Tentang Anak Kedua

Bulan Oktober kemarin, Keivel resmi menjadi Koko. Kita semua memanggilnya Koko Keivel. Sebenarnya dia senang dipanggil Koko sejak umurnya 3tahunan, tapi baru benar-benar terwujud ketika dia berumur 4,5tahun. Lain kali gue akan bahas bagaimana sikap Keivel setelah dia punya adik. Sekarang gue mau cerita tentang kehamilannya dulu, mumpung masih fresh di ingatan. hehehe…

Tentang Hamil Yang Isinya Baby Nico

Untuk teman-teman yang kebetulan baca blog ini, semoga bermanfaat sharing gue kali ini. Bagi yang sudah tahu, itu bagus. Kalau bagi yang belum tahu, semoga tulisan ini bisa membantu.

Kehamilan gue yang kali ini, adalah kehamilan yang ternyata agak berbahaya, tapi gue tidak menyadari bahaya tersebut. Karena gue keputihan. Dan rupanya, keputihan yang gue alami cukup banyak dan berlangsung sangat lama, yaitu saat sudah trimester ke 2 masuk ke-3 baru gue tanya ke dokter kenapa keputihannya ga selesai-selesai. Gue kira itu wajar, Karena kalau gue baca berbagai artikel di internet, keputihan pada saat kehamilan itu normal. Namun gue tidak mencari tahu lebih jauh sampai batas seperti apa yang dikatakan normal.

Ternyata, dokter kaget kenapa gue baru laporan sama dia ketika sudah berlangsung lama, karena ini membahayakan janin. Gue tanya ke dokter kok gue akhir-akhir ini merasa gatal dan perih ketika buang air kecil. Dokter langsung cek transvaginal saat itu juga. Dari awal hamil selalu USG atas dari perut, jadi tidak pernah cek dari bawah. Dan memang benar, keputihannya banyak dan akhirnya dokter meresepkan antibiotik dan menjelaskan kenapa itu berbahaya. Gue bisa pecah ketuban kapan saja. Bayi bisa lahir prematur kalau pecah ketuban sebelum cukup waktunya.

Dokter tahu gue pakai panty liner untuk ‘menampung’ keputihan tersebut, gue diomelin sama dokternya, “Duh, apalagi pakai panty liner. Jangan ya! Jangan dipakai lagi. Sering-sering ganti celana dalam.” dokterku bisa galak juga.

Gue deg-deg’an banget waktu dokter kasih tahu bahaya tersebut, tapi di waktu yang sama gue merasa lega. Lega dan bersyukur karena gue kontrol di waktu yang tepat, kalau gue tunggu kontrol sebulan lagi dan gak ngeh akan bahaya keputihan yang terus berlangsung, entah bagaimana ya kan. Tanpa menunggu lama, gue langsung minum antibiotiknya begitu selesai dari dokter, sebelum ketemu dokter memang sudah sarapan dulu. Dan setelah minum antibiotik memang cepat keputihannya hilang dan gue menjalani kehamilan gue dengan lebih tenang.

Kehamilan kali ini, membuat gue mudah engap/ngos2an, dan cepat merasa lelah. Beda banget waktu hamil Keivel dulu. Kalau hamil yang dulu gue merasa lebih energik, lebih kebo, sedikit eneg. Kali ini juga sedikit aja enegnya (kalau gak makan, eneg. Jadi gue harus makan terus. Bulan pertama berat badan gue naiknya 4kg), tapi merasa renta sekali badan ini. hehehe…

Dari trimester pertama aja sudah merasa cepat lelah, tapi gue pikir ah masih awal-awal belum terbiasa kali. Tapi kok ya begini terus. Jalan sebentar capek, jadi harus duduk atau baring. Tapi giliran udah duduk/baring, mau bangkit berdiri susah bener. Sakit di pinggang, di punggung, di pinggul, semua terasa sakit. Dan gue sadar banget, gue kurang olahraga saat hamil. Dokter menyarankan gue untuk renang aja, jadi gue ikutin. Tapi dasar gue nya malas, renangnya ga rutin, jarang-jarang aja kalau lagi mau.

Jadi ingat ya teman-teman, saat hamil itu perlu banget olahtubuh, gerakin badan, olahraga yang ringan-ringan aja, yang penting gak kaku jadinya badan kita, apalagi ditambah ada baby di dalam perut yang menambah beban beberapa kilogram. Pastilah badan lebih mudah terasa lelah.

