Hehe… 1 tahun lebih ga update blog itu rasanya…bersalah :p
Hmmm mulai dari mana yaa… Sebenernya banyak sekali yang terjadi sepanjang tahun 2017.
Awal 2017 Keivel mulai masuk preSchool di daerah BSD, awal-awal pastinya nangis banget kalo ditinggal sama gue, tapi 1-2 bulan sekolah dia mulai terbiasa dan semakin enjoy kalo ke sekolah ketemu miss dan teman-temannya.
Bukan hanya Keivel yang ketemu teman-teman baru, mamanya Keivel juga jadi dapet banyak teman baru yang baik-baik. Haha..

Di bulan Maret 2017, kami jalan-jalan ke Inggris lagi, tapi kali ini perjalanannya jauh lebih smooth dari tahun lalu. Karena ada mama mertua dan adik ipar, jadi banyak yang ajak main. Dan karena Keivel udah hampir 2 tahun saat itu, udah beberapa kali naik pesawat jadi mulai terbiasa, udah bisa makan segala macem kan, jadi cemilan-cemilan yang kita makan, roti, biskuit yang dikasih sama pramugari, Keivel juga bisa makan. Kalo ngantuk udah ngerti ngantuk, jadi bobo tanpa tangis-tangis membahana. Jadi antenglah sepanjang perjalanan. Selama 2 minggu jalan-jalan itu juga dia Happy banget apalagi main sama sepupunya yang tinggal disana.

Pertengahan tahun 2017, Keivel pertama kalinya ikut Puja Bakti di Vihara, kita datang ke Vihara Ekayana Serpong di hari Waisak. Dan…ternyata bawa anak umur 2 tahun ke tempat ibadah bukan hal yang mudah. Dia sama sekali ga bisa diem, yang ada malah lari-lari ke altar, ke belakang, ke area proyektor, ke area Bhante duduk, trus orang-orang lagi baca paritta, ehh dia gangguin. Untungnya itu kebaktian anak, jadi memang banyak anak-anak yang ga bisa diem (tapi cuma Keivel yang lari-lari sampe ke meja altar dan hampir kesangkut kabel proyektor) dan untungnya Bhante nya ngertiin..tapi gw ngejarin dia kesana kemari kan ya ga enak juga kalo jadi ganggu orang. Haha.. Dan setelah itu gue belum ajak dia lagi ke Vihara 😀

Akhir tahun 2017, adik ipar gue nikah, seneng banget semuanya uda berkeluarga sekarang. Semoga menjadi keluarga yang selalu penuh berkat ya 🙂

Dan akhir tahun kami menutupnya dengan jalan-jalan ke Bintan dan Bali. Nanti itu di postingan tersendiri aja. Soalnya mau review jalan-jalan kita, supaya bisa jadi kenang-kenangan buat Keivel nanti.

Semoga di tahun 2018 ini kita semua diberikan kesehatan, semua pekerjaan lancar, keluarga bahagia, anak-anak tumbuh dan berkembang dengan bahagia. Sadhu…

20171229_171636(0)

Love,

NeitNeit
2018

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tentang Setahun Lalu

25 Mei 2015 Jam 19:00
Sate Babi Mumu, Salsa Food Market, Summarecon Serpong
Aku dan suami bersama sahabat janjian makan malam disini. Sate Mumu adalah salah satu favorit kami berempat. Kami makan dan ngobrol seperti biasa. Perutku sudah besar dan semakin mudah lelah kalau banyak berjalan.
Dan ketika mereka mengajak ngeDessert di Pancious, aku menolak. Karena masih harus berjalan dari Salsa ke dalam mall. Rasanya pengen cepat pulang dan bobo. hehehe…

26 Mei 2016 Jam 01:00 dini hari
Tadi pulang cepat dengan rencana ingin segera naik ke ranjang dan tidur. Tapi apa daya ketika sudah sampai di ranjang ga sedikitpun mata terpejam. Perasaan gelisah padahal sudah ngantuk. Akhirnya aku ke toilet karena ingin buang air kecil.
Baru juga duduk untuk setoran air kecil, tiba-tiba…byar… tanpa bisa ditahan. Aliran darah segar encer tapi agak kental. Seketika aku lihat ke dalam kloset. What?? Now?? Harusnya masih 3 hari lagi (jadwal operasi c-section).
“Beb…darah beb…”
Thank God suami belum tidur saat itu. Dia langsung bangkit dari ranjang. “Kenapa beb?”, sambil terburu-buru ke toilet. “Ini kayaknya pecah ketuban deh, darah ni banyak banget.” Aku panik.
Dia yang menenangkan aku, “Tenang, jangan panik beb…kita ke RS sekarang ya.” Ucapnya sambil ngelap sisa-sisa darah di lantai kamar, lalu membantuku ganti baju (sempet ganti baju, yeah!).
Tas untuk persiapan ke RS sudah kami siapkan 2 minggu sebelumnya, dan sudah ada di dalam mobil. Jadi kapanpun siap berangkat.
Tidak lupa kubawa perlak untuk tatakan duduk di mobil.