Di trimester ketiga, semuanya terasa beberapa kali lebih berat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Berat dalam arti sesungguhnya. hahaha… Gue mau jalan aja mesti pegangan! Bangun dari kursi harus diam dulu 10 detik baru bisa melangkah kakinya.  Ternyata pas dicek ya memang bayinya cukup besar juga di dalam perut. Biarpun ga seberat hamil kembar, gue yakin setiap ibu diberikan beban sesuai kekuatannya masing-masing ^__^

Saatnya Melahirkan

Gue melahirkan secara c-section. Karena anak pertama sudah c-section juga, jadi kali ini disamain aja.

Oktober adalah bulan yang sudah kami tunggu-tunggu. Tanggal operasi sudah dipilih, orangtua sudah dikasih tahu juga. Papa dan Mama mertua nginap dirumah gue untuk bantu jaga Keivel, selama gue dan suami ke RS untuk persiapan melahirkan adiknya besok pagi.

Tanggal 9 Oktober 2019 jam 12 malam (jadi jam 00.00 tanggal 10 Oktober 2019), kami ke RS untuk registrasi dan checkin kamar untuk 4hari 3malam. Setelah registrasi dan cek kamar, gue ke kamar bersalin untuk CTG 40 menit. Semuanya normal, lalu gue diijinkan kembali ke kamar untuk tidur. Ada yang bilang kalau mau operasi itu ga bisa tidur, gelisah mikirin besok bagaimana. Suami kasih pelukan dan menguatkan, dia bilang Good Luck buat operasinya besok (Pak, good luck kayak saya mau Ujian Semester! hahaha..) Tapi syukurnya malam itu gue bisa tidur nyenyak, jem 5 pagi gue bangun sendiri, bukan dibangunin susternya. Merasa I’m Ready!

Ternyata Keivel dirumah juga uda ready, dia jam 5 juga udah bangun, langsung ditemenin sama Sus nya untuk sarapan, main, mandi. Dia nyusul ke RS sama Popo & Kung2nya.

Jam 6 pagi suster uda dateng buat tensi dll, lalu gue CTG lagi. Mulai deg-degan, Karena sejam lagi menuju jadwal operasi.

Jam 7 kurang, gue dibawa ke kamar operasi. Dokter anestesi sudah siap. Ternyata dokternya sudah senior banget. Gue disuntik di tulang belakang (epidural) beberapa kali, sepertinya gak ‘kena’ ditempatnya, dan itu tuh sakitnya bikin gue nangis tapi gak bisa nangis, nah loh ngerti ga tuh? hahaha… Pokoknya pasrah lah sudah di dalam ruangan itu, ga bisa kabur lagi ye kan, anak juga uda mesti lahir, jadinya ga ada pilihan lain selain tahan sakit, peluk bantal, dan gigit tangan susternya (susternya bilang gak apa-apa bu, gak apa-apa) T__T Besar jasamu, suster.

Saat ngetik ini gue masih bisa membayangkan sakitnya suntikan itu waktu jarum panjangnya masuk ke tulang belakang, ternyata gak dapet, dan harus suntik ulang. Sekali obatnya berhasil masuk, ngilunya bikin gue gak bisa mikir apa-apa lagi. Pengen pingsan aja rasanya. Dan ketika biusnya sudah bereaksi, dan dokter sudah mulai operasi, efek obat biusnya bikin gue mual banget, pengen muntah, tapi muntah angin. Karena kan gue puasa dari semalem ga makan apa-apa. Sabar Tien, sabar…

Dokter Handy tanya pas lagi operasi,”Kamu masih suka nulis blog?”, “Udah jarang dok, Karena gak sempet.” (gak ada ilham sebenernya dok…).

Ketika baby sudah lahir dan gue menciumnya, rasa mual dan deg-degan yang gue rasakan tiba-tiba hilang dan berubah jadi perasaan lega dan bersyukur. Gue jadi senyum-senyum sendiri saking leganya.

Ketika kembali ke kamar perawatan (kira-kira 2jam gue di kamar pemulihan), semua keluarga sudah berkumpul di kamar. Keivel menyambut kedatangan Mamanya ini dengan riang :’) Dan Michel, yang semalam bilang “Good Luck”, pas gue masuk kamar dia bilang gini “Good Job, Mama Keivel n Nico.” Hahahaha iya gue lulus Ujian!

Dan gue gak bisa tidur (waktu abis lahiran Keivel gue ditambahin obatnya jadi tidur pules bener), nah kali ini gue bener-bener melek sampai hampir 24 jam. Besok paginya gue tanya dokter kenapa gue seger banget padahal sebenernya ngantuk pengen tidur, dokter bilang Karena abis operasi adrenalin kita masih tinggi dan pengaruh obatnya juga. Tapi akhirnya gue bisa juga sih tidur nyenyak.

24jam baring di ranjang, dan setelah itu gue harus turun dari ranjang karena gue harus bergerak, dan sakitnya luar biasa perih dan nyeri. Tapi kok ya gw lebih bisa ‘terima’ rasa sakit yang ini daripada rasa sakit pas di ruang operasi (masih terngiang rasa suntikannya). Sakit pasca operasi gue rasakan selama 2 hari. Di harı ketiga gue sudah bisa berjalan normal dan sakitnya berangsur Hilang.

Bisa dibilang kali ini pulihnya agak lebih lama dari lahiran yang pertama, kalau menurut analisis sotoy gue, karena bekas operasi yang lama kan dibuka lagi, ya pasti namanya membuka ‘luka lama’ itu rasanya sakit dan perih kan ya, jadi mungkin itu sebabnya kenapa ini lebih lama ilang rasa sakitnya.

Sekarang Baby Nicholas sudah 3,5bulan. Semoga sehat-sehat dan bahagia menyertaimu ya, nak. Papa Mama dan Koko sayang sekali sama kamu.

Di Kamarmu Yang Remang-Remang,
30 Januari 2020

Love,
Mama

nico3.jpegnico1.jpegnico2.jpeg

Posted in Her Daily News | Leave a comment

Waktu dan Pendidikan Adalah Investasi Berjalan

Seorang anak adalah guru bagi orangtuanya. Dan orangtua adalah semangat serta pendorong bagi anak-anaknya. Begitu erat keterkaitan orangtua dengan anaknya yang membuat kehidupan semakin indah.

Sebelum menjadi orangtua, saya memiliki ekspektasi/idelalisme sendiri bagaimana saya akan bersikap ketika anak saya begini, ketika anak saya begitu. Namun pada kenyataannya, ketika saya sudah menjadi orangtua, ternyata tidak seperti yang saya bayangkan.

Contohnya, ketika anak saya berumur hampir 2 tahun dan dia belum memiliki banyak kosakata untuk mengungkapkan perasaannya, saya merasa sangat frustrasi, marah, dan sedih pada saat yang bersamaan. Saya merasa gagal menjadi orangtua karena tidak bisa ‘mengerti’ emosi yang ia rasakan. Saya kesal kepada diri saya sendiri kenapa anak saya menangis terus menerus padahal saya sudah berusaha mencoba segala usaha yang saya pikir dapat membuat tangisnya reda. Sampai pada puncaknya emosi saya, saya marah pada anak saya “Kamu mau apa sih nak? Mama ga ngerti!”, dan alih-alih tangisannya reda, yang ada tangisannya semakin menjadi-jadi. Dan kami menangis bersama. Saya benar-benar down saat itu.

Dan ternyata dia menangis terus terusan sepanjang hari bukan karena dia lapar atau haus, bukan karena dia bosan, tetapi karena dia perlu saya. Itu saja. Sesederhana itu seorang anak, yang saya pikir dengan memberikan dia mainan yang banyak maka dia kan senang dan terhibur. Ternyata saya salah. Yang dia perlukan adalah saya atau Papanya. Dia perlu waktu saya untuk lebih bersama dia. Ketika saya lebih sibuk dengan laptop dan pekerjaan saya, secara tidak langsung saya telah mengabaikan dia. Dan sehalus itu perasaan seorang anak, dia pun bisa merasa iri. Kenapa mamaku lebih sibuk dengan laptopnya daripada bermain bersamaku?

Sejak saat itu, saya benar-benar membagi waktu saya untuk dapat banyak bermain bersamanya. Dan malam hari setelah suami saya pulang kerja, dia juga selalu punya waktu untuk anak kami untuk dapat bermain bersama. Itulah seorang anak, yang kusebut adalah Guruku. Dari dia saya banyak belajar bagaimana mengendalikan emosi,  belajar memahami apa yang dia rasakan atau yang akan dia rasakan kalau saya mengambil suatu keputusan untuk dirinya, misalnya keputusan untuk mendaftarkannya masuk ke sebuah Pre School, dan belajar bagaimana membagi waktu antara pekerjaan dengan bermain bersamanya, karena ya, waktu adalah Investasi Berjalan.

Walaupun saat itu dia belum banyak bicara dan kosakatanya masih sangat terbatas, kami sering mengajarinya kata Tolong (Please), Maaf (sorry) dan Terima kasih (thankyou), karena 3 keyword itu akan dia pakai dalam kehidupan sehari-hari nantinya. Dan anak-anak adalah contoh orangtuanya bukan? Maka saya dan suami sepakat bahwa harus memberikan contoh yang baik kepada anak kami, baik dari kata-kata maupun sikap.