Di mobil aku berupaya telepon dokter Handy, tapi ga diangkat (iya harusnya RS yang menghubungi dokter kali ya baru diangkat), ya sudah saya langsung telepon RS mengabari bahwa saya dalam perjalanan mohon ditunggu di depan UGD. Setelah itu aku telepon orangtua dan mertua dirumah untuk mengabari kami otw ke RS.

Masuk mobil suami langsung tancap gas macam pembalap…hahaha bersyukur banget banget banget jam segitu jalanan lengang banget kan. Hanya 20 menit saja dari Gading Serpong ke RS PIK, yang kalau siang hari pasti macet tak terkira di tol nya. Sepanjang perjalanan ke RS, kontraksi sudah tiap 2 menit. Tau dari mana 2 menit? Aku lihat jam di mobil, setiap si menit di angka ganjil dia kontraksi, di angka genap kontraksinya ilang hahaha… Aku dalam hati omitohud omitohud terus, sambil mempraktekan pernapasan yang diajarin pas senam hamil, lumayan membantu loh (karena sibuk ingetin cara napasnya, malah jadi gak fokus ke kontraksinya..hehehe)

Sampai di UGD langsung duduk di kursi roda dan dibawa naik ke ruang bersalin. Diobservasi dulu sama susternya. Ada yang ramah, ada yang jutek. Trus aku ditanya-tanya biodata dan histori kehamilan sama si suster jutek. OHMYGOD gak tau apa ini udah sakit banget nahan kontraksi, susternya nanya banyaaakkk banget ada kali beberapa halaman. Ketika aku lagi kesakitan, suaraku otomatis mengecil, si suster malah ngomong “Suaranya yang keras bu, gak kedengeran”. Reseee..ouchh sakit.. Mau aku sahutin, tapi males banget, ngomong aja susah lagi nahan sakit. Tapi akhirnya aku bilang “duh yang kayak gitu-gitu baca sendiri aja sus di buku kehamilan. sakit nihh.” Baru deh dia nanyanya ga banyak-banyak dan lebih sabar nunggu jawabanku.

Setelah merasa cukup, baru deh susternya telepon dokter. Selama menunggu dokter datang, suster memasang jarum di tangan saya untuk nanti masuk infus atau obat, tapi…again and again and again…katanya pembuluh darah saya terlalu halus, susah cari jalurnya. Hiksss… Urusan kontraksi belum beres, ini si suster makin bikin saya takut masa jarumnya ga bisa masuk. Ga berapa lama dateng suster yang lebih senior, baru dia yang pasangin dan akhirnya berhasil. Sekitar 15 menit dr.Handy akhirnya datang dan USG, katanya ketubannya sudah banyak berkurang, harus operasi sekarang. Oh iya, posisi baby K selama hamil belum pernah turun kepalanya…posisinya malah melintang. Kepala di kiri, kaki di kanan. Jadi untuk amannya dicaesar deh.

Ketika dibawa ke ruang operasi, ternyata jarum yang suster tadi pasangkan ke tanganku, salah juga! Punggung tanganku sudah biru karena pembuluh darahnya pecah, jadi dokter anestesi yang akhirnya memindahkan jarumnya ke posisi yang benar dan dipindahin ke tangan kanan. Haisssh…suster-suster itu, speechless saya… (sampai hampir 2 minggu baru biru lebam nya hilang, itupun setelah dikasih trombopob rutin).

Jam 3 pagi operasi berjalan lancar, aku merasakan setiap gerakan tangan dokter di perutku, sayatan demi sayatan di setiap lembar lapisan kulitku sampai ketemu tubuh mungil baby K. Aku merasakan ‘oprekan’ si dokter ketika berusaha mengeluarkan baby K dari perutku, dan ketika iya keluar, tangisnya pecah memenuhi ruang operasi. Dear baby K, terima kasih udah baik-baik di dalam perut mama, sekarang kita bertemu 🙂 Dokter anak membawanya ke sampingku, dan aku cium baby K. Setelah itu aku tertidur…biarkan dokter/suster menyelesaikan tugasnya merapihkan perutku..sambil terus berdoa dalam hati, semoga aku segera pulih dari bius ini agar bisa melihat baby K.

26 Mei 2016
Selamat ulang tahun, dear baby K. Sekarang kamu udah bukan baby lagi. Sekarang kamu sudah bisa ngoceh-ngoceh, udah bisa marah-marah, udah bisa membedakan mana jeruk baby dan mana jeruk medan, udah bisa jalan merembet, udah bisa turun dari ranjang meskipun harus extra hati-hati, udah bisa nyengir, udah bisa tepuk tangan, udah bisa berishin laci & lemari mama sampai bersihhh ;),udah bisa main tab sama papa, udah bisa manggilin papa di kamar mandi, udah bisa nyetir sama papa, udah bisa samperin mama deketin muka lalu muaaahhh..ciumanmu yang pernuh iler adalah sukacita bagi mama. Dan uda bisa-uda bisa yang lainnya yang ga bisa mama sebutkan satu-satu, tapi selalu ada dalam rasa syukur mama setiap kali melihat kamu.
Love you…

note: Kapan-kapan kita makan sate Mumu ya, Keivel. Karena di situ, kita punya cerita. Hehehe… 0 moIMG_0847

4 mo

IMG_0956r

May you always be happy dear son. Love the life that you live. Live the life that you love. Be happy, be grateful, be thankful everyday!

Aside | Posted on by | Tagged , , , , , , , , , | 2 Comments

Mendung

Namanya Mendung
 Dengan redupnya langit dirudung sendu
 Butir-butir hujan ia pandu
 Awan pun tak sanggup lagi memangku

Dialah Hujan
 Dengan riang mengajak langit menari
 Kadang marah, kadang malu, ia pun menanti matahari
 Yang akan menjemput lapisan-lapisan pelangi

Sebut dia Pelangi
 Dengan indahnya mengundang setiap mata berpaling
 Memandu decak kagum penghuni bumi
 Ah..aku ingat
 Dulu kamu bernama Mendung

Memang, tak selamanya Mendung itu kelabu
 Nyatanya, ia kini begitu berwarna, Pelangi namanya.

Love,
 NeitNeit
 May 2016
20160327_115453
Posted in In Her Mind, Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

Jarak

Sejauh mana matanya memandang
Takkan pernah lebih jauh dari pikirannya

Sejauh mana kakinya melangkah
Takkan pernah lebih jauh dari angannya

Sejauh apa ia mengejarnya
Takkan pernah lebih jauh dari jarak di hatinya

Sejauh apa senyum yang ia berikan
Takkan pernah lebih jauh dari mata yang tak memandangnya

Bukan jarak yang memisahkan mereka
Tapi hati yang kosong kian melebarkan jaraknya

Love,
 NeitNeit
 May 2016
Posted in In Her Mind, Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

Keivel Miles and Smiles

Haiiii! Baru sempat ngeblog setelah…entah berapa bulan lamanya. 🙂 Maafkan aku, blog sayang. Jadi kali ini saya kan membahas tentang perjalanan kami dan baby K ke London bulan lalu.

Membawa anak kecil (baca: dibawah 1 tahun) jalan-jalan / berpergian naik pesawat, menurut saya memiliki tantangan tersendiri. Tantangan terbesarnya bukan di tempat tujuan, melainkan diperjalanannya atau lebih tepatnya, di penerbangannya. Jauh sih memang perjalanannya, total 18jam. 12jam Jakarta-Istanbul + 2jam trasnit di Istanbul + 4jam Istanbul-London.