Pada umurnya yang menginjak 2 tahun, saya dan suami akhirnya memutuskan mendaftarkannya pada sebuah pre School di daerah BSD, yaitu Apple Tree BSD. Tujuan kami memasukannya pada Pendidikan Anak Usia Dini, bukan untuk mendorongnya belajar akademik terlalu dini. Lebih dari itu, kami ingin dia memiliki social skill yang lebih baik dan aktivitas lainnya di luar rumah yang dapat membantunya mengasah kemampuan berpikirnya, motoriknya, dan keberanian dengan lingkungan baru selain lingkungan rumah.

Pada awalnya tentu saja dia akan menangis dan tidak nyaman berada di sekolah karena biasanya di rumah hanya bersama Mama dan Papanya. Namun itu adalah proses, proses dia harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, dan belajar mengenal orang lain selain keluarganya. Setelah sekitar 3 minggu dia sekolah dan mulai ‘mengenal’ guru-gurunya, teman-teman, dan lingkungan sekolah, dia sudah tidak menangis lagi dan bahkan dengan senang melambaikan tangannya bye-bye ke saya.

Dan sekarang di umurnya yang hampir 4 tahun, kami melihat dia berkembang dengan sangat baik, dia senang bertemu dengan orang lain, berani memulai ajak bermain anak lain, motorik kasar dan motorik halusnya sudah jauh lebih baik, biarpun masih banyak yang harus dilatih lagi. Berani tampil di depan umum juga menjadi poin penting bagi kami, sebagai contoh dia mau dan berani mengikuti singing competition di sekolahnya, meskipun tidak menjadi pemenang, namun dia berhasil tampil dengan baik dan bernyanyi dengan suara lantang, itu sudah lebih dari cukup dan menjadi pemenang di hati kami orangtuanya 🙂

WhatsApp Image 2019-03-20 at 4.43.30 PM

After Singing Competition

WhatsApp Image 2019-03-20 at 4.44.14 PM

Christmas Performance

Jadi menurut saya, mengikutinya dalam Pendidikan Anak Usia Dini, membawa dampak positif bagi anak-anak, setidaknya bagi anak saya. Karena pendidikan haruslah cocok pada sifat dan pribadi setiap anak. Jadi sistem pendidikan dan pengajaran pada seorang anak dan anak lainnya, belum tentu sama. Peran orangtua dan guru penting dalam hal observasi ke setiap anak untuk mendapatkan metode yang tepat untuk perkembangannya. Karena, betul kata pakar, Pendidikan adalah investasi.

Semoga anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan formal maupun informal yang baik sejak dini, baik dari lingkungan keluarga, maupun dari sekolah, agar mereka dapat berguna bagi kehidupan keluarga, masyarakat, negara, dan dunia.

WhatsApp Image 2019-03-20 at 4.45.16 PM

Enjoying his lunch

WhatsApp Image 2019-03-20 at 4.45.59 PM

Fieldtrip day with Teachers and Friends. Mama? Di rumah aja. 

#appletreebsd

Apple Tree Pre-School BSD

Salam,

NeitNeit

Posted in Her Daily News, In Her Mind | Tagged , | Leave a comment

Protected: Pelajaran Berharga

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in In Her Mind

Maafkan Hati

Hatinya terluka sangat dalam.
Biarpun ia mampu memaafkan,
Lukanya pasti akan sembuh, karena waktu tidak pernah ingkar janjinya.
Namun bekas lukanya akan membekas, entah membekas selamanya, entah menjadi samar karena lukanya ia rawat sedemikian hati-hati.

Lukanya terasa pedih
Pedih di hatinya…
Memaafkan bukanlah obatnya, ia tahu
Namun ia rasa, usahanya memaafkan tidak akan membuat dirinya menjadi pembenci
Setidaknya, untuk sekarang.

Lantas, pantaskah ia memaafkan?
Ia boleh memilih untuk tidak memaafkan
Entahlah…
Ia hanya meminta bantuan alam semesta,
Agar maaf yang ia berikan tidak sia-sia

Untuk yang terkasih, ia mengasihimu, dulu, sekarang, dan nanti.

12 Agustus 2018

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Menyapih Anak

Sudah 7 bulan Keivel stop ASI, alias sudah berhasil disapih. Perjuangan untuk menyapih Keivel tergolong sulit dan berliku menurut gue. Sebenarnya tekad untuk stop asi adalah ketika keivel 18 bulan, tapi selalu gagal dan akhirnya asi lagi. Karena saat itu mungkin tekad gue masih berbentuk sabit, belum bulat sempurna. Hehe..