Kami menggunakan maskapai Turkish Airlines untuk penerbangan ini, karena pas lagi cari tiket, harga Turkish Airlines yang paling oke dan review nya bagus-bagus, terutama mereka mendapat Best Europe Airlines 2015, jadi tanpa ragu kami beli tiketnya 🙂

Selama saya disana dan setelah pulang, teman-teman dan saudara menanyakan, gimana bawa anak jalan-jalan repot ga? Hihihi… *pertanyaan wajib* Dan jawaban saya,”Repot sih, tapi seru!”. Beneran memang seru, karena ada tantangannya. Ini ga membuat saya kapok bepergian, hanya…untuk bepergian dengan jarak tempuh yang jauh dan lama, nanti dulu deh hahahahaha…

Ini penjelasan saya tentang tantangan kami selama di pesawat dari Jakarta – Istanbul – London :

  1. Jam makan si baby; Berhubung terjadi perbedaan jam di Jakarta dengan di udara…ca elah, maka saya harus rajin-rajin lihat jam. Apakah baby K sudah waktunya makan atau belum. Dan ketika dia harus makan, ternyata di pesawat masih gelap. Penerangan di pesawat belum dinyalakan sehingga saya menyalakan sendiri lampu di tempat duduk. Dan untungnya, baby K lahap makannya. Jadi tantangan ini mudah dilewati. Makanan apa ya? Kalau untuk sarapan, saya bawa cereal baby yang cukup dicampur air panas maka akan jadi bubur cereal. Untuk buah, saya beli buah botolan yang merk H*inz atau G*rber. Sebenarnya di pesawat sudah disediakan baby meal, tapi lebih amannya bawa sendiri deh karena kita tidak tahu baby meal yang disediakan cocok atau tidak untuk baby kita kan. Untuk makan malam, sebelum naik pesawat sudah saya suapin (masak dari rumah), dan untuk makan siang pas sudah sampai di tujuan, jadi masak dan makan di rumah koko ipar. Asiknya, mereka punya anak yang seumuran dengan baby K jadi bisa sekalian masak untuk 2 anak 🙂
  2. Jam tidur baby K; ini nih tantangan terbesar kami di dalam pesawat. Baby K ga bisa tidur, padahal sudah ngantuk. Terpaksa saya gendong terus semalaman. Dan gendongnya ga boleh sambil duduk. Kalau duduk, nangis. Kalau udah nangis susah diem dan bisa mengganggu penumpang lain. Jadi saya jalan-jalan ke dapur, ke tempat pramugari, dan ke Toilet. Tertidur sebentar, bangun lagi. Begitu terus sepanjang malam. Baru benar-benar bisa tidur ketika sudah hampir pagi. Dan saya? Hanya bisa tidur ayam. Takut kalau saya tertidur beneran, gendongan saya jadi kendor. *mukakusutkayakkeset* Tapi kejadian susah tidur hanya terjadi di penerbangan pergi. Penerbangan pulangnya jauh lebih baik, biarpun tetap ada drama susah tidur.
  3. Bosan. Perjalanan yang memakan waktu lama tentunya akan membuat bosan, bukan hanya kita orang dewasa, anak-anak tentu lebih mudah bosan. Bedanya kita orang dewasa sudah bisa menahan kebosanan dan bisa terhibur dengan mendengarkan musik, membaca buku, atau nonton acara yang ada di layar kursi penumpang. Nah kalau anak masih bayi? Saya sudah membawa alat-alat perangnya untuk melawan rasa bosan baby K. Saya bawa biskuit kesukaan, bawa mainan yang ada krincingannya, mainan yang ada lagu, dan bola-bolaan. Tapi sebanyak apapun mainannya ia toh akan tetap bosan juga. Akhirnya balik lagi ke awal…kasih nenen di toilet (kenapa di toilet? di point bawah ada penjelasannya). Hahaha… Kalau udah mati gaya, baby K ya nangis, ya marah-marah. Kadang ada pramugari cantik yang ajak main dan godain baby K, dan ia terhibur *baby K suka wanita cantik* :p. Tapi hanya sebentar, setelah itu… ya drama lagi deh.
  4. Duduk paling depan tidak menjamin segalanya menjadi lebih mudah. Karena nyatanya, Basinet yang sudah saya order dari awal pemesanan tiket tidak bisa dipakai oleh Baby K. Maximum beban basinet itu adalah 11kg. Berat badan baby K sudah 10kg saat itu. Dan baby K ternyata lebih panjang daripada basinet itu sendiri. Jadi ia tidak bisa berbaring disitu. Akhirnya basinet itu kita gunakan untuk meletakkan tas, selimut, makanan, botol minum, dan mainan. Maksudnya, tujuan utama yaitu untuk baby K baringan disitu jadi tidak dimanfaatkan karena memang tidak bisa. Jadi saya rasa duduk di barisan tengah (bukan paling depan), mungkin akan lebih baik. Karena lebih mudah untuk melipat meja makan (yang kalau di paling depan saya akui mejanya kecil sekali jadi agak sulit untuk meletakkan nampan makanan, dimana kalau kesenggol sedikit pasti jatuh apalagi ada anak bayi yang lagi gak bisa diem hehehe). Lalu kalau di barisan tengah, jarak ke layar tv lebih dekat jadi baby K bisa sedikit terhibur dengan pencet-pencet layar yang ada.
  5. Menyusui seharusnya merupakan hal yang mudah dan ringkas, tapi ketika situasinya adalah duduk di tengah (gak kebagian posisi dekat jendela) dan sebaris kanan kiri, dan belakang SEMUA nya adalah laki-laki, dan baby K tidak mau ditutup pakai apron menyusui, maka menyusui menjadi hal yang agak menyulitkan saat itu. Jadi mau tidak mau saya harus bolak balik ke toilet dan menyusui disana. Kadang baby K bisa tertidur saat minum susu, kadang malah senang karena di toilet terang lampunya. Untung toiletnya bersih dan wangi, pramugarinya rajin bersihin dan kasih pengharum, jadi aktivitas menyusui di toilet tidak terlalu buruk.