Pernah 1 malam gue benar-benar menutup baju gue dan melarang Keivel asi, dengan berbagai macam cara gue cuekin dia…awalnya sih nangis-nangis. Gue pikir biasa lah ya kalo nangis-nangis. Tapi kok nangisnya makin jadi ya, non stop itu 2-3 jam. Akhirnya gue nyerah dan…nyusu lagi anaknya. Hal itu berlangsung beberapa kali di waktu yang berbeda.

Gue membaca berbagai macam artikel di internet, berbagai tips gue baca, dimulai dari perlunya dukungan keluarga dirumah (misalnya suami, orangtua, mertua), bahwa tekad asi saja tidak cukup tanpa didukung oleh orang-orang di rumah. Semuanya harus kompak, dengan cara ajak main anaknya sehingga tidak teringat susu mama, kalo mulai inget nyusu ke mama ayo dialihin lagi, sampai lama-lama lupa dan terbiasa. Atau anaknya disuruh tidur sama papa aja, mama tidur sendiri di kamar sebelah. Hmmm… ini tentu saja sebuah keputusan yang sulit bagi papanya, meladeni anak yang teriak-teriak karena sedang haus susu mama hahaha… Tapi dari semua tips yang pernah gue baca dan gue ikuti, tidak ada 1 pun yang berhasil. Semuanya berakhir dengan…oke, silahkan buka baju mama lagi. Kata orang-orang, kalo on off begitu malah kasihan anaknya, karena merasa di PHPin dan digantung, hari ini boleh asi, besoknya harus nangis-nangis dulu baru dikasih asi. Tapi kembali lagi, gue ga tega lah ya anak gue nangis sampai 3 jam non stop, yang ada besoknya langsung sakit batuk-batuk kering karena kelamaan nangis. Kejam juga gue kalo tetep memaksakan stop asi.

Pernah juga gue coba olesin houfengsan yang pahit-pahit itu, siapatahu Keivel ga suka dan jadi ga mau nenen kan, eh nyatanya…doi malah lahap. Enak kali itu pahit-pahit begitu. Haha…

Jadinya gue bertekad tetep memberi Keivel asi sampai ia-merasa-cukup-dan-berhenti-dengan-sendirinya. Tapi gue dengar cerita teman ada anak yang udah masuk kelas 1 SD masih ada yang asi ke mamanya, gue Shock dong! Gimana kalo anak gue sampe SD juga masih asi? Haha… akhirnya gue dengan tekad bulat, sebulat bulan purnama di tanggal 1 dan 15 lunar, 2tahun 2bulan Keivel berhasil stop nenen untuk pertama kalinya.

Pake apa?

Pake Lipstik.

Jadi gue kan punya lipstik merah yang merah terang gitu, suatu siang, gue olesin tuh ke area tersebut (gak usah gue jelasin detail lah ya hahaha), merah banget deh pokoknya. Gue aja yang liat agak mengernyit. Trus, waktu Keivel minta asi, gue kasih lihat, Mama lagi sakit nih ga bisa kasih Keivel asi, udah ya ga usah nenen lagi…kasian kan mama ni lagi berdarah gini. Lalu, ekspresinya donggg…gue antara mau ketawa sama kasian. Ekspresinya penuh kesedihan gitu, suruh gue tutup baju, tapi dia ga nangis, cuma kayak memelas aja gitu mukanya. Trus dia liatin gue lama, kayak seolah-olah nanya “mama kenapa”, gue bilang aja Keivel sudah besar sekarang ga boleh nenen lagi, lagian ni mama lagi sakit.

Sepanjang mau tidur siang, dia uring-uringan banget…nangis-nangis, tapi gak suruh gue buka baju, mungkin antara geli liat merah-merah gitu, atau kasian ‘mama lagi sakit’ haha. Jadinya siang itu dia ga tidur siang. Dan malemnya, tidur cepet dong. yeay! Berhasil tidur tanpa harus nenen. Dan tidur karena kelelahan, dan karena sepanjang siang gak tidur dan uring-uringan ga dapet asi. Tapi karena tekad mama sudah demikian bulat, gue bersabar…panjang sabar banget itu kuncinya.

Jam 2 malamnya dia terbangun dong… Karena namanya anak asi yang terbiasa terbangun tengah malam dan merembet ke badan mamanya, malam itu ia terbangun mencari nenen tapi menyadari dia tidak bisa lagi mendapatkannya. maka uring-uringanlah (again) ia sepanjang malam…sampai matahari terbit di pagi hari. Haha.. Gue temenin, ajak main, kasih susu freshmilk. Tapi saat itu Keivel belum terbiasa minum susu sapi, jadi minum dikitt banget.

Paginya jam 7, gue tanya “Keivel mau bobo? yuk bobo lagi kan semalem bangun pagi banget kamu..”, Tapi dia malah sebut-sebut nama sekolahannya. “Oh, kamu mau ke sekolah?”, akhirnya hari itu Keivel masuk sekolah. Jam masuk adalah jam 8.30, eh baru mulai assembly di hall, tidur dia…haha. Digendong sama kepala sekolahnya, bobo diruangan kepsek. Ga lama sih mungkin sekitar 1 jam gitu, setelah itu baru ikut aktivitas di kelasnya.

Setelah pulang sekolah, kayaknya bales dendam gitu tidur siang lama 3 apa 4 jem gitu deh. Tapi perjuangan tidak cukup sampai disitu, karena 1 bulan pertama tidurnya benar-benar kacau balau. Tidur siang masih okelah jamnya. Tidur malam ini loh, misalnya nih jem 10 malam tidur, jem 3 subuh bangun sampai pagi. Setiap hari selama 1 bulan. Jadinya setiap bangun gue kasih sedikit freshmilk di kulkas.

Dan semakin lama Keivel semakin terbiasa disapih, jadi tidurnya lama-lama mulai normal. Sudah bisa tidur panjang sampai pagi tanpa interupsi terbangun tengah malam. Akhirnya mama bisa tidur pulas lagi sampai pagi… hehehe…

Setiap anak punya cerita sendiri ketika disapih, ada yang gampang, ada yang sulit. Menurut gue Keivel termasuk susah, iyalah nungguin nangis 3 jam aja gak kelar-kelar. haha.. Jadi ketika berhasil nyapih, gue lega sekali. Thankyou sayangku, udah lulus asi dengan peringkat cum laude. 😀

Neit Neit
2018

Posted in Her Daily News | 2 Comments

close to you

I Remember
How it feels
When I hear this song for the first time

I Remember
How it feels
When i found the album from that store

Oh, I Remember

Long Vacation OST – 2003

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hohoho… Udah 2018 aja!

Hello 2018!
Hehe… 1 tahun lebih ga update blog itu rasanya…bersalah :p
Hmmm mulai dari mana yaa… Sebenernya banyak sekali yang terjadi sepanjang tahun 2017.
Awal 2017 Keivel mulai masuk preSchool di daerah BSD, awal-awal pastinya nangis banget kalo ditinggal sama gue, tapi 1-2 bulan sekolah dia mulai terbiasa dan semakin enjoy kalo ke sekolah ketemu miss dan teman-temannya.
Bukan hanya Keivel yang ketemu teman-teman baru, mamanya Keivel juga jadi dapet banyak teman baru yang baik-baik. Haha..

Di bulan Maret 2017, kami jalan-jalan ke Inggris lagi, tapi kali ini perjalanannya jauh lebih smooth dari tahun lalu. Karena ada mama mertua dan adik ipar, jadi banyak yang ajak main. Dan karena Keivel udah hampir 2 tahun saat itu, udah beberapa kali naik pesawat jadi mulai terbiasa, udah bisa makan segala macem kan, jadi cemilan-cemilan yang kita makan, roti, biskuit yang dikasih sama pramugari, Keivel juga bisa makan. Kalo ngantuk udah ngerti ngantuk, jadi bobo tanpa tangis-tangis membahana. Jadi antenglah sepanjang perjalanan. Selama 2 minggu jalan-jalan itu juga dia Happy banget apalagi main sama sepupunya yang tinggal disana.

Pertengahan tahun 2017, Keivel pertama kalinya ikut Puja Bakti di Vihara, kita datang ke Vihara Ekayana Serpong di hari Waisak. Dan…ternyata bawa anak umur 2 tahun ke tempat ibadah bukan hal yang mudah. Dia sama sekali ga bisa diem, yang ada malah lari-lari ke altar, ke belakang, ke area proyektor, ke area Bhante duduk, trus orang-orang lagi baca paritta, ehh dia gangguin. Untungnya itu kebaktian anak, jadi memang banyak anak-anak yang ga bisa diem (tapi cuma Keivel yang lari-lari sampe ke meja altar dan hampir kesangkut kabel proyektor) dan untungnya Bhante nya ngertiin..tapi gw ngejarin dia kesana kemari kan ya ga enak juga kalo jadi ganggu orang. Haha.. Dan setelah itu gue belum ajak dia lagi ke Vihara 😀

Akhir tahun 2017, adik ipar gue nikah, seneng banget semuanya uda berkeluarga sekarang. Semoga menjadi keluarga yang selalu penuh berkat ya 🙂

Dan akhir tahun kami menutupnya dengan jalan-jalan ke Bintan dan Bali. Nanti itu di postingan tersendiri aja. Soalnya mau review jalan-jalan kita, supaya bisa jadi kenang-kenangan buat Keivel nanti.