Ya itu tadi tantangan saya dan suami selama di pesawat. Tapi ketika sudah sampai di tempat tujuan, di London maupun di Jakarta, semua letih, bosan dan stres terbayar sudah. Baby K juga langsung ketawa-ketawa tidak ada lagi tangisan dan rengekan. Sepertinya ia juga mengerti dan senang kita semua sudah tiba. Apalagi bertemu keluarga, rasanya luar biasa plonggg 🙂

Ah, rasanya mau kesana lagi, tapi tunggu baby K sudah besar nanti ya…

Terima kasih Tikong sudah melindungi perjalanan keluarga kami 🙂 Semoga Koko & keluarga di sana juga senantiasa Kau lindungi agar segalanya lancar dan terasa mudah jika dijalani bersama. Sadhu…

“If you want to go Fast, go Alone. If you want to go Far, go Together.”

Love,

NeitNeit

20160327_115519

Baby K’s First Rainbow!

20160326_120438

Our happy faces 🙂

IMG_0502

Jalan-jalan siang di Hyde Park

 

 

Posted in Her Daily News | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Hello, Baby Keivel!

Mungkin ini terdengar klise, tapi memang nyata…tidak ada yang bisa menggantikan dan menggambarkan perasaanku saat ini. Sejak beberapa bulan belakangan, kehidupanku berubah menjadi sangat luar biasa (sangat sangat diluar dari biasanya hehehe)  dimana…sosok mungil ini hadir di tengah-tengah kami, iya Keivel, kamu.

Perasaan jatuh cinta lagi dan lagi denganmu, perasaan haru ketika melihat wajahmu yang tenang, perasaan galau ketika kamu menangis tanpa kumengerti alasannya, perasaan bahagia ketika melihatmu tertidur pulas dipelukanku usai menyusuimu, perasaan ingin cepat-cepat pulang dan ingin menciummu ketika pergi keluar rumah tanpa kamu, perasaan yang mengakui bahwa suara paling indah adalah suara ocehanmu yang mulai sering terdengar (setelah suara detak jantungmu), perasaan penasaran apa yang ada dalam benakmu ketika kamu tersenyum menatapku.

Lembur setiap malam untukmu? Bukan masalah, itu anugerah bisa memberimu nutrisi.
Badan pegal-pegal usai menggendongmu? Bukan keluhan, tapi syukur atas pertumbuhanmu.
Rambut dijambak dan ditarik? Bukan sakit, tapi bahagia kamu sudah lancar menggerakan tangan dan jari-jarimu.
Tak bisa kemana-mana karena kamu akan menangis? Bukan halangan, tapi syukur karena kamu merasa aman dan tenang bersamaku.

Ketika rasa syukur tidak akan pernah habis, bukan hanya dalam kata-kata tapi juga dalam setiap tarikan napasku. Terima kasih Tuhan, alam semesta, karma dan jodoh yang mempertemukan kami denganmu di kehidupan ini.

Raih Keberhasilan (Irgie) dengan Kebijaksanaan (Keivel) yang kamu miliki.
Dear, Irgie Keivel Pramana (Selasa, 26 Mei 2015)

Love,
Papa Mama

IRGIE KEIVEL

IRGIE KEIVEL

Posted in In Her Mind | Tagged , , | 3 Comments