Semoga di tahun 2018 ini kita semua diberikan kesehatan, semua pekerjaan lancar, keluarga bahagia, anak-anak tumbuh dan berkembang dengan bahagia. Sadhu…

20171229_171636(0)

Love,

NeitNeit
2018

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tentang Setahun Lalu

25 Mei 2015 Jam 19:00
Sate Babi Mumu, Salsa Food Market, Summarecon Serpong
Aku dan suami bersama sahabat janjian makan malam disini. Sate Mumu adalah salah satu favorit kami berempat. Kami makan dan ngobrol seperti biasa. Perutku sudah besar dan semakin mudah lelah kalau banyak berjalan.
Dan ketika mereka mengajak ngeDessert di Pancious, aku menolak. Karena masih harus berjalan dari Salsa ke dalam mall. Rasanya pengen cepat pulang dan bobo. hehehe…

26 Mei 2016 Jam 01:00 dini hari
Tadi pulang cepat dengan rencana ingin segera naik ke ranjang dan tidur. Tapi apa daya ketika sudah sampai di ranjang ga sedikitpun mata terpejam. Perasaan gelisah padahal sudah ngantuk. Akhirnya aku ke toilet karena ingin buang air kecil.
Baru juga duduk untuk setoran air kecil, tiba-tiba…byar… tanpa bisa ditahan. Aliran darah segar encer tapi agak kental. Seketika aku lihat ke dalam kloset. What?? Now?? Harusnya masih 3 hari lagi (jadwal operasi c-section).
“Beb…darah beb…”
Thank God suami belum tidur saat itu. Dia langsung bangkit dari ranjang. “Kenapa beb?”, sambil terburu-buru ke toilet. “Ini kayaknya pecah ketuban deh, darah ni banyak banget.” Aku panik.
Dia yang menenangkan aku, “Tenang, jangan panik beb…kita ke RS sekarang ya.” Ucapnya sambil ngelap sisa-sisa darah di lantai kamar, lalu membantuku ganti baju (sempet ganti baju, yeah!).
Tas untuk persiapan ke RS sudah kami siapkan 2 minggu sebelumnya, dan sudah ada di dalam mobil. Jadi kapanpun siap berangkat.
Tidak lupa kubawa perlak untuk tatakan duduk di mobil.

Di mobil aku berupaya telepon dokter Handy, tapi ga diangkat (iya harusnya RS yang menghubungi dokter kali ya baru diangkat), ya sudah saya langsung telepon RS mengabari bahwa saya dalam perjalanan mohon ditunggu di depan UGD. Setelah itu aku telepon orangtua dan mertua dirumah untuk mengabari kami otw ke RS.

Masuk mobil suami langsung tancap gas macam pembalap…hahaha bersyukur banget banget banget jam segitu jalanan lengang banget kan. Hanya 20 menit saja dari Gading Serpong ke RS PIK, yang kalau siang hari pasti macet tak terkira di tol nya. Sepanjang perjalanan ke RS, kontraksi sudah tiap 2 menit. Tau dari mana 2 menit? Aku lihat jam di mobil, setiap si menit di angka ganjil dia kontraksi, di angka genap kontraksinya ilang hahaha… Aku dalam hati omitohud omitohud terus, sambil mempraktekan pernapasan yang diajarin pas senam hamil, lumayan membantu loh (karena sibuk ingetin cara napasnya, malah jadi gak fokus ke kontraksinya..hehehe)

Sampai di UGD langsung duduk di kursi roda dan dibawa naik ke ruang bersalin. Diobservasi dulu sama susternya. Ada yang ramah, ada yang jutek. Trus aku ditanya-tanya biodata dan histori kehamilan sama si suster jutek. OHMYGOD gak tau apa ini udah sakit banget nahan kontraksi, susternya nanya banyaaakkk banget ada kali beberapa halaman. Ketika aku lagi kesakitan, suaraku otomatis mengecil, si suster malah ngomong “Suaranya yang keras bu, gak kedengeran”. Reseee..ouchh sakit.. Mau aku sahutin, tapi males banget, ngomong aja susah lagi nahan sakit. Tapi akhirnya aku bilang “duh yang kayak gitu-gitu baca sendiri aja sus di buku kehamilan. sakit nihh.” Baru deh dia nanyanya ga banyak-banyak dan lebih sabar nunggu jawabanku.

Setelah merasa cukup, baru deh susternya telepon dokter. Selama menunggu dokter datang, suster memasang jarum di tangan saya untuk nanti masuk infus atau obat, tapi…again and again and again…katanya pembuluh darah saya terlalu halus, susah cari jalurnya. Hiksss… Urusan kontraksi belum beres, ini si suster makin bikin saya takut masa jarumnya ga bisa masuk. Ga berapa lama dateng suster yang lebih senior, baru dia yang pasangin dan akhirnya berhasil. Sekitar 15 menit dr.Handy akhirnya datang dan USG, katanya ketubannya sudah banyak berkurang, harus operasi sekarang. Oh iya, posisi baby K selama hamil belum pernah turun kepalanya…posisinya malah melintang. Kepala di kiri, kaki di kanan. Jadi untuk amannya dicaesar deh.

Ketika dibawa ke ruang operasi, ternyata jarum yang suster tadi pasangkan ke tanganku, salah juga! Punggung tanganku sudah biru karena pembuluh darahnya pecah, jadi dokter anestesi yang akhirnya memindahkan jarumnya ke posisi yang benar dan dipindahin ke tangan kanan. Haisssh…suster-suster itu, speechless saya… (sampai hampir 2 minggu baru biru lebam nya hilang, itupun setelah dikasih trombopob rutin).

Jam 3 pagi operasi berjalan lancar, aku merasakan setiap gerakan tangan dokter di perutku, sayatan demi sayatan di setiap lembar lapisan kulitku sampai ketemu tubuh mungil baby K. Aku merasakan ‘oprekan’ si dokter ketika berusaha mengeluarkan baby K dari perutku, dan ketika iya keluar, tangisnya pecah memenuhi ruang operasi. Dear baby K, terima kasih udah baik-baik di dalam perut mama, sekarang kita bertemu 🙂 Dokter anak membawanya ke sampingku, dan aku cium baby K. Setelah itu aku tertidur…biarkan dokter/suster menyelesaikan tugasnya merapihkan perutku..sambil terus berdoa dalam hati, semoga aku segera pulih dari bius ini agar bisa melihat baby K.

26 Mei 2016
Selamat ulang tahun, dear baby K. Sekarang kamu udah bukan baby lagi. Sekarang kamu sudah bisa ngoceh-ngoceh, udah bisa marah-marah, udah bisa membedakan mana jeruk baby dan mana jeruk medan, udah bisa jalan merembet, udah bisa turun dari ranjang meskipun harus extra hati-hati, udah bisa nyengir, udah bisa tepuk tangan, udah bisa berishin laci & lemari mama sampai bersihhh ;),udah bisa main tab sama papa, udah bisa manggilin papa di kamar mandi, udah bisa nyetir sama papa, udah bisa samperin mama deketin muka lalu muaaahhh..ciumanmu yang pernuh iler adalah sukacita bagi mama. Dan uda bisa-uda bisa yang lainnya yang ga bisa mama sebutkan satu-satu, tapi selalu ada dalam rasa syukur mama setiap kali melihat kamu.
Love you…

note: Kapan-kapan kita makan sate Mumu ya, Keivel. Karena di situ, kita punya cerita. Hehehe… 0 moIMG_0847

4 mo

IMG_0956r

May you always be happy dear son. Love the life that you live. Live the life that you love. Be happy, be grateful, be thankful everyday!

Aside | Posted on by | Tagged , , , , , , , , , | 2 Comments

Mendung

Namanya Mendung
 Dengan redupnya langit dirudung sendu
 Butir-butir hujan ia pandu
 Awan pun tak sanggup lagi memangku

Dialah Hujan
 Dengan riang mengajak langit menari
 Kadang marah, kadang malu, ia pun menanti matahari
 Yang akan menjemput lapisan-lapisan pelangi

Sebut dia Pelangi
 Dengan indahnya mengundang setiap mata berpaling
 Memandu decak kagum penghuni bumi
 Ah..aku ingat
 Dulu kamu bernama Mendung

Memang, tak selamanya Mendung itu kelabu
 Nyatanya, ia kini begitu berwarna, Pelangi namanya.

Love,
 NeitNeit
 May 2016
20160327_115453
Posted in In Her Mind, Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

Jarak

Sejauh mana matanya memandang
Takkan pernah lebih jauh dari pikirannya

Sejauh mana kakinya melangkah
Takkan pernah lebih jauh dari angannya

Sejauh apa ia mengejarnya
Takkan pernah lebih jauh dari jarak di hatinya

Sejauh apa senyum yang ia berikan
Takkan pernah lebih jauh dari mata yang tak memandangnya

Bukan jarak yang memisahkan mereka
Tapi hati yang kosong kian melebarkan jaraknya

Love,
 NeitNeit
 May 2016
Posted in In Her Mind, Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment